Have an account?
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Januari 2009

Sebuah Renungan

ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPANYA

Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, Ia akan belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia akan belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, Ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, Ia belajar merasa bersalah
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, Ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, Ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, Ia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, Ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, Ia belajar mengenali tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran, Ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan keterbukaan, Ia belajar kebenaran
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan dalam kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, Ia belajar berdamai dengan fikiran

(DOROTHY LAW NOLTE)

Selalu Malam
‘Bila aku tak tidur untuk menunggu sunyinya’

Kepada malam selalu kita bercerita …

Tapi bila malam tak lagi membisikkan kesunyian
Masihkah malam setia pada kegelapannya?

Renungan

RENUNGAN…………….!!!

Saya belajar untuk sadar bahwa saya tidak bisa memaksa orang lain mencintai saya, saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai.

Saya belajar untuk sadar bahwa butuh waktu tahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya.

Saya belajar untuk sadar bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik.

Saya belajar untuk sadar bahwa orang yang saya kira adalah orang jahat adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian terhadap saya.

Saya belajar untuk sadar bahwa persahabatan sejati akan senantiasa tumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh, beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati.

Saya belajar untuk sadar bahwa seseorang tidak memberikan perhatian seperti yang saya inginkan bukan berarti dia tidak mencintai saya.

Saya belajar untuk sadar bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya dan untuk itu saya harus memaafkannya.

Saya belajar untuk sadar bahwa saya harus mengampuni diri sendiri dan orang lain kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus.

Saya belajar untuk sadar bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tetapi saya harus bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan.

Saya belajar untuk sadar bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi terkadang dari sudut pandang yang berbeda.

Saya belajar untuk sadar bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting siapa saya ini sebenarnya.

Saya belajar untuk sadar bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini semua butuh proses dan pertumbuhan kecuali kalau saya ingin sakit hati.

Saya belajar untuk sadar bahwa saya harus memilih, apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai saya.

Saya belajar untuk sadar bahwa saya punya hak untuk marah, tapi bukan berarti saya harus harus benci dan berlaku bengis.

Saya belajar untuk sadar bahwa kata-kata manis tampa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai.

Saya belajar untuk sadar bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya.

(red: angve)