<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090</id><updated>2011-11-03T23:37:30.227-07:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Lain-lain'/><category term='Salam Redaksi'/><category term='Laput'/><category term='Humor Santri'/><category term='Komplek C'/><category term='Komplek B'/><category term='Opini'/><category term='NGETEL'/><category term='GEGURITAN'/><category term='Ulama Harismatik'/><category term='Artis Lokal'/><category term='KILAS BERITA'/><category term='Komplek A'/><category term='Ultah'/><category term='Nguyahi Segoro'/><category term='Lapsus'/><category term='Resensi'/><category term='Cerpen'/><category term='Suara Sumbang Santri'/><category term='Request'/><title type='text'>As-Sibaq Nurul Ummah</title><subtitle type='html'>Majalah dinding bulanan yang menampung aspirasi santri</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-8530270798537104940</id><published>2009-02-06T02:24:00.001-08:00</published><updated>2009-02-06T02:25:53.350-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Resensi Kitab “al kitab wa as sunnah, intabih!, diinuka fi khithrin” KITAB KECIL DENGAN FAIDAH BESAR</title><content type='html'>Kaserat dening : Fath al Anam&lt;br /&gt;Judul            : al kitab wa as sunnah, intabih!, diinuka fi khithrin&lt;br /&gt;Penyusun        : Abi Abdillah Alawiy al Yamaniy&lt;br /&gt;Penerbit        : -&lt;br /&gt;Tahun terbit        : -&lt;br /&gt;Jumlah halaman    : 60 halaman&lt;br /&gt;Cetakan ke        : -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belakangan ini semakin banyak kita jumpai beberapa organisasi yang mulai (sebenarnya hanya merupakan penerus dari funding father gerakan mereka) mengkritisi sebagian permasalahan-permasalahan agama yang bersifat furu’. Mereka seringkali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengecap bid’ah sesama muslim hanya karena pemahaman suatu masalah yang berbeda dengan mereka saja. Kasus seperti ini merebak luas di seluruh dunia Islam. Di tengah kemelut seperti ini, Syaikh Abi Abdillah alawiy al Yamaniy berusaha untuk memberikan kejelasan beberapa permasalahan tersebut. Bersama-sama dengan KH. Abdul Aziz Masyhuri, seorang ulama’ kharismatik NU yang sudah tidak asing lagi bagi kita, menyusun suatu kitab kecil yang berjudul al kitab wa as sunnah, intabih!, diinuka fi khithrin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab kecil tersebut cukup untuk dijadikan pedoman bagi kita kaum santri, yang memiliki tendensi besar dalam mempertahankan tradisi-tradisi ulama terdahulu yang kini mulai terusik. Kitab ini terdiri dari  sembilan fashl yang terapit oleh muqoddimah dan khatimah. Muqoddimah kitab ini secara garis besar menyatakan bahwa pada suatu zaman menjelang zaman akhir, keadaan serba terbolak-balik. Keimanan seorang hamba cepat berubah, pagi dalam keadaan iman, sorenya boleh jadi sudah kafir. Orang yang jujur akan didustakan, seorang pendusta akan dibenarkan. Orang yang dapat dipercaya akan dianggap pengkhianat dan seorang pengkhianat akan dianggap sebagai orang yang dapat dipercaya. Di dalam muqoddimah ini, secara implisit disampaikan mengenai keadaan realita sekarang yang cenderung membingungkan. Suatu keyakinan yang telah dianut berabad-abad kini mulai timbul ke permukaan sebagai suatu permasalahan krusial yang menyangkut nasib akhir seorang makhluk ; masuk surga atau neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fashl yang pertama menerangkan mengenai masalah tauhid. Permasalahan yang sekiranya banyak muncul di permukaan, secara lugas dan jelas ditampilkan ayat al Quran atau hadist yang berkenaan dengan masalah tersebut. Sebagai contoh, ketika ada pertanyaan di manakah Allah berada, diberikan keterangan dari al Quran yang intinya bahwa Allah berbeda dengan makhluknya.  Dari sini dapat diambil pengertian bahwa ketika para makhluk membutuhkan suatu tempat maka Allah tidak seperti itu. Dia tidak membutuhkan tempat karena bila dinyatakan bahwa Allah membutuhkan tempat maka sama halnya dengan kita menyamakan Allah dengan makhluk. Tentunya hal ini  bertentangan dengan ayat di atas. Selain masalah ini, ada beberapa permasalahan lain yang di sampaikan dalam fashl ini, dimulai dari pengertian tauhid, masalah pembagian tauhid, ayat musyabbihat, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fashl kedua menyangkut masalah bid’ah. Fashl ini merupakan fashl yang menyangkut permasalahan yang kini banyak menjamur. Kasus pembid’ahan yang membabi buta sudah mengatmosfer. Tidak sulit bagi kita untuk menemukan kasus pembid’ahan yang tidak bertanggung jawab. Seringkali suatu kelompok atau golongan menuduh kelompok lain banyak melakukan praktik bid’ah. Mereka selalu saja mendasarkan pada hadits Nabi yang menyatakan bahwa setiap bid’ah adalah sesat, setiap kesesatan adalah neraka. Pemaknaan sempit mengantarkan kita untuk dengan mudah menyatakan bahwa setiap sesuatu yang baru, yang tidak ada pada waktu Njeng Nabi, maka merupakan suatu bid’ah yang sesat. Di dalam kitab ini ditawarkan pemaknaan yang fleksibel. Tentunya, pemaknaan tersebut dengan mengacu pada pemahaman ulama’-ulama’ sekaliber Imam Syafi’iy, misalnya Imam Baihaqi, Imam Nawawi, Ibn Hazm, Iamam Ghozali, Imam as Suyuthi, as Assyaukani, Ibn Hajar al Atsqolani, dan Ibn Jauzi. Mereka menyatakan bahwa bid’ah tidak hanya terkekang dalam penafsiran yang tunggal. Secara global mereka menyatakan bahwa ada bid’ah yang bersifat baik, adapula yang jelek. Bid’ah yang jelek inilah yang sesat. Sebagai contoh, Imam Syafi’i membagi bid’ah menjadi dua, yang pertama yaitu bid’ah mahmudah dan bid’ah mazmumah. Bid’ah mahmudah adalah bid’ah yang sejalan dengan syara’ sedangkan bid’ah yang bertolak belakang dengan syara’ adalah bid’ah mazmumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang terkait dengan maulud juga mendapat tempat khusus di dalam kitab ini. Maslah ini terkumpul di fashl yang ketiga. Banyak sajak-sajak maulud yang kita kenal saat ini, seperti Barzanji, Diba’, dan Simtud Duror. Telah lama sajak-sajak maulud ini bergema di angkasa nusantara. Namun, kini ritual pembacaan maulud mulai terusik. Lagi-lagi bid’ah dijadikan andalan untuk menyerang beberapa (banyak) kalangan pengamal maulud rosul. Wajar bagi kita apabila kemudian muncul keraguan atas keshohihan ritual yang selama ini kita praktikkan. Hal tersebut tidak lepas dari perhatian penyusun kitab ini. Di sini disampaikan bahwa maulud boleh-boleh saja. Analisa penyusun kitab ini didasarkan pada kenyataan bahwa pada praktiknya maulud adalah suatu kegiatan di mana para muslimin berkumpul untukmembaca sebagian ayat al Qur’an, riwayat hidup Njeng Nabi, dan kemudian ditutup dengan do’a. Model analisa seperti ini seringkali digunakan oleh para ulama’ dalam menentukan kebolehan suatu kegiatan menurut syara’, misalnya tahlilan, selikuran, dekahan, dan beberapa tradisi lain yang merupakan adaptasi pelaksanaan syara’ di dalam suatu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada enam fashl lagi di dalam kita ini, yaitu masalah menyentuh mushaf tanpa memilki wudlu, masalah sholat, masalah kubur, masalah tawassul, masalah taqbil, dan tashawwuf. Sama dengan gaya penyampaian fashl sebelumnya, fashl-fashl tersebut tidak kalah menariknya. Masalah yang dimunculkan dapat terjawab dengan jelas sehingga dapat mempengaruhi psikologi pembaca. Rasa yakin akan kembali muncul karena argument yang diberikan berdasarkan ayat al Quran, hadits, dan qoul para ulama’  terdahulu yang terkenal memilki reputasi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini cukup tangguh untuk dijadikan rujukan dan pegangan bagi kita, kaum santri. Walaupun tipis, kitab ini telah mencakup dalil-dalil yang kuat sebagai dasar argument yang diberikan. Kitab ini disusun dengan bahasa yang mudah dipahami, terutama bagi kita yang masih dalam proses pembelajaran. Diksi yang dipakai mudah. Pembahasan langsung menuju  poin permasalahan yang dituju. Selain itu, metode penyampaiannya dengan metode tanya jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki kelebihan-kelebihan, tentunya juga kitab ini juga memilki kekurangan. Sebagai kitab yang tergolong khalaf, seharusnya memenuhi beberapa aturan. Misalnya pencantuman penerbit, tahun terbit, dan urutan pencetakan (cetakan ke-). Kitab ini juga sulit diperoleh. Terutama di wilayah Jogja. Mengingat pentingnya kitab ini, sudah selayaknya untuk memperluas distribusinya. Usaha ini untuk mengimbangi peredaran buku yang diterbitkan oleh gerakan pembid’ahan yang tidak berdasar. Mereka telah menguasai banyak media, seperti televisi, majalah, bulletin, radio, buku, dan surat kabar.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam…..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-8530270798537104940?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/8530270798537104940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/resensi-kitab-al-kitab-wa-as-sunnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/8530270798537104940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/8530270798537104940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/resensi-kitab-al-kitab-wa-as-sunnah.html' title='Resensi Kitab “al kitab wa as sunnah, intabih!, diinuka fi khithrin” KITAB KECIL DENGAN FAIDAH BESAR'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-6402525530495757545</id><published>2009-02-06T02:21:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T02:23:55.227-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laput'/><title type='text'>KONSEP RIYADLOH dan STATUS GIZI SANTRI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fatchul Anam N.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Sosialisasi Poskestren yang diadakan pada tanggal 15 Januari 2009 cukup mengundang perhatian para santri. Salah satu poin yang disampaikan adalah status gizi santri yang terkenal parah, tidak tergolong cukup bagi seseorang yang tengah belajar menuntut ilmu. Namun, penyampaian hal  tersebut tidak disertai keterangan lanjut mengapa kasus tersebut tetap langgeng di kancah perpesantrenan Nusantara. Berikut sedikit gambaran mengenai variable yang mungkin menjadi  sebab kelanggengan kasus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi stereotype bagi santri bahwa  mereka, para kaum bersarung, memiliki status gizi yang rendah.  Rendahnya status gizi ini menjadi bagian dari beberapa stereotype lain yang melekat pada diri santri, misalnya sering gudigen, berwawasan konservatif, ketinggalan zaman, dan fanatic sempit. Lengkap sudah catatan-catatan khusus itu melekat pada diri santri.&lt;br /&gt;Berbicara mengenai status gizi santri, tidak terlepas dari beberapa faktor, yaitu pola konsumsi santri, kegiatan santri, kesadaran gizi santri, dan konsep riyadloh yang tengah dianut santri. Semua faktor tersebut memiliki kaitan satu sama lain sehingga pada akhirnya menghasilkan statemen status gizi yang khas bagi kaum santri. Apabila kita analisa lebih lanjut maka faktor-faktor di atas pada dasarnya bermuara pada satu faktor, yaitu konsep riyadloh yang dianut santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riyadloh merupakan suatu istilah yang tak asing lagi terdengar ketika segala sesuatu yang berkaitan dengan pesantren dan  identitas santri dikupas. Riyadloh secara sederhana dapat dipahami sebagai suatu usaha laku prihatin santri dalam belajar menuntut ilmu sehingga ilmu yang didapatkan menjadi bermanfaat dan berkah. Dalam praktiknya, laku prihatin santri ini bermacam-macam. Adakalanya, para santri  mengandalkan laku prihatin yang sulit diterima akal, misalnya puasa. Bentuk puasa ini pun bermacam-macam. Kalau misalnya  puasa senin-kamis, maka bisalah hal itu dimengerti dan memang secara kesehatan bias dinyatakan menguntungkan. Namun, di kalangan santri puasa tidak hanya berhenti pada tataran puasa senin-kamis, mereka mencari puasa ijazahan. Puasa yang diijazahkan bermacam-macam, misalnya puasa ndalail, puasa mutih, dan puasa tidak makan daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dipandang menurut kacamata gizi, hal di atas benar-benar tidak baik bagi tubuh. Bahkan, terjadi paradoksial antara maksud santri untuk mendapatkan kemanfaatan dan keberkahan ilmu dengan akibat yang mungkin terjadi bila model laku seperti hal tersebut dijalankan secara lanjut. Paradoksial itu berdasarkan bahwa selama ini kegiatan belajar merupakan  suatu kegiatan yang banyak menyita banyak energi dan membutuhkan berbagai macam nutrisi untuk mensupport keberhasilan kegiatan tersebut. Dengan mempertimbangkan hal tersebut maka laku prihatin santri tersebut sebenarnya tidak mendukung kesuksesan belajar, namun malah menjadi barrier kesuksesan yang mereka dambakan. Sebagai catatan, laku riyadolh puasa hanyalah salah satu dari sekian banyak laku santri yang dinilai tidak masuk akal oleh kalangan luar pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itulah mengapa sampai sekarang cap santri sebagai makhluk rendah gizi masih sering terdengar. Ideologi riyadloh santri ternyata memainkan peranan penting di dalamnya. Padahal, seperti kita ketahui bersama bahwa ideologi riyadloh santri merupakan tradisi yang senantiasa dilestarikan di kancah perpesantenan nusantara. Namun, untuk masa sekarang hal itu memang sudah berkurang sehingga seharusnya seorang ahli gizi tidak menerapkan metode gebyah uyah dalam menjustifikasi status gizi santri. Sekarang kesadaran gizi para santri semakin membaik seiring dengan banyaknya santri yang mulai menikmati pendidikan tingkat perguruan tinggi (konon merupakan pendidikan elite).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-6402525530495757545?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/6402525530495757545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/konsep-riyadloh-dan-status-gizi-santri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6402525530495757545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6402525530495757545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/konsep-riyadloh-dan-status-gizi-santri.html' title='KONSEP RIYADLOH dan STATUS GIZI SANTRI'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-6118520314372734011</id><published>2009-02-06T02:19:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T02:20:46.838-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nguyahi Segoro'/><title type='text'>Renungan untuk saudaraku Muslim Palestine: Tak patut aku mengucap “ La Tahzanuu “</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fatchul Anam N.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahu entah apa yang harus kuperbuat. Pergi ke Palestine, ikut membantu saudara-saudaraku yang ada di Palestine, seperti yang diserukan oleh teman-teman yang di FPI dan harokah Islam yang senafas dengannya? Saya rasa ide bagus. Saya bisa melampiaskan amarah yang ada dalam diriku. Kejahatan  Israel telah menodai bumi suci Palestine, bumi para Anbiya’. Bergalon-galon darah telah tertumpah. Bau anyir darah sudah menjadi suguhan saudaraku di Palestine sedari bangun tidur hingga akan tidur lagi. Setiap jengkal tanah Palestine kelak akan menjadi saksi kesyahidan para saudaraku. Kekejian Israel membuat diriku gerah. Bagaimana mungkin tentara-tentara terlatih menggempur warga yang tidak berdaya? Namun, ini ternyata telah tergores di Lauhul Mahfudz yang kini telah aku saksikan perlakonannya di dunia dlohir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara perkasa yang tak berperikemanusiaan merengsek menggempur Palestine. Saudaraku ada di dalamnya, tengah berkumpul, menikmati karunia bumi merdeka yang mereka cita-citakan. Tangis para bayi dan ibu seakan menjadi hiburan murahan bagi para tentara Israel. Tanah di bumi Palestine, entah sampai kapan akan mampu menahan kesabarannya untuk menelan tentara bengis tersebut. Betapa hal tersebut tidak membuatku marah, muring-muring, misuh, kesal , jengkel, dongkol? Sepertinya memang bagus untuk mengikuti saran FPI dan harokah Islam yang senafas dengannya. Aku ada sedikit bekal untuk pergi ke sana, walaupun mungkin harus ndonkar-ndongkar celengan. Tapi, …jujur saja saya takut! Bagaimana kalau di sana nanti benar-benar harus ikut mengangkat senjata? Memegang sapu untuk sekedar piket halaman saja berat, apalagi harus mengangkat senjata, dengan taruhan nyawa. Belum lagi kalau tertembak. Tentunya sakit. Aku pernah terkena duri, itu saja rasanya sakit minta ampun. Apalagi peluru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serendah inikah kadar imanku. Membela saudara yang nyata-nyata telah didlolimi saja tidak berani. Aku tidak tahu bagaimana keadaanku di akhirat nanti ketika film besar mengenai kekejian Israel terhadap para saudaraku diputar ulang, dengan disaksikan oleh semua anak keturunan Nabi Adam? Saya akan sangat malu sekali jika saat kejadian itu berlangsung, di screen yang lain, ditampilkan  diriku yang sedang santai-santai, guyon-guyon, tura-turu, ngemal-ngemil, seakan semua umat di dunia telah aman. Tidak ada yang terhempaskan haknya untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi bingung sendiri. Di tengah dunia mempromosikan kedamaian, demokrasi, dan HAM, ternyata di suatu sudut dunia yang lain terjadi kejahatan HAM yang tak satupun negara berani mengusiknya. Jujur saja, saya skeptis dengan para pemimpin umat yang ada di belahan dunia ini. Mereka memiliki otoritas. Mereka punya kekuatan. Mereka punya pengikut. Tapi, nyatanya masih saja hanya mengatakan “rakyat Palestine hanya butuh bantuan logistic dan obat-obatan”. Seakan saya tidak percaya bahwa ucapan tersebut disampaikan oleh para tokoh besar yang banyak diharapkan perannya oleh para saudaraku yang ada di Palestine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, kemanakah saudaraku muslim yang lain? Bumi-Mu banyak dihuni oleh mayoritas Muslim. Namun, ketika kami tertindas, tak satupun yang angkat senjata. Boro-boro angkat senjata, angkat bicara pun ogah”&lt;br /&gt;“ Ya Allah, apakah karena kami berbeda bangsa dengan mereka, lantas mereka tidak mau menurunkan kekuatan mereka untuk membantu kami. Padahal, seperti yang Engkau ketahui, perjuangan kami bukan untuk kemerdekaan kami sendiri. Perjuangan kami adalah untuk membebaskan Bumi Para Anbiya’ dan Masjid al Aqsho. Apakah mereka sudah mengingkari hadis Rasulullah, yang menyatakan keluhuran pahala bagi hamba yang bersujud di dalamnya, sehingga mereka merelakan Masjid al Aqsho direbut  Israel ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintihan di atas terdengar, bersamaan dengan melelehnya air mata yang menganak sungai, membasahi pipi yang berbalut kefakiran kepada Allah. Udara dingin yang membalut mereka kini seakan memanas. Rintihan tersebut telah menggetarkan partikel-pertikel mikro udara hingga timbul energi kalor akibat gaya gesek yang begitu kuat. Tanah yang menampung air mata mereka seakan ingin mengeluarkan segala isi yang ada di dalamnya. Udara yang semula berhembus kini tertahan, ikut menikmati tangis rintih seorang hamba yang mengadu kepada Tuannya. Tangis itu pun terus naik ke atas. Penduduk langit yang teruji kelembutan hatinya kontan melelehkan air mata mereka. Kini tangis saudaraku di Palestine telah menggoncang alam para manusia langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pantas bagiku untuk mengucap la tahzanuu, wahai saudaraku Muslim di Palestine!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-6118520314372734011?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/6118520314372734011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/renungan-untuk-saudaraku-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6118520314372734011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6118520314372734011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/renungan-untuk-saudaraku-muslim.html' title='Renungan untuk saudaraku Muslim Palestine: Tak patut aku mengucap “ La Tahzanuu “'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-1069153117270085178</id><published>2009-02-06T02:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T02:18:35.773-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lapsus'/><title type='text'>Sejarah Berdirinya   Negara Yahudi Israel*)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fath al Anam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya telinga kita sudah sangat terbiasa dengan berita kebrutalan Israel. Pelanggaran HAM secara jelas terlihat dan memang sengaja diperlihatkan di sana. Keanehan muncul ketika suatu realita mengatakan bahwa sejak dahulu permasalahan di Bumi Anbiya’ tak kunjung usai. Suara dunia internasional yang mengecam invasi Israel mereka anggap sebagai  gonggong anjing belaka. PBB nyata-nyata mandul. Mengulang sejarah kegagalan LBB dalam isu politis mengatur perdamaian dunia.&lt;br /&gt;Dari realita di atas, tak heran bila kemudian muncul tanda tanya besar di benak kita mengenai identitas Israel sebenarnya.  Berikut merupakan sedikit ulasan mengenai sejarah berdirinya (negara) Israel yang sarat dengan ambisi pendudukan tanah Palestine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asal -usul  suku Israel &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut studi sejarah yang didasarkan penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, awal bangsa Yahudi erat hubungannya dengan kisah nabi Ibrahim AS yang ditengarai terjadi kurang lebih 3800 tahun yang lalu atau 1800 tahun SM. Tafsir Al-Qur'an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) AS, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot) (QS, 21:69-71). Putra nabi Ibrahim adalah nabi Ismail dan nabi Ishak kemudian putra nabi Ishak adalah nabi Jakub. 12 putra nabi Yakub ini yang kemudian dikenal sebagai 12 suku Israel. Putra bungsu nabi Yakub AS adalah nabi Yusuf AS, yang dikenal dari sejarah, setelah ditinggalkan di padang pasir oleh kakak-kakaknya, berhasil menjadi kepala bendahara di Mesir. Karena itu ayahnya, nabi Yakub, serta kakak-kakaknya menyusul nabi Yusuf AS ke Mesir dan hidup damai di sana sampai suatu hari Firaun yang berkuasa memperbudak keturunan mereka yang dikenal dengan bani Israel. Karena kekejaman Firaun yang tak terkira terhadap bani Israel, Allah SWT telah mengirim nabi Musa (Moses) AS masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa bani Israel keluar dari Mesir. Musa AS dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur'an, Musa memerintahkan Bani Israel untuk memasukiKanaan,(Qur'an,5:21).                                          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Setelah Musa AS, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di Selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara. Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israel meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.&lt;br /&gt;Setelah kematin Sulaiman, kerajaan yahudi terbelah di utara Israel dengan ibukota Samarria dan di Selatan Juda dengan ibu kota Yerrusalem. Dengan berlalunya waktu Suku yahudi jatuh di bawah Assyurriea dan Babilon atau pergi ke Mesir sebagai pelarian. Ketika raja Perrsia Kyros 539 SM mengizinkan orang Yahudi kembali dari pelarian mereka, banyak orang Yahudi yang tidak kembali, di sinilah mulainya diaspora.&lt;br /&gt;Tahun 63 SM, Juda dan Israel jatuh ke tangan orang Romawi dan tahun 70 M berhasil menghancurkan pemberontakan Yerusalem dan menghancurkan biara dan Juda. Setelah itu kehidupan orang Yahudi hanya ada dalam pelarian dan pengejaran, baru di kekalifahan Usman, orang Yahudi dapat merasakan kehidupan yang damai dengan membayar pajak perlindungan. Akhir abad ke 19, ditunjang oleh Jewish Colonization Assocation Baron Hirsch, Yahudi dari Eropa Timur berreimigrasi ke Argentina dan membentuk Kolonialisme pertanian, untuk kembali ke Palestina. Ini dimulai tahun 1881.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ambisi Membentuk Negara Yahudi (Israel)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejarah terbentuknya negara Israel, sebenarnya tidak terlepas dari problematik negara-negara yang didiami oleh orang Yahudi yang mempunyai karakter tidak disukai orang, sehingga timbul sifat antisemitisme di negara-negara yang didiaminya. Bernard Lazare yang telah menulis buku Antisemitisme et revolution (Maret 1895) menulis sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...Dalam tulisan saya itu saya kemukakan bahwa terjadinya antisemitisme di dalam sejarah kita karena di manapun juga, sampai saat kita sekarang ini(huruf miring tersebut sesuai dengan tulisan yang terdapat pada karangan Lazare), "orang-orang Yahudi itu merupakan manusia yang tidak suka bermasyarakat". Sekarangpun saya masih tetap berkata demikian mengenai mereka... akhirnya, pada bagian penutup buku tersebut saya menulis: "Penyebab-penyebab terjadinya antisemitisme, kalau kita perhatikan dari sifatnya, tentulah berdasarkan masalah-masalah etnik, keagamaan, politik dan ekonomi.)&lt;br /&gt;Kebencian terhadap orang Yahudi di negara-negara yang ditempatinya disebabkan tuduhan bahwa orang Yahudi penyebab terjadinya krisis Ekonomi akibat praktek rentenir yang diterapkan orang Yahudi dan Bank-bank yang sifat memeras rakyat, krisis sosial karena mereka orang-orang Yahudi melakukan praktek prostitusi di negara-negara yang didiami Yahudi di mana-mana khususnya Eropa. Dan mereka orang-orang Yahudi merasa merupakan ras yang paling baik didunia dan tidak segan-segan membunuh manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theodor Herzl (1860-1904) merupakan  seorang Yahudi yang mencetuskan berdirinya negara Yahudi dalam bukunya Der Jundenstaat dan menerapkannya pada kongres Zionis pada tahun 1897.Herzl berpendapat karena terjadinya sifat antisemitisme di negara-negara Eropa terutama Jerman yang berakhir menurutnya dengan peristiwa "Dreyfus" maka ia menyimpulkan:&lt;br /&gt;1.Orang-orang Yahudi, dimanapun juga mereka berada di permukaan bumi ini, di negara manapun juga meereka bertempat tinggal akan tetap saja merupakan sebuah "bangsa" yang tunggal.&lt;br /&gt;2.Mereka selamanya dan di mana sajapun selalu menjadi korban pengejaran.&lt;br /&gt;3.Mereka sama sekali tidak dapat diasimilasikan oleh negara-negara dimana mereka telah bertempat tiddal sekian lamanya (sangkaan yang sama yang juga ada pada orang-orang antisemit serta orang-orang rasialis).&lt;br /&gt;Akibat ditariknya kesimpulan oleh Herzl tersebut maka pemecahan masalahnya menurut Herzl dan menurut orang-orang antisemit juga adalah membuat negara Yahudi baru di atas tanah kosong dunia. Maka dipilihlah Palestina agar juga mendapat dukungan orang-orang Yahudi aliran Zion (Pecinta tanah sejarah yaitu Mesir, Kan'aan dan sekitarnya). Jadi,  tidak benar orang Israel mengaku sebagai tanah suci orang Israel karena&lt;br /&gt;1.Ummat Israel tidak pernah tinggal lama di daerah Palestina walaupun Nabi Yakub as tinggal di Nablus daerah kan'aan tetapi keturunannya tidak lagi tinggal disana. Mereka lebih lama tinggal di Mesir ketika zaman nabi Musa as. dan daerah-daerah sekitarnya.&lt;br /&gt;2.Tidak bisa pula dikatakan bahwa Palestina sebagai tanah warisan nabi Nuh as sebagai mutlak milik orang-orang Israel, karena keturunan nabi Nuh as mencakup nabi Luth as, dan nabi Ibrahim as.&lt;br /&gt;Mereka berdasarkan kitab suci mereka yaitu sejak nabi Ibrahim (Abram) as sudah membagi dua tanah Palestina dengan nabi Luth (Lot) as. Kitab Kejadian pasal 13:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lotpun bersama-sama dengan dia. Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya. Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai,ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN. Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah. Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.&lt;br /&gt;Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri. " Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. --Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah. Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.&lt;br /&gt;Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.&lt;br /&gt;(Kejadian 13:1-13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kalau memang benar berkeyakinan demikian tentunya dan seharusnya tidak seluruh tanah Palestina dijadikan milik Israel karena paling tidak setengahnya adalah milik nabi Luth (Lot) as.&lt;br /&gt;      * )Dikutip dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-1069153117270085178?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/1069153117270085178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/sejarah-berdirinya-negara-yahudi-israel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/1069153117270085178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/1069153117270085178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/sejarah-berdirinya-negara-yahudi-israel.html' title='Sejarah Berdirinya   Negara Yahudi Israel*)'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-2456699314320481555</id><published>2009-02-03T09:28:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T09:30:20.861-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salam Redaksi'/><title type='text'>Salam redaksi Feb...</title><content type='html'>Alhamdulillahi robbil ‘alamin, akhirnya terbit juga as-sibaq edisi Januari kali ini. Sebelumnya, sholawat dan salam tetap tercurahkan kehadirat nabi agung Muhammad Shallallahu ’alaihi wa sallam yang telah menunjukkan kepada kita semua, umat muslim, ke jalan yang terang benderang, jalan yang lurus, shirothol ladzina an’amta ‘alaihim yaitu dienul Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kami hormati dan insya Alloh akan kami ikuti fatwa-fatwanya yang terhormat Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede, Dewan Pengurus dan Dewan Syuro yang selalu kami nanti-nantikan ilmu, manfaat serta berkahnya, begitu pula dengan pengurus Asrama pelajar, Mahasiswa dan Takhassush Pondok Pesantren Nurul Ummah, kemudian tidak lupa pula teman-teman senasib, seperjuangan, sepenanggungan yang berada di Pondok Pesantren Nurul Ummah ini, baik itu tua maupun muda, besar ataupun kecil, putra maupun putri yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu namanya, yang semoga selalu dirahmati oleh allah Subhanahu Wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun terbit agak telat, bagaimanapun kami tetap bersyukur karena mading ini dapat tetap terbit, mengingat pada bulan  Januari ini banyak kendala yang harus di tanggung, mulai dari bertepatan dengan Ujian Smester Ganjil kampus, liburan kampus yang berakibat beberapa anggota crew pulang kampong, listrik mati sebelum data di save, ngantuk yang ditahan-tahan dan berbagai hal lain. Meskipun berbagai hambatan, cobaan, rintangan membentang yang tetap menjadi masalah dan menjadi beban pikiran itu, berkat rahmat Allah  sampai terbit pada bulan Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kemarin-kemarin, As-Sibaq edisi kali ini juga hasil buah ketik ngelembur para santri walaupun terkesan asal, rada kocak, dan kadang juga njelehi. Mungkin banyak njelehinya namun ini bukanlah pekerjaan asal-asalan walaupun ada yang asal-asalan, kemungkinan cuma sedikit. Cuma satu, dua, tiga atau berapa... Baik atau buruk itu adalah upaya kami yang serius,. Tapi kalau baik dari Allah, kalau buruk dari diri kami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kekurangan yang terlihat ataupun kelebihan yang tidak terekspos dalam madding kali ini kami selaku crew As-Sibaq mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kritik dan saran membangun dari pembaca sangat kami butuhkan dalam perbaikan dan penyempurnaan mading ini. Sampai di sini pengantar dan salam dari kami, selamat membaca dan… .&lt;br /&gt;Monggo disekeca’aken! (Red)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-2456699314320481555?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/2456699314320481555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/salam-redaksi-feb.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/2456699314320481555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/2456699314320481555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/salam-redaksi-feb.html' title='Salam redaksi Feb...'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-6271178309551349603</id><published>2009-02-03T09:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T09:27:07.914-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ultah'/><title type='text'>“HAPPY BIRTH DAY TO YOU”</title><content type='html'>Selamat ulang tahun…….!, Seiring dengan bertambahnya umur, semoga bertambah pula rezeki, ilmu dan tentunya bertambah pula ketampanan paras…he he he.. Amiin. Dan khusus buat kang Ahsin ma kang Fuad yang dua duanya kebetulan crew as sibaq, semoga tambaah semangat dalam mengejar impian dan cita-cita, tapi yang paling penting tambah semangat dalam ngelemburi as sibaq.&lt;br /&gt;    POKOK’E SYUKURANE ……! Bagi masing-masing kamar yang merasa anggotanya ada yang tercantum di bawah ini, diharap dengan sangat untuk menagih syukurane…. OK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBNI TRISAL ADAM&lt;br /&gt;Tegal, 12 Februari 1986&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABDUL WAHID&lt;br /&gt;Jepara, 3 Februari 1985&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FERDITA SETYA WIBAWA&lt;br /&gt;Sleman, 5 Februari 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABDUL HABIB&lt;br /&gt;Rembang, 7 Februari 1987&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUAD HASYIM&lt;br /&gt;Kebumen, 26 Februari 1988&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. MASRUR&lt;br /&gt;Temanggung, 25 Februari 1985&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. ROZIKIN&lt;br /&gt;Jepara, 19 Februari 1990&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHOIRUL ANAM&lt;br /&gt;Bantul, 7 Februari 1988&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IRAWAN FUADI&lt;br /&gt;Purworejo, 8 Februari 1987&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AHSIN DINAL MUSTAFA&lt;br /&gt;Bima, 2 Februari 1989&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-6271178309551349603?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/6271178309551349603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/happy-birth-day-to-you.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6271178309551349603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6271178309551349603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/happy-birth-day-to-you.html' title='“HAPPY BIRTH DAY TO YOU”'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-6777937128101566392</id><published>2009-02-03T09:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T09:16:01.877-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NGETEL'/><title type='text'>Pelangi Soda</title><content type='html'>Saiki wayahe resep seng rodok nggaya. Ora cuma sambel karo es teh. Bisa dicoba kalo punya bujet banyak dan mestinya punya lemari pendingin alias freezer. Jadi bisa titip di kantin, tapi jangan lupa mbayar kata Fuad Kantin. Berapa? Bisa nego. Bolo dewe. Nah, silahkan mencoba resep Rainbow soda alias Pelangi soda. Sumongo.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAINBOW SODA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;a. Jus ( 3 jenis atau lebih. minuman yang berwarna warni seperti sirup ABC, frutang, grape fruit, blueberry, cola Dsb ) secukupnya.&lt;br /&gt;b. Soda secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Membuat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Masukan Air setengah bagian dari tinggi cetakan es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 masukan jus sedikit sampai air menjadi berwarna, agar esnya menjadi berwarna warni. dalam satu cetakan bisa dibuat berbagai jenis jus asal, jangan sampai bercampur dengan sebelahnya ^^. jangan lupa jusnya harus di campur dengan air, karena jika tidak, kadar jusnya lebih banyak esnya akan cepat cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 kalau esnya sudah jadi, masukkan esnya ( semua es yang dibekukan tadi ) ke dalam gelas, lalu tuangkan air soda yang sudah didinginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah jadi silahkan dicoba. Kalau enak silahkan di bagikan kepada crew As-Sibaq, jika tidak silahkan di nikmati sendiri. Silahkan dicoba. –adt-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-6777937128101566392?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/6777937128101566392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/pelangi-soda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6777937128101566392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6777937128101566392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/pelangi-soda.html' title='Pelangi Soda'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-5914132614013041784</id><published>2009-02-03T09:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T09:14:50.998-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KILAS BERITA'/><title type='text'>Sholat, Risalah, Bahtsul, POS, 982</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KILAS BERITA I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SHOLAT KUSUF (GERHANA MATAHARI) 26 JANUARI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Telah dilaksanakan sholat gerhana matahari pada tanggal 26 bulan januari ini. Gerhana matahari tersebut bukanlah gerhana Matahari Total, melainkan gerhana Matahari cincin. Beberapa hari sebelumnya telah ramai di beberapa media cetak maupun media lainnya tentang berita tersebut.&lt;br /&gt; Kebetulan pula gerhana matahari Cincin tersebut dapat dilihat di Indonesia pada sore hari. Sekitar jam lima sore. “Tapi kok nggak gelap-gelap ya… . apa sudah kelewat?”gumam salah seorang santri sekitar  jam lima sore pada 26 Januari tersebut. Apa santri lainnya melihat ataupun merasakan adanya gerhana matahari itu? “Iyo, tapi ora ndelok. Jarene mundak wutho! Nek wuto emange piye tho?” Kata Fuad Kantin. Nek wutho yo ora iso ndelok to kang…(Red.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KILAS BERITA II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JUDUL RISALAH 2 ULYA SUDAH JADI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ahir Januari telah tertempel beberapa kertas baru tentang nama dan judul risalah kelas 2 Ulya pada dua lembar foam berwarna biru dan hijau milik MD NU di kompleks A.. Judul tersebut masih berbahasa Indonesia. “Karena Abstraksinya memang berbahasa Indonesia, nanti risalahnya bahasa Arab.” Kata Fuad Kantin.&lt;br /&gt;Selamat bagi para santri senior kelas 2 Ulya. Yah, harapan kami semoga pada risalah kali ini tidak hanya copy paste dan isinya bermutu agar dapat menjadi ibroh bagi para pembacanya..(Red.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KILAS BERITA III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAHTSUL MASAIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Woro-woro… ! Bahtsul Masail is come back..(ben rodok nggaya..)&lt;br /&gt;Pada Bahtsul Matsail kali ini, rencananya yang menjadi pemembahas adalah kelas 2 Ulya. Sedangkan pembanding utamanya adalah kelas 2 Wustho. Tapi untuk pembanding cadangan diserahkan pada seluruh audien yang hadir, Baik itu per-kelas, per-kelompok, maupun sendirian tidak masalah jika mau menjadi pembanding.tambahan.&lt;br /&gt;    Sebenarnya pelaksanaan event ini satu semester sekali, namun kenyataan yang terjadi program ini tidak terlaksana secara baik. Padahal program semacam ini sangat penting dalam membantu para santri untuk berfikir secara kritis dalam menanggapi fenomena-fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita.&lt;br /&gt;    Di samping itu, dengan diadakannya bahtsul masail secara rutin, para santri setidaknya akan mau membuka kitab-kitab yang ada di perpus ndalem sebagai referensi dalam memecahkan persoalan.&lt;br /&gt;    Semoga ke depan, program bahtsul masail ini dapat dijalankan secara continue. Amin. (Red)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KILAS BERITA IV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMINDAHAN POSISI POS RONDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Akhir-akhir ini pos ronda yang ada di samping barat komplek D mengalami pemiskinan fungsi. Hal ini disebabkan terdapatnya pos ronda baru seiring dengan direnovasinya komplek B Para santri lebih memilih menjalankan tugas ronda malamnya di serambi komplek baru itu. Mungkin karena pertimbangan itulah, pada hari ahad 25 januari, pos ronda tersebut dipindah ke sebelah selatan asrama, tepatnya didepan bangunan baru kamar wetan. (Red.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KILAS BERITA V&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;STIKER 982&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;982, kini menjadi nomor keramat bagi santri putra Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta. Jangan suudzon, nomor tersebut bukan nomor togel atau yang sejenisnya, tapi nomor yang asalnya adalah nomor Pondok itu kini ditempelkan pada setiap sepeda motor santri putra.&lt;br /&gt;Stiker itu berbentuk segi empat miring atau bahasanya salah seorang personil As-Sibaq yaitu “wajik”. Berwarna biru tua. Sebenarnya tidak begitu mencolok jika di bandingkan dengan “pit santri” apalagi jika tempelkan pada sepeda motor yang berwarna tua seperti warna hitam.&lt;br /&gt;    Komentar pun banyak bermunculan, ada yang pro, kontra atau ada yang bersikap biasa wae lek…!, Salah seorang santri ada yang berkomentar “ nggawe sticker kok nanggung banget, gak modis blass. Mbok yo sekalian kalo buat yang keren.” Ada juga Komentar polos dari salah satu santri, “ nek wes dipasang sticker ngene, aq isin karo mbak-mbak santri.”&lt;br /&gt;    Bagi kang-kang santri yang kesehariannya tidak banyak bikin ulah dan nekoh-nekoh, bisa ditebak mereka sangat setuju dengan program baru dari kamtib tersebut. Namun, bagi kang-kang santri yang terbilang agak mbeling, tentunya program ini akan sulit diterima. Kendati demikian mau tidak mau mereka harus menerimanya. “ Wah…Ra iso mboyo iki…!”, begitulah salah satu celetukan dari salah satu kang santri. Mungkin saran yang pas bagi mereka adalah HATI-HATI!&lt;br /&gt;    Pembuatan program baru dengan menempelkan sticker 982 ini tak lain bertujuan demi kepentingan dan keamanan bersama. Dengan ditempelkannya sticker itu, pihak keamanan akan lebih mudah mendeteksi dan memantau kang-kang santri. (Red)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-5914132614013041784?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/5914132614013041784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/sholat-risalah-bahtsul-pos-982.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/5914132614013041784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/5914132614013041784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/sholat-risalah-bahtsul-pos-982.html' title='Sholat, Risalah, Bahtsul, POS, 982'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-3029990139808807079</id><published>2009-02-03T09:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T09:04:00.228-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komplek C'/><title type='text'>Karpet-Pemilsus</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KARPET ANYAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali komplek C, komplek paling mungil di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta Putra ini, menjadi musholla dadakan pasca berakhirnya sholat jamaah di masjid. Entah kebetulan atau memang disebabkan oleh factor karpet baru. Ya, karpet baru terpasang di aula komplek C sejak beberapa waktu yang lalu. Berwarna coklat-putih dengan lakban di pinggir dan tengahnya yang mungkin dimaksudkan agar tidak sobek kesandung santri yang berlarian, berjalan, dan atau juga ngesot  atau hilang dighosob ke kamar atau ke pos ronda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya kini kesan kumuh komplek C yang mirip-mirip dengan komplek A dan gang antara komplek A dan B agak berkurang. Tapi tetap saja sampah abu (latu) bekas rokok plus uthis (puntung rokok)-nya dan sampah-sampah lainnya masih mengganggu pemandangan. Begitupun atap yang blong-blongan yang menyebabkan sawang (kotoran yang nggantung n njelehi di atap jatuh langsung ke lantai, juga bubuk (pemakan kayu) yang membuang butiran-butiran kayu sebesar pasir sisa pencernaannya yang selalu jatuh tepat di tengah-tengah aula membuat komplek C tetap jenes. Belum lagi Koran yang morat-marit tak teratur yang… bisa dinilai sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga gebrakan komplek C bisa ditiru oleh komplek A yang wilayah kekuasaanya lebih luas dan populasinya juga lebih banyak. Untuk mengurangi segala ke-njelehi-an dan kekumuhan komplek kita tercinta. Sekian terimakasih. –adt-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMILSUS, PESTA DEMOKRASI KOMPLEK C&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pemilsus (pemilihan khusus) komplek c ini dilaksanakan bersamaan dengan malam launching majalah pesantren tilawah. Mengapa pemilsus? Sebab pemilihan ini tidak bersifat umum namun khusus bagi warga komplek c saja. Yang bertindak sebagai ketua KPS (Komisi Pemilihan Khusus) dalam hal ini adalah seorang Habib asal rembang, elok to?? Eitt…Tapi tunggu dulu, ini habib bukan sembarang habib tapi memang nama aslinya adalah Abdul Habib. Oh ya ketika berita ini ditulis kebetulan kang habib berada di secretariat As-Sibaq dan beliau meminta pada salah satu crew untuk menulis namanya dengan El_Habib. Entah kenapa beliau lebih nyaman dengan sebutan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Acara pemilsus komplek C tahun ini terasa kurang begitu meriah lantaran pelaksanaanya yang agak mendadak. Mungkin yang menjadi prinsip panitianya adalah yang penting jadi dan terlaksana. Lah dikon meriah piye, la wong personel panitianya Cuma ada dua orang yakni kang Habib sebagai ketua dan kang Rofiq santri kalem asal pati sebagai pendamping yang juga mantan ketua komplek c. ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, kang habib mengatakan “ panitia ra sah akeh-akeh, dua orang aja ngatasi kok” Wafiq surur roro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Malam itu yang menjadi Caket (calon ketua) ada empat orang santri yakni Kang Surur, Kang Muwafiq, Kang Roro Fatihin dan terakhir adalah Mas Didik (kang Dzikri). Sebetulnya rencana awal KPS hanya menetapkan 3 kandidat saja. Namun Pada saat malam pelaksanaan, tanpa diduga terdapat salah seorang santri yang masih tergolong santri baru walaupun sudah semester 7 yang mengajukan diri untuk menjadi calon raja kerajaan komplek c. Dia adalah Kang Dzikrullah, Arek Suroboyo. Ia maju sebagai caket dari jalur independent. Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya KPS komplek C mempersilahkannya untuk maju sebagai calon pak plek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pesta demokrasi kali ini akhirnya justru dimenangkan oleh calon dari jalur independent, yakni mas didik. Bisa dimaklumi memang, karena dari segi pengalaman, mas didik ini termasuk santri yang kenyang akan pengalaman. Betapa tidak, sebelum nyantri di Nurul ummah, ia sempat mondok di PP. Wahid Hasyim, semasa aliyah ia pernah singgah di PP.Tebuireng Jombang dan  sewaktu Tsanawiyah ia juga ngangsuh kaweruh di PP. Denanyar Jombang. Wah bisa dibayangkan, betapa santrinya mas didik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sementara itu posisi kedua ditempati oleh kang Muwafiq, disusul kang surur dan kang Roro Fatihin. Semoga melalui pesta demokrasi kali ini, komplek C lebih maju dengan nahkoda barunya, Mas Didik. Amin…! (El_Ch)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-3029990139808807079?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/3029990139808807079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/karpet-pemilsus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/3029990139808807079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/3029990139808807079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/karpet-pemilsus.html' title='Karpet-Pemilsus'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-6267970704878315997</id><published>2009-02-03T09:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T09:01:54.425-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Lelaki di Balik Pintu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Malam yang dingin, pengurus masih sibuk kamar-kamar di kompleks itu kalau-kalau masih ada santri di kamar yang tidak mengikuti kegiatan. Kamar nomor satu kosong, kamar nomor dua kosong juga. Tapi ada yang sedikit aneh di kamar nomor dua itu. Pintu tidak bisa dibuka lebar. Padahal sebelumnya tidak seperti itu. Maka dilihatlah sesuatu di balik pintu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seperti hari-hari biasa, tiada yang istimewa. Tak ada yang kelihatan berbeda. Hanya rembulan yang terlihat mengintip di ufuk timur. Bulat penuh. Berwarna keemasan. Terlihat indah tanpa adal setitik awanpun mengurangi keindahannya.&lt;br /&gt;Tahun-tahun sebelumnya, bulan ini seharusnya sudah mulai masuk musim penghujan. Tapi entah, musim kemarau tahun ini lebih lama. Malam yang dingin, angin sepoi-sepoi yang beku mencubit kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki terlihat tidur-tiduran diatas sebuah kursi panjang terbuat dari mambu di depan kelas yang lampunya belum dinyalakan. Gelap. Di depan kelas, sebuah lampu menyala. Seekor serangga malam terbang mengitarinya. Sesekali serangga itu menabrakkan badannya yang ringkih ke lampu yang tetap berpijar. Beberapa kali setelah menabrakkan badannya ke lampu itu, jatuhlah ia ke lantai bersama beberapa serangga lain yang telah mendahuluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu, matanya nanar menatap ke arah langit-langit depan kelas. Sendiri. Kadang suara jangkrik menemani kesendiriannya. Beberapa menit lagi sekolah diniyah ba'da maghrib itu akan dimulai di kelas itu tapi masih belum ada satupun santri yang datang, masuk ke kelas.&lt;br /&gt;Ba'da maghrib merupakan jam masuk diniyah ke dua. Sebelumnya, setelah ashar, di kelas yang sama para santri menuntut ilmu. Nanti ba'da isya' juga masuk lagi. Biasanya sorogan, baca kitab, atau musyawaroh.&lt;br /&gt;Lelaki itu masih menatap langit-langit depan kelas. Kelas yang gedungnya berada beberapa puluh meter dari komplek kamarnya. Gedung berlantai tiga. Beberapa santri telah masuk kelas. Melewatinya dalam diam. Beberapa menyapanya. Satu dua orang yang dia timpali, "iya... .".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kelas penuh dengan para santri, hanya beberapa kursi saja yang kosong, ustadz juga telah masuk, baru ia masuk kelas. Diiringi oleh berpuluh-puluh pasang mata yang telah duduk di kursi masing-masing. Sekitar dua puluh sampai tiga puluh orang santri menempati kelas itu. Hanya lelaki, tak ada perempuan. Kelas perempuan ada sendiri di samping tembok masjid sebelah timur masak.. Beberapa detik kemudian ustadz memanggil nama-nama santri yang tercantum dalam presensi," Wagiyo". "Hadir... .", yang merasa namanya di panggil angkat suara. "Sugiono... . Sururuddin...", suara bapak ustadz. Yang namanya merasa di panggil kembali menjawab, "Hadir". "Syamsuddin... ... ... ... . saya... .". Khoirul Anam,... . hadiiir". "Arif Trianto Hidayat, Hamdan Asyrofi, Syarif Hidayatulloh, Nisfi Maghfurin, Roro Fatihin, Mahfudz Ali... Hadir... .". Rha... .Ya... ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rha, nama yang keren untuk seorang santri. Umumnya nama-nama santri berbau arab seperti Syarif Hidayatulloh, Mahfudz Ali, Muhammad Kholid Ali Usamah. Atau paling tidak terdapat kata "din" seperti Syamsuddin, atau Sururuddin. Atau berbau Jawa seperti Wagiyo dan Sugiono yang agar terdengar lebih keren dipanggil Ugik. Tapi ada juga nama yang agak aneh, mungkin seaneh orangnya. "Yuliadi Ponda". Kadang ditambahi "Marabunta" pada akhir nama tersebut. Kata pemilik nama itu, PONDA asluhu PANDAWA, 'ala wazni fa 'a la. Lalu Yuliadi-nya? Santri-santri yang lain kadang mengejeknya dengan membuang huruf "di" diakhir kata. Menjadi "Yulia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apalah arti sebuah nama. Hanya sebuah identitas diri. Orang mengenal orang lain dengan tanda-tanda tertentu dan panggilan tertentu itu sedah cukup. Tapi ada yang berpendapat, nama adalah do'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah adzan Isya' dikumandangkan, setelah dari berpuluh-puluh, beratus-ratus, beribu-ribu masjid, surau, musholla, dan langgar suara iqomah terdengar, pelajaran diniyah ba'da maghrib selesai. Santri-santri kembali ke kompleknya masing-masing. Ada pula yang masih mampir di angkringan atau koperasi depan pondok. Sebagian yang lain ada yang menyulut rokok, ngobrol dengan temannya atau ke kulah. Bagi santri yang rajin langsung wudhu, ambil sajadah atau surban dan langsung ke masjid untuk sholat sunnah atau membaca al-Qur'an sembari menunggu iqomah di masjid pondok. Memang biasanya iqomah di pondok ini lebih lama atau dapat dibilang telat dari masjid-masjid yang lain, mungkin untuk memberikan waktu bagi santri yang masih diniyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teet..teeet..... teeeet..... teeet..... teeeet.... teeeeeeeeeeeeeeeet.......berkali-kali bel berbunyi meraung-raung, menjerit-jerit, mengerang-erang tanda iqomah di masjid sebentar lagi akan dikumandangkan. Beberapa pengurus memasuki kamar-kamar dengan mengetoki pintu kamar agar para santri segera pergi ke masjid untuk berjamaah. "Ayo kang, Jama'ah... . Jama'ah... . Jama'ah... .Wes qomat... . wes qomat... .wes qomat... ."&lt;br /&gt;Dan... .setelah jamaah usai dengan wiridan-nya, para santri bersiap untuk mengikuti kegiatan diniyah ba'da Isya'. Lagi-lagi pengurus turun ke komplek-komplek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang dingin, pengurus masih sibuk ke kamar-kamar di kompleks itu kalau-kalau masih ada santri di kamar yang tidak mengikuti kegiatan. Kamar nomor satu kosong, kamar nomor dua kosong juga. Tapi ada yang sedikit aneh di kamar nomor dua itu. Pintu tidak bisa dibuka lebar. Padahal sebelumnya tidak seperti itu. Maka dilihatlah sesuatu di balik pintu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan benarlah. Seorang lelaki terlihat meringkuk sendirian dibalik pintu itu. Penguruspun berkata, "Ayo ngaji Rha.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADM. Selasa, Januari 13, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-6267970704878315997?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/6267970704878315997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/lelaki-di-balik-pintu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6267970704878315997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6267970704878315997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/lelaki-di-balik-pintu.html' title='Lelaki di Balik Pintu'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-1741011882261640670</id><published>2009-02-03T08:57:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T09:10:00.127-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulama Harismatik'/><title type='text'>H. Mahmud Yunus</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapa dan Apa Latar Belakangnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang belum pernah melihat kamus bercover hijau dengan tebal setebal novel lascar pelangi? Pasti tak ada! Ya kamus hijau itu adalah kamus arab-indonesia yang ditulis oleh Mahmud Yunus. Tak banyak dari kita yang tahu lebih mendalam dengan salah satu tokoh Islam yang satu ini. Maka dari itu kali ini as-Sibaq dengan eklusiv akan menyajikan untuk kang-kang dan mbak-mbak santri semua.&lt;br /&gt;Mahmud Yunus, beliau adalah seorang tokoh islam yang memperjuangkan masuknya pendidikan agama di sekolah umum dan juga memperjuangkan berdirinya PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri). Bayangkan jika tak ada beliau, niscaya sekolah yang notabene umum akan kering dari ajaran-ajaran agama dan santri Nurma yang mayoritas nyambi kuliah di UIN Suka nggak pernah ada.&lt;br /&gt;Mahmud Yunus lahir di Sungayang, Batusangkar, Sumatera Barat, pada hari Sabtu tanggal 10 Februari 1899 (berarti bulan ini dongs ulang tahunnya, met ultah ya Pak …). Ayahnya bernama Yunus bin Incek. Ibunya bernama Hafsah binti M. Tahir. Dari jalur ibu, Mahmud Yunus adalah keturunan seorang ulama besar di Sungayang, bernama Muhammad Ali.&lt;br /&gt;Dikala kecilnya Mahmud Yunus belajar membaca kitab suci Al-Qur’an dan bahasa arab langsung kepada kakeknya sendiri, M. Tahir. Hal ini dilakukan pada malam hari, sedangkan di siang hari beliau sekolah di Sekolah Rakyat (setingkat SD) yang hanya dijalaninya sampai kelas tiga. Nah, sesudah beliau khatam al-Qur’an, beliau menggantikan kakeknya sebagai guru.&lt;br /&gt;Karena merasa bosan dengan pelajaran yang diulang-ulangi di kelas empat, beliau lantas pindah ke madrasah yang berada di Surau Tanjung Pauh, bernama Madrsah School, yang diasuh oleh HM. Thaib Umar, seorang tokoh pembaharu islam di Minangkabau.&lt;br /&gt;HM. Umar thaib inilah yang banyak memberikan pengaruh terhadap pembentukan keilmuan Mahmud Yunus. Melalui karya-karya gurunya, Mahmud dapat menyerap semangat pembaruan islam yang dibawanya. Misalnya dalam kitab Al-Munir, ditekankan penguasaan pengetahuan umum serta bahasa Eropa. Karenanya, para santri di surau HM. Umar diwajibkan mempelajari ilmu agama, bahasa eropa maupun pengetahuan umum. Tujuannya agar para santri dapat juga memanfaatkan ilmu-ilmu tersebut bagi peningkatan umat dan perkembangan islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sepak Terjangnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali prestasi-prestasi yang dicapai oleh Mahmud Yunus. Diantaranya adalah sebagai pemrakarsa berdirinya perkumpulan pelajar islam di Sungayang yang bernama Sumatera Thawalib. Dia juga mendirikan majalah al-Munir al-Manar di Padangpanjang, al-Bayan di Bukit Tinggi dan al-Itqan di Maninjau.&lt;br /&gt;Seringnya berinteraksi dengan gerakan pembaharu, mendorongnya untuk menimba ilmu lebih jauh di Mesir. Taidak mudah hasrat diwujudkannya, berbagai kendala pun dihadapinya. Namun kegigihan beliau mampu mengantarkan ke negeri sungai nil, tepatnya di Al-azhar Kairo. Setelah dari universitas Al-Azhar, mahmud melanjutkan studinya di Darul Ulum Al-Ulya, mesir. Ia dapat meraih syahadah ilmiah serta tercatat sebagai mahasiswa Indonesia pertama di Darul Ulum al-Ulya yang mendapatkan ijazah Tadris.&lt;br /&gt;Dia juga pernah menjabat sebagai dekan dan guru besar di IAIN Syarif Hidayatullah (sekarang UIN) di fakultas Tarbiyah, menjadi rector IAIN Imam Bonjol padang pada tahun 1966-1071. dia juga menerima doctor honoris causa dalam ilmu tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pelopor Masuknya PAI di Sekolah Umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan besar telah dilakukan oleh Mahmud Yunus ketika menjabat sebagai KEpala Penghubung Pendidikan Agama pada Departemen Agama di Jakarta pada tahun 1951, yakni dimasukkannya pendidikan agama islam di sekolah-sekolah umum. Saat itu menteri agama adalah ayah dari KH Abdurrahman Wahid, yaitu KH. Wahid Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seorang Penulis Buku yang Produktif &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sibuk dengan tugas yang berat, namun Mahmud Yunus masih bisa menyempatkan dirinya untuk menulis buku-buku dari gagasan-gagasannya. Diantara yang sering kita kenal adalah kamus yang ijo itu lho! Beliau telah menulis 49 buku 27 buku dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt;Diantara karya-karyanya yaitu: POkok-pokok Pendidikan/Pengajaran (Dikdatik Umum), MEtodik Khusus pendidikan agama, Sejarah Pendidikan Islam Indonesia, Tafsir Al-Qur’an 30 Juz, Kamus Arab-Indonesia, al-Adyan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Minatnya yang mendalam dalam bidang tafsir serta bahasa arab telah mendorongnya untuk menulis kitab tafsir al-Qur’an yang menjadi karya monumentalnya, Al-Qur’anul Karim. Bayangkan saja, beliau mulai menulis tafsir tersebut saat usianya masih sangat muda yaitu 23 tahun. Yaitu dimulai pada bulan November 1922 yang dilakukan dengan berangsur-angsur hingga genap 30 juz. Perlu diketahui bahwa menulis kitab tafsir pada saat itu merupakan sebuah tindakan yang cukup berani. Pasalnya, saat itu masih sangat subur suatu pandangan yang mengatakan bahwa menerjemahkan al-Qur’an hukumnya haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beliau Wafat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tokoh pembaharu pendidikan ini wafat pada tanggal 16 Januari 1983 dalam usia 83 tahun. Ia pulang ke rahmatullah di kediamannya kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, akarta Pusat. Sehari kemudian jenazahnya dimakamkan di pemakaman IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.&lt;br /&gt;Walaupun beliau telah meninggalkan kita, namun karya-karyanya masih bisa kita serap manfaatnya. Spirit keilmuannya seharusnya mampu memompa semangat generasi islam Indonesia, khususnya santri Nurul Ummah. (Diintisarikan dari buku jejak 101 TOKOH ISLAM INDONESIA) _fu_&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-1741011882261640670?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/1741011882261640670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/ulama-harismatik-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/1741011882261640670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/1741011882261640670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/ulama-harismatik-h.html' title='H. Mahmud Yunus'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-355421283249146226</id><published>2009-02-03T08:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T08:57:19.126-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suara Sumbang Santri'/><title type='text'>Masukan.. .Feb..</title><content type='html'>Mengkritik memang sangat mudah, dan orang yang mengkritik belum tentu kuat untuk dikritik. Namun jika tak ada yang mengkritik, dari mana kita akan berbenah? Inilah sebabnya as-Sibaq masih menampilkan rubric ini. Siapapun yang bicara akan kami suarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KETIKA JUMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh KANG SANTRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Hamba Allah yang Mutaakhir Sering Berangkat Jumat di Akhir-Akhir]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ngobrol ngalor-ngidul menjadi bumbu kehidupan yang wajar. Kendati ngobrol menjadi kewajaran dalam kehidupan harian, namun jika ngobrol di kamar saat khutbah jumat (bagi santri putra) bukanlah menjadi kewajaran lagi.&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini penulis tidak akan menampilkan dalil-dalil terkait bagaimana adab seorang santri atau meluasnya kaum muslimin ketika waktu shalat jumat datang, sebagaimana dalam surah al-jumuah yang menyeru manusia untuk bersegera shalat (jumat) dan meninggalkan jual beli. Selain para sidang pembaca sudah begitu familiar dengan dalal-dalil senada perintah mengerjakan shalat jumat tersebut, penulis sendiri masih minim dengan dalil-dalil tersebut. Pendek kata para pembaca lebih tahu dibanding penulis.&lt;br /&gt;Dalam uraian singkat ini penulis hanya akan menyuguhkan peristiwa yang dalam tempo ini menjadi kegelisahan. Kurang lebih dua kali penulis mutakhir harus kejar-kejaran dengan waktu untuk dapat melaksanakan shalat jumat. Pada kesempatan tersebut terpaksa, saat adzan shalat jumat pertama belum berada di masjid. Penulis masih mempersiapkan diri atau bahkan pulang dari tempat ‘kesibukan’ sebelumnya.&lt;br /&gt;Tidak beberapa lama adzan ke dua dikumandangkan. Penulis langsung ke kulah untuk mengambil air wudlu. Sebagai seorang santri, sangat menyesal penulis melakukan hal-hal semacam. Selain itu malu jika nanti terlihat teman-taman santri atau bahkan pengurus pondok. Pun demikian, terdapat kekagetan yang luar biasa saat penulis lewat di depan salah satu kamar tetangga. Apa yang penulis lihat, di sana terdapat teman-teman masih duduk ngobrol ngalor ngidul menyaingi sang khotib menyampaikan materi. Mereka hanya berpakaian kaos sambil tiduran dan di tangannya terselip rokok. Tak lupa di sampingnya juga ada satu atau dua gelas kopi kental yang kelihatannya dipakai minum bersama. “Masya allah…” itulah kata yang dapat kuucap dalam hati.&lt;br /&gt;Dari sini penulis sangat merasa prihatin dengan keadaan ini. Ya, semoga tulisan yang tidak bermutu ini ada yang membaca, dapat dipahami, diresapi dan dapat meningkatkan kualitas keagamaan kita di masa yang akan datang. Semoga!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MDNU Kotor &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; “Gedung MD NU Kotor, khususnya lantai tiga, banyak sampah plastic dan jajan-jajan gitu… “ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Kukuh Irwandi]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pondok Mulai Rawan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Melihat kondisi lingkungan pondok yang sekarang tidak begitu kondusif lagi, seperti kasus rombongan HP hilang di kompleks D, juga di Kamar A1 yang kehilangan HP dan dompet beserta isinya padahal pada waktu sholat di masjid, maka dirasa perlu dibentuk keamanan lingkungan. Mungkin konsepnya dapat berbentuk ronda 24 jam terutama pada aktu-waktu sepi dan rawan.&lt;br /&gt;Pada waktu kegiatan juga dijadwal jaga. Selain itu tentunya pemilik barang juga mestinya meletakkan barangnya tidak sembarangan dan di tempat yang aman. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Fahmi A4]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-355421283249146226?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/355421283249146226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/masukan-feb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/355421283249146226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/355421283249146226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/masukan-feb.html' title='Masukan.. .Feb..'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-1829129024051474695</id><published>2009-02-03T08:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T08:53:31.258-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Request'/><title type='text'>Request Lagu Feb..</title><content type='html'>Masih ingatkah kalian dengan yang namanaya Derbi Romeo, ah mungkin nggak ingat, soalnya dulunya juga nggak kenal. Yang jelas cowok yang dulu terkenal karena main sama Sherina pada tahun 90-an akhir di dalam sebuah film yang berjudul Petualangan Sherina ini tahun 2008 akhir mulai meniti karir di dunia tarik suara.&lt;br /&gt;Tapi jangan punya anggapan sedikitpun bahwa Derbi yang sekarang sama dengan Derbi yang dulu. Sherina saja kan beda dari yang dulu yang imuet, sekarang …?&lt;br /&gt;Yah daripada kita nyanyinya nggak kenal lirik, lebih baik lihat saja lirik2 berikut ini …!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gelora Asmara-Derby Romeo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari: Afif&lt;br /&gt;Buat semua teman-teman&lt;br /&gt;Ucapannya: selamat mengemban tugas sebagai santri. Oh ya akhussu nakhussu khususon ilalmakhsus buat teman-teman penghuni kamar computer yang sering telat bangun pagi: Ga usah ngoyo dadi uwong, sante wae lek … belanda sudah jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datanglah nyatakanlah cintamu&lt;br /&gt;Katakan bahwa kau mengingankan diriku&lt;br /&gt;datanglah bawalah bunga-bunga&lt;br /&gt;agar kau dapat membuat diriku terbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku disini duduk manis menantimu&lt;br /&gt;Akupun ingin membuat kau tak menyesal&lt;br /&gt;Bahwa kau telah memilih diriku ini&lt;br /&gt;Yang akan terus membuat hidupmu indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datanglah nyatakan janji cinta&lt;br /&gt;Yang akan kau ucapkan itu yang terakhir&lt;br /&gt;Datanglah bawalah aku pergi&lt;br /&gt;Bersama dengan semua gelora asmara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku disini duduk manis menantimu&lt;br /&gt;Akupun ingin menbuat kau tak menyesal&lt;br /&gt;Bawa kau telah memilih diriku ini&lt;br /&gt;Yang akan terus membuat hidupmu indah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-1829129024051474695?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/1829129024051474695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/request-lagu-feb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/1829129024051474695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/1829129024051474695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/request-lagu-feb.html' title='Request Lagu Feb..'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-8256594207382805443</id><published>2009-02-03T08:49:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T09:12:18.842-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Puisi FAFA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puisi Satu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bukan karena kehendakmu&lt;br /&gt;Sudah kumaki perpisahan&lt;br /&gt;Kalau bukan karena kemauanmu&lt;br /&gt;Sudah kulaknat perpisahan&lt;br /&gt;Kalau bukan pilihanmu&lt;br /&gt;Sudah kuhapus perpisahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai perpisahan bukan rencanamu&lt;br /&gt;Yang telah kau atur dengan teratur&lt;br /&gt;Yang telah kau tatu dengan sempurna&lt;br /&gt;Yang kau berikan dengan senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ia datang sendiri&lt;br /&gt;Bertemu denganku&lt;br /&gt;Bertamu kepadaku&lt;br /&gt;Dengan segala kesendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kuminumkan  kepadanya minuman perpisahan&lt;br /&gt;Agar ia tak lagi bertamu setelah menjumpaiku&lt;br /&gt;Karena ia telah merasakan&lt;br /&gt;Betapa pahitnya perpisahan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-fafa-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puisi Dua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutulis rasa ini karena tak sanggup lagi menahan diri&lt;br /&gt;Mungkin kau yang disana tak sempat membacanya&lt;br /&gt;Namun bukankah perasaan tak terkekang ruang dan zaman?&lt;br /&gt;Baiklah jika kau telah: mati rasa!&lt;br /&gt;Tak merasa apa yang kurasa …&lt;br /&gt;Tak peduli apa yang terjadi …&lt;br /&gt;Bagaimana dengan sang pencipta rasa&lt;br /&gt;Yang menghembusan cinta, gundah, bahagia, segalanya …&lt;br /&gt;Mungkinkah dia membiarkan sia-sia…?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-fafa-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puisi Tiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu adalah huruf&lt;br /&gt;Yang tak terbaca&lt;br /&gt;Tanpa perbuatan&lt;br /&gt;Perbuatan adalah huruf&lt;br /&gt;Yang tak berarti&lt;br /&gt;Tanpa ketulusan&lt;br /&gt;Ketulusan adalah huruf&lt;br /&gt;Yang tak berguna&lt;br /&gt;Tanpa penyerahan&lt;br /&gt;-fafa-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puisi Empat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu tak ubahnya api&lt;br /&gt;Hanya api membakar nyata&lt;br /&gt;Tapi rindu membakar maya&lt;br /&gt;Mayaku sedang membara&lt;br /&gt;Namun air yang kau damba&lt;br /&gt;Tak kunjung tiba&lt;br /&gt;Bahkan cenderung tak bersedia&lt;br /&gt;Benarkah …?&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-fafa-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Fafa:&lt;/span&gt; adalah nama pena seorang kang santri asal Jawa Timur yang sekarang sedang bergelut dengan risalah MDNU-nya demi meraih gelar sarjana NU bersama teman-teman seangkatannya. Kebiasaannya menyendiri dan tafakkur (bahasa gaule nglamun) ternyata memberikan dampak yang cukup bagus. Yaitu munculnya puisi-puisi ini. Walaupun puisinya baru kali ini dipublikasikan, namun sangat waaaau! Sarat dengan makna hidup dan cinta serta ilmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-8256594207382805443?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/8256594207382805443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/puisi-satu-kalau-bukan-karena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/8256594207382805443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/8256594207382805443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/puisi-satu-kalau-bukan-karena.html' title='Puisi FAFA'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-7565797483028681784</id><published>2009-02-03T08:47:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T08:49:19.754-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>TIDURNYA PARA PENJAGA MALAM</title><content type='html'>Sebagaimana yang kita tahu, setiap hari, setiap malam setelah jam 12.00 dari emper kompleks B terdengar  suara radio. Tidak di tegur oleh keamanan? Memang, karena radio tersebut di hidupkan untuk menemani para santri yang ronda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam telah dijawdwalkan ronda bagi para santri yang telah ditempel di depan kompleks A. Per kamar. Sebelumnya, pagi dan sore kamar yang di jatah ronda itu juga mendapatkan jatah piket halaman. Menyapu, mengumpulkan sampah, menaruh pada keranjang sampah, dieteruskan ke gerobak dan dibuang di tempat pembuangan sampah sebelah utara lapangan Karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang pihak kamar lupa akan tugasnya untuk piket halaman, jadi teman-teman santri yang lain mengingatkannya baik langsung menuju kamar dan diberitahukan ataupun lewat speker.Biasanya jika malam harinya ronda, pagi harinya anggota kamar itu di bebaskan dari kegiatan ngaji pagi. Jika bertepatan hari Ahad dan terkena jatah mempersiapkan Pengajian Ahad Pagi, mulai membersihkan masjid, menyiapkan tikar, al-Qur’an dan speker, juga membuat wedhang t e h sekaligus menyuguhkannya, maka biasanya pada piket kali ini diganti oleh kamar pada jadwal setelahnya. Jika kebagian piket Kulah pada siang harinya, maka biasanya pada piket kali ini juga diganti oleh kamar pada jadwal setelahnya.&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini semakin jarang terdengar teriakan dari kang santri yang ronda pada sekitar jam 3 dinihari. Padahal biasanya dulu sering sekali terdengar teriakan tersebut, ”Kang…sahur kang.. sahur… sahur …sarapan…sarapan.. sarapan…”. Yang berarti semakin jarang kamar-kamar yang kebagian ronda untuk masak. Kalaupun masak paling-paling cuma air panas buat  kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu ronda sendiri pak Farikhin selaku ketua keamanan menyarankan atau menghimbau agar ada anggota kamar yang kebagian ronda untuk berkeliling pondok. Selain untuk menjaga keamanan pondok juga agar dzikir, wirid, sholawat atau baca surat-surat tertentu dan pada ujung atau pojok-pojok pondok agar di adzani. Hal itu tidak lain dan tidak bukan untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mageri&lt;/span&gt; pondok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena sekarang, beberapa anggota kamar yang bertugas piket ronda ternyata pada saat ronda tertidur, entah di tidur-tidurkan. Faktornya pun bermacam-macam, mulai lelah karena aktifitas hari itu yang padat, malam sebelumnya melekan, ataupun yang lain. Tapi bagaimanapun juga, kewajiban ronda, menjaga keamanan pondok di malam hari tetap harus dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini telah disinggung juga oleh bapak ketua pondok putra, bapak Aris Syadzili dalam pengarahan beliau pada akhir kegiatan malam jumat beberapa minggu yang lalu yang intinya mestinya santri itu konsekwen. Jika subuh seteelah sholat subuh tidak mau di bangunkan karena alas an ronda, ya jangan tidur. Kiranya benar apa yang dikatakan bapak Aris tersebut, mari kita sebagai santri bersama-sama membangun keamanan pondok kita. Dari kita dan manfaatnya untuk kita juga. -ADT-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-7565797483028681784?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/7565797483028681784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/tidurnya-para-penjaga-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/7565797483028681784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/7565797483028681784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/tidurnya-para-penjaga-malam.html' title='TIDURNYA PARA PENJAGA MALAM'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-3055730942218241018</id><published>2009-02-03T08:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T08:47:21.862-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komplek B'/><title type='text'>Baliho-Wastafel</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BALIHO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap melihat tv malam ahad dan malam jum’at, tembok di belakang para santri yang senden bergerak-gerak. Bukan karena gempa., melainkan terdapat tripleks dan di baliknya terdapat tulisan dan garis-garis berisi susunan pengurus yang tertutup tripleks tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa ribu uang yang dipakai untuk membuat “baliho” tersebut. Tapi dari pada terbengkalai hanya sebagai tempat senden -bagi penikmat tv, apakah tidak lebih baik di pasang di tempat yang strategis untuk dapat melihat susunan pengurus tersebut. Sehingga dapat berguna sebagaimana mestinya. Duit santri je …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wastafel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplek B yang bangunannya terlihat mewah dari arah depan, ditambah lagi dengan karpet dan lemari yang semakin membuat megah seakan ternodai dengan wastafel depan kamar mandi komplek B yang kotor, kumuh dan njelehi.&lt;br /&gt;Warna wastafel yang awalnya hijau menjadi belang-belang. Mbok yo oo di buat jadwal piket agar orang yang lewat terutama tamu tidak terganggu akibat hal sepele seperti ini. Tak hanya itu saja, kamar mandi juga sering mengeluarkan bau yang menyeramkan dan nggak enak bangets. Pertanyaannya adalah: siapakah yang berhak membersihkan keduanya? Apakah kamar yang piket kulah ketika hari ahad? Ato yang sering make? Mintalah fatwa pada hatimu, siapakah yang lebih berwenang…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-3055730942218241018?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/3055730942218241018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/baliho-setiap-melihat-tv-malam-ahad-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/3055730942218241018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/3055730942218241018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/baliho-setiap-melihat-tv-malam-ahad-dan.html' title='Baliho-Wastafel'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-6797585283165003093</id><published>2009-02-03T08:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T08:44:51.012-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komplek A'/><title type='text'>PAPAN INFO</title><content type='html'>Ada pemandangan yang sedikit berbeda ketika kita berjalan di lorong komplek a, tepatnya di dinding sebelah utara. Sebelumnya pada dinding tersebut hanya ada 2 figora kecil menempel yang berisi foto dan wasiat romo yai dan disampingnya terdapat tempat mangkal mading ini. Namun setelah terjadi rolling dengan pasangan serasi as sibaq yakni as sabiq, dinding tersebut dipasang papan informasi khusus MDNU putra. Ketika mading as sibaq masih terpampang didinding sebelah utara komplek A, papan informasi itu belum dipasang, mungkin karena tidak muat, sebab kita semua tahu bahwa mading as sibaq adalah mading yang bukan sembarang mading dimana bentuk dan ukurannya super jumbo yang sanggup memenuhi hampir seluruh bagian diinding utara komplekA. Praktis, tak ada tempat lagi untuk memasang sesuatu di sana. Papan info tersebut baru dipasang setelah giliran  mading cantik as sabiq nongkrong di asrama putra.  karena bentuk dan ukuran dari as sabiq yang terbilang mini dan feminim, maka dindingnya pun masih menyisakan banyak tempat. Nah kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh pihak MDNU untuk memasang papan info tersebut.&lt;br /&gt;Entah apa motif pihak MDNU menambah papan info. Padahal papan info umum yang berada di dinding sebelah selatan komplek A terbilang jumbo bahkan jumbonya melebihi ukuran Mading ini. Tentunya papan info umum tersebut masih muat untuk segala info, baik itu info asrama pondok maupun MDNU.+&lt;br /&gt;Kehadiran barang baru yang menempel di dinding utara komplek A tersebut, membuat bingung crew as sibaq. Para crew harus memikirkan mau ditempatkan di mana mading as sibaq selanjutnya. Ketika tulisan ini dibuat para crew masih bingung dan belum menentukan dimana akan ditempel mading as sibaq edisi berikutnya.&lt;br /&gt;Rencananya para crew akan menggelar rapat darurat untuk membahas peletakan mading ini. Mudah-mudahan as-sibaq dapat menemukan tempat strategis. (El_ch)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-6797585283165003093?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/6797585283165003093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/papan-info.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6797585283165003093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6797585283165003093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/papan-info.html' title='PAPAN INFO'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-2546577164902210228</id><published>2009-02-03T08:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T08:43:29.020-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor Santri'/><title type='text'>Humor Feb..</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HUMOR SANTRI 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SHALAT DENGAN EMPAT TASYAHUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Suatu hari terjadi percakapan antara tiga orang santri. Mereka adalah Karjo, Paimen dan Marjono. Dengan ditemani segelas kopi untuk joinan dan djarum super sebungkus, mereka terlihat asyik ngobrol ngalor ngidul. Saking asyiknya, pembicaraan mereka sampai menyinggung masalah hukum.&lt;br /&gt;Karjo: “ eh ternyata sholat itu ada yang tasyahudnya empat kali loh…”&lt;br /&gt;Marjono: “wah jangan ngawur kamu jo..!masa sholat tasyahud sampe 4 kali, yang ada tu maksimal 2 kali, jangan main-main sama hukum loh”&lt;br /&gt;    Si Paimen yang dikenal ahli dalam pelajaran fiqh yang juga tersohor dengan keberaniannya dalam memunculkan ide-ide liberal, mencoba menimpali.&lt;br /&gt;Paimen: Gini loh jo…, kamu itu jangan sembrono membuat hukum baru, masa sholat tasyahud ditambah sampe 4 kali. Itu bid’ah namanya”&lt;br /&gt;Karjo: “Bid’ah piye to? Ni bukan bid’ah, tapi ketentuan fiqh memang seperti itu!”&lt;br /&gt;Marjono: (Dengan agak kesal) “kowe ki jan…dah dikasih tau ma orang yang ngerti fiqh kok ngeyel to”&lt;br /&gt;Karjo: “jo ngeceh aq dab…! Gini-gini aku juga pernah ngaji fathul wahab..!”&lt;br /&gt;Paimen: (berusaha menengahi), “wes-wes…ngene loh, yang dikatakan jono kuwi memang benar, sejauh pemahaman dan pengamatanku terhadab kitab-kitab fiqh dan pendapat para pemikir kontemporer seperti Nashr hamid, M. Syahrur, Hasan Hanafi dll, belum ditemukan sholat yang tasyahudnya empat kali, mereka belum berani ijtihad seliberal itu”&lt;br /&gt;Karjo: “ Kalau begitu pemahaman dan pengamatanmu kurang teliti men…”&lt;br /&gt;Paimen: (tidak terima) “ kok isoh? Jal jelaske, sholat apa yang kamu maksud?”&lt;br /&gt;Karjo: (Dengan logat khas jawa timur, ia menjelaskan), “ ngene loh rek...., jawabannya ya sholatnya makmum masbuq yang ketinggalan satu rokaat dalam sholat Maghrib, sementara imam masih dalam keadaan duduk takhiyat awal”&lt;br /&gt;Marjono: (Bingung) “maksute piye?”&lt;br /&gt;Karjo: “Gini, sekarang aku Tanya kalian, sholat maghrib ada berapa rokaat dan berapa kali tasyahud ?”&lt;br /&gt;Paimen: “ yo cetho 3 rokaat dan 2 kali tasyahud now..”&lt;br /&gt;Karjo: “trus, kalo makmum masbuq yang ketinggalan satu rokaat di saat imam tasyahud awal, dia boleh langsung duduk mengikuti imam nggak?”&lt;br /&gt;Marjono: “boleh donk”&lt;br /&gt;Karjo: “ya sudah jelas to, sekarang hitung sendiri jumlah tasyahud yang dilakukan makmum tadi?”&lt;br /&gt;Paimen: “iya yah.., betul juga, kadang-kadang kamu juga cerdas, tapi itu kadang-kadang. Lebih sering kamu itu plongah plongoh…he he he!”(El_ch)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HUMOR SANTRI 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MAKAN TANPA SENDOK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Malam itu suasana di kantin pondok terlihat ramai. Banyak santri yang kelaparan dan ingin megobati rasa laparnya itu dengan njajan di kantin. Di antara mereka ada yang Cuma makan gorengan tempe atau bakwan, tapi ada juga yang makan nasi plus tempe berjaket seperti biasa. Kartolo, Salah seorang santri yang terkenal sebagai seorang ahli ilmu alat(Nahwu), ingin mengisi perutnya, dengan cekatan ia mengambil piring yang telah disediakan dan mengisinya dengan nasi beserta kuahnya. Sejurus kemudian ia duduk lesehan menikmati makanannya disamping temannya, Togog. Tiba-tiba ia bertanya pada Kartolo.&lt;br /&gt;Togog: “kenapa sih kalau makan kamu tidak pernah pakai sendok?”&lt;br /&gt;Kartolo: “ Aku makan tanpa sendok itu berdasarkan ilmu nahwu yang aku pelajari gog”&lt;br /&gt;Togog: “Emang hubungannya apa sama ilmu nahwu?, kayaknya nggak nyambung deh.”&lt;br /&gt; Kartolo: “eit..jangan salah gog..!, masalah ini sangat berkaitan dengan ilmu nahwu”&lt;br /&gt;Togog: “Ya sudah biar aku paham, buruan jelasin, apa dasarnya!”&lt;br /&gt;Kartolo: “ Sekarang coba kamu sebutin Nadhom Al fiyah yang ke 63    , ya itu dasarnya!”&lt;br /&gt;Togog: “ Dikon nyebutin piye? , Lah kamu sendiri kan tau kalau aku nggak hafal nadhomya, wes kamu aja yang nyebutin!”&lt;br /&gt;Kartolo “ ini loh baitnya, Wa fikhtiyarin la yaji’ul munfashil # Idza ta’atta an yaji’al muttashil.”&lt;br /&gt;Togog: “ Itu kan bait yang menjelaskan tentang dhomir, trus kaitannya apa dengan makan tanpa sendok?&lt;br /&gt;Kartolo: “Makanya didengarkan dulu, jangan asal motong pembicaraan, gini loh kamsute eh maksute…Dalam tingkah Ikhtiyar, artinya tidak dalam kondisi kepepet, tidak diperbolehkan mendatangkan dhomir munfashil (antara tangan dan nasi terpisah dengan bantuan sendok), selama masih memungkinkan untuk mendatangkan dhomir muttashil (antara tangan dan nasi bertemu secara langsung tanpa sendok). Lah pada saat ini kan aku masih dalam tingkah ikhtiyar, jadi ya pake sendok dech….! Dong Ra???”&lt;br /&gt;Togog: “ koe ki iso-iso wae, wes sak karepmu lah…………!” (El_ch)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERINGATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cerita humor ini sebagian adalah fakta dan sebagian yang lain adalah fiktif belaka(no 1 dan 2, lainnya bener-bener fakta), jika ada kesamaan nama tokoh dan tempat kejadian, itu semua hanyalah kebetulan Dan kami mohon kepada para pembaca As-Sibaq untuk sedikit menghargai tulisan di atas dengan sedikit tersenyum walaupun nggak lucu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;TERIMA KASIH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HUMOR SANTRI 3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tumbal Lupa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi masjid al-Faruq kembali menelurkan guyonan-guyonan yang benar-benar guyon. Sholat yang berdasarkan ijma’ sudah masuk dalam koridor ibadah mahdoh masih saja bisa menimbulkan ngakak.&lt;br /&gt;Kawan, kejadiannya begini kawan :&lt;br /&gt;Hari itu hari saya lupa harinya, yang jelas sholatnya sholat subuh. Sholat yang sering dikerjakan santri dengan mata masih merem melek. Aku kebetulan dan memang biasanya sholat masbuq, buru-buru takbir ihram untuk mendapatkan rokaat terakhir yang diimami oleh Pak Sofwandi. Ternyata aku tak sendirian karena banyak yang lainnya, termasuk kang Adri yang persis berada di sebelah kanan saya. Dia juga tertinggal satu rokaat, sama seperti saya.&lt;br /&gt;Maka setelah imam salam terakhir saya dan kru masbuk (tentunya kang adri juga) menyelesaikan satu rokaat lagi. Walaupun saya ataupun kang Adri nggak janjian(imam-makmum), tapi gerakan kami hampir bersamaan, beriringan dab! Wah koyo manten wae yo… maklum saja kami memang sudah bisa sholat sendirian.&lt;br /&gt;Sholat kami pada awalnya berjalan lancar-lancar saja, namun pada waktu sujud saya baru ingat bahwa ada sesuatu yang tertinggal. Bukan HP juga bukan catatan hutang. Ternyata yang tertinggal adalah doa qunut. Maka otomatis pikiran saya adalah sujud sahwi sebagai tumbalnya.&lt;br /&gt;Kang Adri yang posisinya sangat bisa terpantau oleh mata saya, walaupun saya lupa doa qunut, tapi kok gerakannya tak jauh beda dengan saya(maksudnya kecepatannya)? Ah … mungkin dia lebih cepat. Pikirku. Karena dia kan lebih lama mondoknya …&lt;br /&gt;Namun aneh, setelah saya rampung tahiyat akhir tapi belum salam, dan beranjak sujud sahwi, ternyata kang Adri juga melakukan sujud sahwi juga. Oalahhh lupa kok ya bareng-bareng. Hampir saja saya nyengir ketika melihat raut wajahnya ketika salam yang mungkin juga merasakan hal yang serupa dengan saya. _Fu_&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;HUMOR SANTRI 4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Santri Ngesot Hi ..hi ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suster ngesot, ada setan ngesot, ada juga santri ngesot!&lt;br /&gt;Ngaji Soheh Bukhori sudah dimulai sejak tadi, mataku sudah mulai memberat. Syetannya sudah bergelantungan dipelupuk mata. Ngaaaannnntuk sekali. Tapi tetep aku tahan, maksudnya aku tahan untuk tetap merem he he. Ya, kadang melek kadang merem, begitulah posisi mataku saat itu.&lt;br /&gt;Dudukku yang waktu itu di pintu tengah dimana biasanya Pak Yai Ahmad lewat memaksaku untuk tidak keterlaluan meremnya seperti santri yang ada di belakang-belakang (pokoknya serambi paling timur), apalagi yang nylempet-nylempet. Pasti kantuknya lebih ganas.&lt;br /&gt;Ada yang masuk, tapi banyak juga yang enggak masuk ngendikanya Pak Yai. Tapi nggak papa, yang penting ngaji dulu, urusan materi malah-malah pelaksanaan ilmu biar Allah saja saya meminta untuk memberi kemudahan.&lt;br /&gt;Waktu berjalan, malam merambat lambat sekali (perasaanku sih), akhirnya Pak Yai ngunjuk wedang jahe dan itu pertanda ngaji telah usai. Pak Yai salam lalu berdiri dan seperti biasa santri berebut paling awal untuk salaman dengan beliau. Disamping berharap berkah salaman, juga berharap wedang jahe anget yang masih cukup banyak. Siapa cepat dia dapat. Gratisss! Dapat berkah lagi.&lt;br /&gt;Yang tadinya tidur liyar-liyer pun nggak ketinggalan berebut salaman, yang dibelakang-belakang juga. Akhirnya masjidpun terlihat ramai. Ku coba menggerakkan kakiku untuk mengikuti langkah mereka, tapi yang terjadi apaaa? kakiku kaku. Seperti tak mau bergerak. Ku coba, ku coba lagi, tapi tetap saja masih tak bisa.&lt;br /&gt;Santri yang bersalaman sudah mulai menyepi karena memang sudah agak lama. Tapi kakiku masih kaku, sehingga tubuhku masih saja di jalan yang akan dilalui oleh Pak Yai. Akhirnya dengan pupus harapan dari bersalaman (apalagi wedang jahe yang biasa dibuat oleh salah satu kang kantin), untuk menghindar dari tempat itupun terpaksa aku ngesot kearah samping. Inilah keputusan terakhirku&lt;br /&gt;Sot … kesot … sot … kesot …&lt;br /&gt;Sot … kesot … sot … kesot …&lt;br /&gt;Sot … kesot … sot … kesot …&lt;br /&gt;Alhamdulillah setelah berjuang mati-matian akupun sudah tidak menghalangi langkah Pak Ahmad walaupun setelah itu beberapa kali aku mencoba menormalkan kakiku yang kesemutan tapi hasilnya lamban sekali. _Fu_&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;HUMOR SANTRI 5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEMBALIKAN SETENGAH KEPERJAKAANKU!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya agak tidak enak menceritakan kisah ini kepada sidang pembaca, selain karena sangat privasi dan juga bisa mengakibatkan pelaku yaitu saya bisa masuk pengadilan karena apa yang saya alami.&lt;br /&gt;Pada suatu malam yang senyap di lantai II masjid al-Faruq, saya sedang santai-santai mendengarkan radio Panasonik keluaran jaman ra enak. Meskipun sudah tidak modis, tapi saya sangat bangga, karena se komplek mahasiswa, hanya saya yang memiliki radio seperti ini. Udara pada malam itu gerah, karena mau hujan. Tidak tahan dengan hawa yang menyiksa itu, saya membuka kaos, hanya pakai celana saja. Dalam bahasa bodonya telanjang dadalah.&lt;br /&gt;Setelah begitu, keadaan terasa membaik, saya bisa mendengar radio dengan fly sambil membaca, sesekali terdengar suara dari balik tabir, pasti suara santri putri yang sedang diskusi kurang ilmiah (bahasa alusnya ngerumpi).&lt;br /&gt;Saya kadang-kadang kenal dengan suara itu, mungkin karena mereka pernah dulu satu kelas dengan saya ketika di SMANU (Sekolah Madrasah Aliyah Nurul Ummah) atau suara adik kelas saya.&lt;br /&gt;Karena mungkin saking terlenanya mendengarkan dangdut dari radio butut itu, saya tidak menyadari bahwa di pojok sebelah selatan dekat pintu telah berdiri dua makhluk asing. Hampir saja saya menjerit histeris, tapi tak kuasa mulut ini berucap. Mereka adalah santri putri. Saya yang telanjang dada tentu saja kaget luar biasa dengan kehadiran mereka. Dengan gerakan secepat kilat, kaos yang masih dalam jangkauan tangan saya saya raih. Setelah berpakaian layaknya manusia normal, saya mencoba menguasai keadaan.&lt;br /&gt;Ternyata si mbak tadi cuma mau nyuruh ngunci pintu yang ada di dekat tangga, saya ya tidak tahu, masak yang bawa kunci putra, wong yang biasa masuk ke wilayah kekuasaan putra di lantai dua ini santri putri.&lt;br /&gt;Dengan kejadian ini, sebenarnya saya masih trauma untuk bertelanjang dada di lantai II masjid al-Faruq, takut kehilangan setengah keperjakaan saya yang kedua kali. Ketahuan tidak pakai baju oleh santri putri. Pesan kepada santri putra yang biasa mangkal di lantai II masjid al-Faruq, jangan sekali buka baju di sana, apa lagi sampai ngga’ pakai celana sama sekali, karena bisa saja Anda adalah korban selanjutnya. (mar_co)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-2546577164902210228?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/2546577164902210228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/humor-feb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/2546577164902210228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/2546577164902210228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/humor-feb.html' title='Humor Feb..'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-5041089476847744803</id><published>2009-02-03T08:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T08:36:11.813-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Senyum Itu …</title><content type='html'>&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;Berjalanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;arah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;utara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;alun&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;alun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;kota&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;Setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;menemukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;pertigaan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;beloklah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;kiri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;sampai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;menemukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;perempatan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;Setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;sampai&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;perhatikanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;mereka&lt;/span&gt;! Di &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;pinggir&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;pinggir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;perempatan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;Mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;wajah&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;wajah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;bersih&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;penuh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;senyum&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;Walau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;beritahukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;bukanlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;penyanyi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;ataupun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;pelawak&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;kebanyakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;nyengir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;panggung&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;panggung&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;Meski&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;benar&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;benar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;tahu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;belakang&lt;/span&gt;’ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;mereka&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;Tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;perkawinan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;gagal&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;tindakan&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;tindakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;kriminal&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;sampai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;foto&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;foto&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;syur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;internet&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;diakses&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;siapapun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;terkecuali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;anak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;anak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;walau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;katanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;negeri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;memblokir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;situs&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;situs&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;itu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;Tapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;nyatanya&lt;/span&gt;? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;Jangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;tanyakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;diriku&lt;/span&gt; … Yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;tahu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;tersenyum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;panggung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;Jangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;tanyakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;mengapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;tersenyum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;mereka&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;perempatan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;itu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;Tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;jawaban&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;gemingan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;memberikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;arti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;apa&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;apa&lt;/span&gt;. Wong &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;kumuh&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;rumahnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;menempel&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_135"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_136"&gt;pernah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_137"&gt;tahu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_138"&gt;apalagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_139"&gt;kalian&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_140"&gt;baru&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_141"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_142"&gt;sekali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_143"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_144"&gt;setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_145"&gt;kuberi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_146"&gt;tahu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_147"&gt;Itupun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_148"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_149"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_150"&gt;mau&lt;/span&gt;. Oh ya, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_151"&gt;bahkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_152"&gt;anak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_153"&gt;anak&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_154"&gt;nyadong&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_155"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_156"&gt;mendendangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_157"&gt;lagu&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_158"&gt;lagu&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_159"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_160"&gt;teratur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_161"&gt;nadanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_162"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_163"&gt;perempatan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_164"&gt;dekat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_165"&gt;senyum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_166"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_167"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_168"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_169"&gt;tahu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;maksud&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_171"&gt;senyum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_172"&gt;itu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_173"&gt;Mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_174"&gt;senyum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_175"&gt;kebahagiaan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_176"&gt;mringis&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_177"&gt;kesakitan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_178"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_179"&gt;mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_180"&gt;senyum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;ejekan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_182"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_183"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_184"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;mereka&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;Orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_187"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_188"&gt;haram&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_189"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_190"&gt;tersenyum&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_191"&gt;Mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_192"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_193"&gt;kumpulan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_194"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_195"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_196"&gt;pintar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_197"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_198"&gt;agama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_199"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_200"&gt;berfatwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_201"&gt;begitu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_202"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_203"&gt;mengetahui&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_204"&gt;kenyataan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_205"&gt;ini&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_206"&gt;Mungkin&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_207"&gt;Bersama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_208"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_209"&gt;mari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_210"&gt;berantas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_211"&gt;KORUPSI&lt;/span&gt;!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_212"&gt;Begitu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_213"&gt;kata&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_214"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_215"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_216"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_217"&gt;tanpa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_218"&gt;suara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_219"&gt;Sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_220"&gt;empat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_221"&gt;kali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_222"&gt;BBM&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_223"&gt;turun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_224"&gt;dipemerintahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_225"&gt;saya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_226"&gt;Ayo&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_227"&gt;ikut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_228"&gt;saya&lt;/span&gt;!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_229"&gt;Memang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_230"&gt;sekali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_231"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_232"&gt;BBM&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_233"&gt;sempat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_234"&gt;naik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_235"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_236"&gt;pemerintahannya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_237"&gt;tapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_238"&gt;naiknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_239"&gt;nggak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_240"&gt;nanggung&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_241"&gt;nanggung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_242"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_243"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_244"&gt;seratus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_245"&gt;persen&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_246"&gt;turun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_247"&gt;baru&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_248"&gt;baru&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_249"&gt;ini&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_250"&gt;itupun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_251"&gt;bertahap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_252"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_253"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_254"&gt;berapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_255"&gt;persen&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_256"&gt;saja&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_257"&gt;Sebelum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_258"&gt;rakyat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_259"&gt;berpesta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_260"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_261"&gt;gedung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_262"&gt;milik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_263"&gt;pemerintah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_264"&gt;megah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_265"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_266"&gt;dananya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_267"&gt;nggak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_268"&gt;cukup&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_269"&gt;dituliskan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_270"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_271"&gt;kalkulator&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_272"&gt;Ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_273"&gt;memang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_274"&gt;pesta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_275"&gt;rakyat&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_276"&gt;namun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_277"&gt;penyelenggara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_278"&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_279"&gt;pemilik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_280"&gt;pesta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_281"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_282"&gt;pemerintah&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_283"&gt;Tentunya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_284"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_285"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_286"&gt;berduit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_287"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_288"&gt;pesta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_289"&gt;semegah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_290"&gt;ini&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_291"&gt;Memang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_292"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_293"&gt;dia&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_294"&gt;menurunkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_295"&gt;BBM&lt;/span&gt;? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_296"&gt;Orang&lt;/span&gt; lain &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_297"&gt;kan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_298"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_299"&gt;ikut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_300"&gt;andil&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_301"&gt;Jangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_302"&gt;serakah&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_303"&gt;serakah&lt;/span&gt; dong &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_304"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_305"&gt;kebijakan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_306"&gt;berpihak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_307"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_308"&gt;rakyat&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_309"&gt;Maunya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_310"&gt;menang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_311"&gt;sendiri&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_312"&gt;Saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_313"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_314"&gt;memperjuangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_315"&gt;hak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_316"&gt;hak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_317"&gt;petani&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_318"&gt;Terlihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_319"&gt;dia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_320"&gt;bersama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_321"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_322"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_323"&gt;tua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_324"&gt;bercaping&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_325"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_326"&gt;nyengir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_327"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_328"&gt;dia&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_329"&gt;Tapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_330"&gt;nyengirnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_331"&gt;wagu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_332"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_333"&gt;kaku&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_334"&gt;Hak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_335"&gt;hak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_336"&gt;petani&lt;/span&gt;? … &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_337"&gt;diperjuangkan&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_338"&gt;Petani&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_339"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_340"&gt;negeri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_341"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_342"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_343"&gt;berhak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_344"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_345"&gt;hidup&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_346"&gt;miskin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_347"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_348"&gt;ditelantarkan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_349"&gt;Tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_350"&gt;lebih&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_351"&gt;Itukah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_352"&gt;maksudnya&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_353"&gt;mau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_354"&gt;diperjuangkan&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_355"&gt;Bersama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_356"&gt;ulama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_357"&gt;meraih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_358"&gt;ketenangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_359"&gt;didunia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_360"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_361"&gt;ketenangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_362"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_363"&gt;surga&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_364"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_365"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_366"&gt;lucu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_367"&gt;lagi&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_368"&gt;Apa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_369"&gt;memang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_370"&gt;benar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_371"&gt;semua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_372"&gt;ulama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_373"&gt;masuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_374"&gt;surga&lt;/span&gt;? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_375"&gt;Nggak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_376"&gt;juga&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_377"&gt;Kalau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_378"&gt;dikatakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_379"&gt;semua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_380"&gt;ulama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_381"&gt;masuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_382"&gt;surga&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_383"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_384"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_385"&gt;bohong&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_386"&gt;besar&lt;/span&gt;! &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_387"&gt;Bukankah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_388"&gt;kata&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_389"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_390"&gt;ustadz&lt;/span&gt; (yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_391"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_392"&gt;sendiri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_393"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_394"&gt;tahu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_395"&gt;apakah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_396"&gt;dia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_397"&gt;masuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_398"&gt;surga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_399"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_400"&gt;tidak&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_401"&gt;mengatakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_402"&gt;kalau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_403"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_404"&gt;ulama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_405"&gt;akhirat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_406"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_407"&gt;ulama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_408"&gt;dunia&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_409"&gt;Dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_410"&gt;sungguh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_411"&gt;aneh&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_412"&gt;Dulu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_413"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_414"&gt;ulama&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_415"&gt;berbeda&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_416"&gt;pendapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_417"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_418"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_419"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_420"&gt;biasa&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_421"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_422"&gt;malah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_423"&gt;jadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_424"&gt;khazanah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_425"&gt;keagamaan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_426"&gt;Tapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_427"&gt;sekarang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_428"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_429"&gt;ulama&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_430"&gt;beda&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_431"&gt;pendapatan&lt;/span&gt;’, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_432"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_433"&gt;itulah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_434"&gt;bikin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_435"&gt;geger&lt;/span&gt;. Ya, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_436"&gt;tokoh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_437"&gt;suci&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_438"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_439"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_440"&gt;seakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_441"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_442"&gt;komoditi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_443"&gt;dagang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_444"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_445"&gt;menguntungkan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_446"&gt;Maaf&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_447"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_448"&gt;sampai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_449"&gt;lupa&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_450"&gt;Disini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_451"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_452"&gt;kan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_453"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_454"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_455"&gt;penunjuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_456"&gt;jalan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_457"&gt;Bukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_458"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_459"&gt;kritikus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_460"&gt;politikus&lt;/span&gt;. Mari &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_461"&gt;ikuti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_462"&gt;langkahku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_463"&gt;lagi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dari &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_464"&gt;perempatan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_465"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_466"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_467"&gt;tersenyumnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_468"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_469"&gt;mari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_470"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_471"&gt;jalan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_472"&gt;lurus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_473"&gt;terus&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_474"&gt;Biarlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_475"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_476"&gt;tersenuyum&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_477"&gt;senyum&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_478"&gt;senyum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_479"&gt;penyakit&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_480"&gt;muncul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_481"&gt;belakangan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_482"&gt;Jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_483"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_484"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_485"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_486"&gt;cinta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_487"&gt;keindahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_488"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_489"&gt;tentunya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_490"&gt;menginginkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_491"&gt;keindahan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_492"&gt;jangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_493"&gt;berharap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_494"&gt;banyak&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_495"&gt;Sebab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_496"&gt;kota&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_497"&gt;kebudayaan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_498"&gt;semestinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_499"&gt;menghargai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_500"&gt;keindahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_501"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_502"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_503"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_504"&gt;anda&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_505"&gt;temukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_506"&gt;lagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_507"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_508"&gt;sini&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_509"&gt;Sampah&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_510"&gt;sampah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_511"&gt;berkibar&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_512"&gt;kibar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_513"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_514"&gt;sepanjang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_515"&gt;jalan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_516"&gt;tanpa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_517"&gt;beraturan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_518"&gt;Sampah&lt;/span&gt; …?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_519"&gt;Mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_520"&gt;terlalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_521"&gt;berani&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_522"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_523"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_524"&gt;bilang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_525"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_526"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_527"&gt;sampah&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_528"&gt;Tapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_529"&gt;kenyataannya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_530"&gt;pemasangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_531"&gt;atribut&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_532"&gt;atribut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_533"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_534"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_535"&gt;teratur&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_536"&gt;kalau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_537"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_538"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_539"&gt;dikatakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_540"&gt;ngawur&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_541"&gt;Bukankah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_542"&gt;makan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_543"&gt;duren&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_544"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_545"&gt;enak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_546"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_547"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_548"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_549"&gt;racun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_550"&gt;jika&lt;/span&gt; over &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_551"&gt;dosis&lt;/span&gt;? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_552"&gt;Atribut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_553"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_554"&gt;pengenalan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_555"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_556"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_557"&gt;keterlaluan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_558"&gt;Lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_559"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_560"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_561"&gt;tempat&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_562"&gt;tempat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_563"&gt;umum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_564"&gt;seperti&lt;/span&gt; SD-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_565"&gt;ku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_566"&gt;dulu&lt;/span&gt; pun &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_567"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_568"&gt;gambar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_569"&gt;mereka&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_570"&gt;Apakah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_571"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_572"&gt;benar&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_573"&gt;benar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_574"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_575"&gt;tahu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_576"&gt;kalau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_577"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_578"&gt;tempat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_579"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_580"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_581"&gt;dilarang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_582"&gt;ataukah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_583"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_584"&gt;memang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_585"&gt;nekat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_586"&gt;memasang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_587"&gt;walau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_588"&gt;tahu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_589"&gt;kalau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_590"&gt;dilarang&lt;/span&gt;? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_591"&gt;Untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_592"&gt;kemungkinan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_593"&gt;pertama&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_594"&gt;berarti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_595"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_596"&gt;meski&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_597"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_598"&gt;sekolah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_599"&gt;dulu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_600"&gt;biar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_601"&gt;tahu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_602"&gt;kalau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_603"&gt;memasang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_604"&gt;gambar&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_605"&gt;gambar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_606"&gt;senyum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_607"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_608"&gt;dilarang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_609"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_610"&gt;lokasi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_611"&gt;seperti&lt;/span&gt; SD-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_612"&gt;ku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_613"&gt;dulu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_614"&gt;itu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_615"&gt;Kalau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_616"&gt;hal&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_617"&gt;hal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_618"&gt;sepele&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_619"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_620"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_621"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_622"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_623"&gt;tahu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_624"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_625"&gt;bagaimana&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_626"&gt;mau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_627"&gt;jadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_628"&gt;wakilnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_629"&gt;rakyat&lt;/span&gt;? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_630"&gt;Bisa&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_631"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_632"&gt;negeri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_633"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_634"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_635"&gt;dikibuli&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_636"&gt;bangsa&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_637"&gt;bangsa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_638"&gt;tetangga&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_639"&gt;Sedangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_640"&gt;kemungkinan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_641"&gt;kedua&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_642"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_643"&gt;benar&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_644"&gt;benar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_645"&gt;tipe&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_646"&gt;tipe&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_647"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_648"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_649"&gt;nekat&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_650"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_651"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_652"&gt;merusak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_653"&gt;birokrasi&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_654"&gt;Hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_655"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_656"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_657"&gt;pandailah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_658"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_659"&gt;menyesatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_660"&gt;tanpa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_661"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_662"&gt;hembusannya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_663"&gt;Setelah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_664"&gt;lelah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_665"&gt;mengikuti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_666"&gt;langkahku&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_667"&gt;apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_668"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_669"&gt;dapat&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_670"&gt;Keanehan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_671"&gt;bukan&lt;/span&gt; …?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_672"&gt;Orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_673"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_674"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_675"&gt;perempatan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_676"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_677"&gt;mengumbar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_678"&gt;senyum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_679"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_680"&gt;diiringi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_681"&gt;umbaran&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_682"&gt;janji&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_683"&gt;janji&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_684"&gt;Tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_685"&gt;aneh&lt;/span&gt;? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_686"&gt;Coba&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_687"&gt;kalian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_688"&gt;fikir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_689"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_690"&gt;kening&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_691"&gt;agak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_692"&gt;berkerut&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_693"&gt;Bukankah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_694"&gt;janji&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_695"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_696"&gt;sesuatu&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_697"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_698"&gt;ditepati&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_699"&gt;bila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_700"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_701"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_702"&gt;dikenai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_703"&gt;sanksi&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_704"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_705"&gt;bahasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_706"&gt;agamanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_707"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_708"&gt;kafarat&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_709"&gt;Orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_710"&gt;punya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_711"&gt;tanggungan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_712"&gt;kok&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_713"&gt;bangga&lt;/span&gt;? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_714"&gt;Hutang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_715"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_716"&gt;tetangga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_717"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_718"&gt;bagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_719"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_720"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_721"&gt;menimbulkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_722"&gt;rasa&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_723"&gt;nggak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_724"&gt;enak&lt;/span&gt;’ yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_725"&gt;luar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_726"&gt;biasa&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_727"&gt;Malah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_728"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_729"&gt;parahnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_730"&gt;lagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_731"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_732"&gt;pernah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_733"&gt;lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_734"&gt;di&lt;/span&gt; Koran &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_735"&gt;sampai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_736"&gt;nggantung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_737"&gt;Sekarang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_738"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_739"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_740"&gt;menanti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_741"&gt;atas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_742"&gt;apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_743"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_744"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_745"&gt;lakukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_746"&gt;jikalau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_747"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_748"&gt;terpilih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_749"&gt;menjadi&lt;/span&gt; ‘&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_750"&gt;wakil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_751"&gt;rakyat&lt;/span&gt;’. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_752"&gt;Apakah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_753"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_754"&gt;jadikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_755"&gt;wirid&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_756"&gt;dalam&lt;/span&gt; poster-poster, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_757"&gt;baliho&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_758"&gt;baliho&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_759"&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_760"&gt;stiker&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_761"&gt;stiker&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_762"&gt;benar&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_763"&gt;benar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_764"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_765"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_766"&gt;realisasikan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_767"&gt;Ataukah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_768"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_769"&gt;senyum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_770"&gt;itu&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_771"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_772"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_773"&gt;berikan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_774"&gt;untuk&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_775"&gt;pertama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_776"&gt;kali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_777"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_778"&gt;perkenalan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_779"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_780"&gt;terakhir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_781"&gt;kalinya&lt;/span&gt;?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_782"&gt;Itupun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_783"&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_784"&gt;kira&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_785"&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_786"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_787"&gt;senyum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_788"&gt;ejekan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_789"&gt;pada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_790"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_791"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_792"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_793"&gt;miskin&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_794"&gt;Mayoritas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_795"&gt;gelar&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_796"&gt;dimiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_797"&gt;rakyat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_798"&gt;negeri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_799"&gt;ini&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_800"&gt;Kotagede&lt;/span&gt;, 29-30 0109&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-5041089476847744803?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/5041089476847744803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/senyum-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/5041089476847744803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/5041089476847744803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/senyum-itu.html' title='Senyum Itu …'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-6779032191365091509</id><published>2009-02-03T08:21:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T08:27:56.292-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artis Lokal'/><title type='text'>KUKUH</title><content type='html'>Siapa yang tidak kenal Kukuh? Khususnya di komplek santri putra Mahasiswa. Hampir semua santri putra di komplek A maupun C pasti mengetahui siapa kukuh. Baik santri lama maupun baru. Kukuh bernama lengkap “KUKUH IRWANDI” berkamar di kamar nomor 6 komplek A. Setelah ditanyai crew as-sibaq, dia berkata memiliki panggilan lain selain kukuh, yaitu Irwansyah, entah itu hanya bergurau atau beneran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukuh merupakan santri CAKEB (Cah Kebumen) ASELI. Rumah beliau sekarang masih di Kebumen, tepatnya di desa Sirnoboyo, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kukuh adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Sekarang kuliah di Universitas Islam Negeri Yogyakarta tepatnya di Jurusan PAI, Fakultas Tarbiyah. Berbicara tentang pendidikan, Kukuh sebelumnya tidak pernah TK, langsung masuk SD diSDN I Sirnoboyo, dilanjutkan di MTsN Prembun, lalu di MAN Purworejo. Sangat bersahaja sekali, selama ini dia pergi ke kuliah menggunakan kereta angina (bahasa Laskar Pelangi) alias ngepit. Tapi, rencananya tahun depan kemungkinan naik sepeda motor. Setelah ditanyai lebih lanjut, ternyata si Irwansyah masih belum punya SIM C. Ditanyai bisa naik motor, Kukuh menjawab,“Saya bisa naik motor tapi yang nggak pakai kopling. Kalau pakai kopling belum pernah, jadi belum bisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ya, cowok hitam manis ini lahir bertepatan pada tanggal 26 Maret 1990. Kalau mau memberi hadiah berupa makanan ke Kukuh, makanan kesukaannya atau lebih tepatnya buah kesukaannya adalah pisang. Warna favoritnya biru langit. Hewan yang paling disukai Kucing. Tapi kalau dengan hewan Kaki seribu, dia paling jijik. Jadi jangan deket-deket kukuh kalau merasa punya kaki seribu. Bisa-bisa dilempar sapu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Irwandi eh Irwansyah mengenal Nurul Ummah dari tetangganya, Baryono (A8). Mengapa tidak sekamar? Wallahu a’lam, mungkin sudah takdirnya dipilihkan pengurus pondok di kamar A6. Bagaimanapun, pasti ada hikmahnya. Di diniyah, Kukuh masuk di kelas 2 Awaliyah pada tahun ini. Kesannya terhadap pondok Nurul Ummah, “Rame”, katanya. Ya iya lah rame, pondok gitu loh, kalo sepi ya kuburan gitu.. Kukuh mengaku kerasan berada di pondok, alasannya karena kondisi lingkungan di pondok ramah. Meskipun sering ada gojlokan. Gojlokan sendiri merupakan uji mental agar tidak mental melempem meskipun tidak dibenarkan jika berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika malam menjelang setelah diniyah ba’da isya’, biasanya Kukuh sudah tidak ada di kamar. Bukan hilang diculik genderuwo atau disekap kang Pepi, tetapi biasanya dia pada waktu itu sudah pergi ke lantai 2 masjid Al-Faruq. Tempat nongkrong favoritnya. Apa tidak takut,,Nggak,”jawabnya. Di sana ngapain aja?“Biasanya baca-baca buku pelajaran lalu tidur,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukuh, ternyata punya cita-cita yang rada aneh dari orang pada umumnya. Dia bercita-cita pergi ke arab, entah jadi TKW eh TKI atau sekedar jadi OB (office boy) tidak disebutkan lebih rinci. “Ya pokoknya ke Arab,” katanya. Selain itu, karena jurusannya Pendidikan Agama Islam, cita-cita selain ke Arab adalah menjadi seorang guru.&lt;br /&gt;Kukuh punya hobi dengerin musik. Bisa tebak apa musik favoritnya? Apa hayo… Ternyata.. Dangdut! Weleh-weleh, penulis nggak bisa komentar kalau begitu. Dangdut je.. Jadi jika Kukuh sedang BT alias boring, dia mendengarkan musik atau sekedar jalan-jalan. Ditanyai tentang film favorit, buku favorit, dan santri favorit, Irwansyah mengaku tidak punya, dia hanya geleng kepala dan berkata, “nggak ada.. .”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berbicara tentang UKS atau unit kegiatan santri, Kukuh ternyata telah mengikuti NUEC, apakah tidak ingin ikut UKS lainnya? Dia menjawab ingin  masuk SANGKAL juga, cari inspirasi katanya. Selain SANGKAL apakah tidak ada yang lain? As-SIBAQ mungkin?Kukuh menjawab, “nggak, sebenernya seneng sih buat-buat puisi tapi males”. Tak lupa Kukuh Irwandi juga berpesan pada para santri “Rajin ngaji dan sholat jamaah.. .”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika teman-teman santri berminat untuk mengenal lebih jauh bisa dihubungi di nomor HP-nya denagn berusaha mencari sendiri soalnya As-sibaq nggak akan mencantumkan nomor tersebut di rubric ini lantaran takut nglanggar kode etik jurnalistik santri. Bisa-bisa As-sibaq dimeja hijaukan gara-gara masalah ini. Atau bisa langsung sowan ke kamarnya A6, kelihatannya tidak minta gula-kopi, tapi mungkin anggota kamarnya yang minta, he..he..he.. . Yang penting anda tidak tersenyum saat sowan ke kamarnya sebab nanti idola kita ini bisa-bisa mengira dengan senyuman anda, anda memiliki niat yang enggak-enggak. Pokoknya anda jangan tersenyum terus ntar capek, dan fatalnya lagi jika anda selalu tesenyum tanpa sebab berarti kesehatan anda perlu dipertanyakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-6779032191365091509?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/6779032191365091509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/kukuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6779032191365091509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6779032191365091509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/02/kukuh.html' title='KUKUH'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-9054030885950227173</id><published>2009-01-27T11:53:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:54:12.901-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salam Redaksi'/><title type='text'>Salam Redaksi Des.. 08'</title><content type='html'>Assalamu alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami haturkan kepada sang pencipta Alam yang menciptakan siang dan malam yang menjadikan laki-laki dan perempuan, yang menciptakan segala yang ada dilangit dan dibumi, yang maha segala-galanya dialah Alloh Sbhanahu wa Taala tuhan sekalian alam.&lt;br /&gt;Solawat serta salam biqouli “allohumma Sholli ala sayyidina wa Nabiyyina wa Syafi’ina Wa qurroti A’yunina Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam” sang revolusioner sang pengubah Zaman dari zaman jahiliyyah menuju Zaman yang penuh berkah ini, serta nabi yang dapat memberi Syafaat besok pada yaumul qiyamat, semoga kita termasuk umatnya yang mendapat syafaat dari beliau besok di Yaumul Qiyamat Amin ya robbal alamin.&lt;br /&gt;Yang saya hormati dan insya Alloh akan kami ikuti fatwa-fatwanya yang terhormat Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede, Dewan Pengurus dan Dewan Syuro yang slalu kami nanti-nantikan ilmu, manfaat serta berkahnya, begitu pula dengan pengurus Asrama pelajar, Mahasiswa dan Takhassush Pondok Pesantren Nurul Ummah, kemudian tak akan kulupa teman-teman senasib, seperjuangan, sepenanggungan yang berada di Pondok Pesantren Nurul Ummah ini, tidak pandang kecil atau besar, putra maupun putri yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu namanya, yang semoga selalu dirahmati oleh allah Subhanahu Wa Ta’ala.&lt;br /&gt;Waktu berbulan-bulan kami yakin bukanlah waktu yang sedikit untuk penggemar As-Sibaq yang imut-imut, ya kan? Dan tak perlu kiranya kami mengemukakan argumentasi-argumentasi yang justru terkesan sekedar ber-apologi(boso opo iki?). Banyak hal yang menyebabkan kami tak hadir beberapa bulan lamanya.&lt;br /&gt;Pak Tope-x si dukun ramalan bintang yang asal-asalan yang sekarang menjadi salah satu keamanan ponpes (selamat kami ucapkan, ternyata mungkin berkahe As-Sibaq anda bisa …) yang otomatis lulus dari tim creator As-Sibaq menjadi salah satu kendala yang cukup berat. Karena dialah yang suka nglembur sampe subuh, ngetik berhari-hari sampe pegel-pegel, omben-ombene yo tuku dewe, ngoprak-oprak kami supaya cepet kelar, dan pokoknya nggak cukup mengenangnya bila dituliskan disini. Belum lagi sebagian awak as-Sibaq yang sudah di kelas pucuk yaitu 2 ulya juga berkendala. Yah… hidup memang harus dicoba! Maksudnya dikasih cobaan …&lt;br /&gt;Pada edisi kali ini, entah yang ke berapa tepatnya kami lupa, kami menyuguhkan berita-berita yang actual. Laput kali ini tentang idul adha fil ma’had. Laporan itu kami kira sangat penting untuk diekspos sebab di sana terdapat hal-hal yang cukup unik dan menarik. Sementara untuk lapsus kami mengekspos tentang rekonstruksi gedung asrama karena Kita semua tahu bahwa saat ini pihak pengelola pesantren  sedang melakukan proyek tersebut dan sampai saat ini belum selesai seratus persen. Pada edisi kali ini juga terdapat beberapa perubahan rubric, entah itu berupa penambahan ataupun penghilangan rubric tertentu seperti penghilangan rubric ramalan bintang ngawur yang nggak usah dipercaya, hal ini dikarenakan beberapa pertimbangan. Di samping itu, sang dukun (kang Top-X) gadungan  yang biasa mengampu rubric tersebut sudah pensiun dan kini telah beralih ke profesi yang lebih mulya. Walaupun demikian, itu semua tak mengurangi sisi menarikAs-sibaq sebagai media informasi santri.&lt;br /&gt;Yang perlu pembaca ketahui bahwa As-Sibaq edisi kali ini adalah hasil buah ketik ngelembur para santri walaupun terkesan asal, rada kocak, dan kadang juga njelehi, namun ini bukanlah pekerjaan asal-asalan. Asal tau saja, ini dikerjakan berlembur-lembur, berkopi-kopi, berpiring-piring dan ber-ber-ber …. Baik atau buruk itu adalah upaya kami yang serius. Tapi kalau baik dari Allah, kalau buruk dari diri kami sendiri.&lt;br /&gt;Setidaknya saat As-Sibaq terbit, sebentar kami merasa lega dan anda juga seneng bisa melepas kangen. Meskipun kami yakin masih banyak problem dan kekurangan yang masih sulit disiasati.&lt;br /&gt;Selamat membaca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu alaikum Wr. Wb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-9054030885950227173?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/9054030885950227173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/salam-redaksi-des-08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/9054030885950227173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/9054030885950227173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/salam-redaksi-des-08.html' title='Salam Redaksi Des.. 08&apos;'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-8360035789580534454</id><published>2009-01-27T11:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:53:06.444-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>The Legend of Petai</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fatchul Anam N(06/TP/196913/08743)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Petai merupakan salah satu makanan legendaris. Bagaimana tidak. Sejak dulu hingga sekarang petai masih menempati rating kedua setelah rokok sebagai makanan yang menyebabkan bau mulut. Makanan dengan bad odour ini(menurut kalangan umum dengan indera pencium yang normal) banyak kita temukan sebagai bahan tambahan pangan pada masakan berkuah. Tidak diketahui secara pasti,mengapa petai yang berpredikat bad odour ini  diikut sertakan dalam masakan sebagai komponen yang berkontribusi dalam menciptakan flavour khas. Kelegendarisan petai telah dikenal dan digandrungi oleh konsumen dari  berbagai macam  lapisan masyarakat, status social, profesi, kasta, dan usia. Mulai dari pemulung, tukang becak, tukang kebun, buruh tani, tukang ojek,  pak RT, pak kadus, pak lurah, pak camat, pak bupati, pak gubernur,pegawai bank, direktur, manager, pegawai BUMN, tentara, polisi, menteri, dan (mungkin ) presiden telah merasakan betapa sensasionalnya ketika sel-sel petai pecah dan mengeluarkan zat volatilnya di dalam mulut.&lt;br /&gt;Menurut petaiholic(sapaan khas penggemar petai), kelegendarisan petai disebabkan karena beberapa hal. Pertama, ketika di dalam mulut, buah petai yang pecah oleh himpitan geraham mengeluarkan senyawa flavour yang mampu membius syaraf pusat. Orang yang mengonsumsinya akan kecanduan dan sulit untuk melepaskan diri dari jeratan petai. Kedua, petai mengandung zat antistres. Dengan nyeplus  petai, konsumen akan segera melupakan segala beban hidupnya. Stress yang selama ini menjadi momok pun dapat teratasi. Ketiga, menambah nafsu makan. Bagi petaiholic, obat mujarab untuk menambah nafsu makan adalah petai. Lebih-lebih bila petai yang diceplus mengalami proses termal (dibakar) terlebih dahulu. Bisa-bisa nasi satu wakul raib dalam hitungan sekon. Keempat, (alasan yang konyol)beberapa petaiholic sengaja makan petai untuk  mengacaukan alat indera pembau orang-orang di sekitarnya. Dengan nyeplus petai, bau mulut dan urine yang dikeluarkan sungguh merupakan polutan nomor wahid.&lt;br /&gt;Dengan berbagai faktor-faktor di atas, buakn tidak mungkin bagi petaiholic untuk terinspirasi menyebarkan paham petaiisme mereka. Penyebaran paham ini, bisa dilakukan dengan melakukan diversifikasi pangan berbasis petai. Tidak perlu terkejut bila beberapa waktu lagi muncul produk baru berupa sirup petai, selai petai, sate petai, mie petai, dan permen petai.&lt;br /&gt;Saat ini,  memang anggota paham ini didominasi rakyat lapisan bawah. Namun, bukan tidak mungkin bila dominasi ini merangkak naik ke kalangan atas, kalangan borjuis, kalangan elit. Bila kalangan ini telah mendominasi maka bukan tidak mungkin bila dakwah cap petai semakin gencar dan berimbas pada polusi udara yang semakin kritis. Oleh karena itu, segala dampak yang mungkin muncul harus segera dapat dirumuskan dan dicarikan solusinya.&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan hal-hal di atas, pengkonsumsian petai hendaknya mendapat perhatian pemerintah. Tidak ada salahnya apabila pemerintah segera membentuk pansus(panitia khusus) untuk merumuskan peratutan pemerintah yang nantinya disahkan dan diberlkaukan di masyarakat.  Langkah ini perlu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan petai. Beberapa hal yang perlu dicantumkan dalam aturan itu, yang pertama adalah bahwa petaiholic harus membuat kamar mandi dan atau kamar kecil yang terisolasi dari keramaian umum. Tentunya tidak bisa dibayangkan, berapa galon Wipol yang diperlukan untuk menetralkan kamar mandi atau kamar kecil dari bau urine cap petai. Peraturan selanjutnya yang perlu dicantumkan, petaiholic harus memakai masker selama satu  jam,  terhitung mulai dari habisnya petai yang dikonsumsi .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-8360035789580534454?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/8360035789580534454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/legend-of-petai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/8360035789580534454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/8360035789580534454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/legend-of-petai.html' title='The Legend of Petai'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-8347954739766672317</id><published>2009-01-27T11:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:51:27.083-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>الكفاءة</title><content type='html'>Sekufu’ *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin bercerita tapi jangan kau tertawakan. &lt;br /&gt;Aku ingin bercerita tapi jangan kau tangisi. &lt;br /&gt;Aku hanya ingin bercerita, dan jadilah pembaca yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku pikir semua akan mudah. Hidup itu tak perlu susah-susah. Wong hanya mampir ngombe saja kok. Tapi kenyataannya lain, sangat lain kawan. Entah aku yang salah atau memang aku yang salah. Keyakinan itu bagiku terkadang menimbulkan kesengsaraan. Bisa jadi karena aku berkeyakinan kepada sesuatu yang seharusnya tidak diyakini. Ah … bodoh amat.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Mula-mula memang hanya biasa dan itu tak akan menimbulkan sulit tidur, makan nggak enak, pikiran jadi nggak banyak terganggu, banyak melamun, dan banyak yang tak logis menjadi terjadi. Namun namanya ketemu terus menerus bisa menimbulkan itu … cinta. Dan itu wajar. Karena aku bisa melihat lebih jauh kelebihan dan kekurangan dia (yang ku rasa itu juga menjadi satu kelebihannya disamping kelebihan itu sendiri). &lt;br /&gt;“Kita ini orang biasa le … mbok kamu cari istri yang sederajat saja.” Begitu pesan simbok mewanti-wanti ketika ku tawarkan dia, orang yang akan menyintai orang yang menikahinya. Siapapun dia, termasuk aku. Katanya.&lt;br /&gt;Jika aku mendengar ‘sederajat’, atau dalam istilah fikihnya sekufu, aku sangat tidak suka. Tapi ku maklumi simbok, dia orang dulu dan aku orang sekarang, jelas beda kan? Bagiku yang dimaksud sekufu itu bukan dari segi putra kyai atau bukan. Tapi tingkat kecerdasanlah yang lebih ditonjolkan. Bukankah kamu juga berfikiran begitu? Kalau tidak, pasti kau tak akan pernah dapat ning yang cantiiik bangggets seperti aku. Kalau saja kamu bukan gus aseli ‘bikinan’ kyai.&lt;br /&gt;“Kepandaian tak akan menjamin semuanya Le.” Bapak juga mendukung simbok. &lt;br /&gt;Tapi aku tetap bersikukuh. Bukannya aku tidak patuh kepada bapak dan simbok, tapi ini urusannya lain. Dia mau menjadi istriku sepenuh hati. Dan alasan itu sudah cukup bagiku untuk ku pegangi kuat-kuat di depan kerentaan kedua orang tua. Alhamdulillah, akhirnya semuanya berhasil. Keduanya merestui (lebih tepatnya mengalah).&lt;br /&gt;“Tapi ingat, kamu bukan siapa-siapa. Kamu adalah anak kami. Kamu bukan Gus, kamu hanyalah anak penyadap gula jawa. Dan kamu memang tak dilahirkan dari seorang Kyai karena bapak juga bukan anak Kyai. Pesan bapak, jagalah dirimu baik-baik diantara orang-orang bermartabat.”&lt;br /&gt;Ku jawab ya dengan mantab.&lt;br /&gt;Perkataan bapak benar. Aku memang bukan gus, tapi kalau unjuk kemampuan dengan gus aku tak akan kalah. Bukan sombong lho … nyatanya aku mampu meraih gelar magisterku dikota ini dengan hasil yang sangat memuaskan. Bukankah itu sebuah prestasi yang waaau! sungguh menggembirakan dari seorang putra penyadap gula jawa. Mungkin diriku bisa dikatakan dengan istilah ‘Setingkat Gus’.&lt;br /&gt;“Jika njenengan rela dengan sesuatu hal, maka aku pun akan rela dengannya. Begitu pula sebaliknya. Bagiku hidup ini adalah sebuah pengabdian buat suamiku yang tercinta”.&lt;br /&gt;Begitulah jawab istri cantikku yang sering ku panggil dengan Khumaira (itba’ Nabi) ketika selesai resepsi tadi siang di kamar pengantin kami yang penuh dengan bunga-bunga. Kalimat yang sangat sederhana, tapi cukup luas cakupannya. Dan dia memang seorang istri yang sangat ideal. Bukan dari nasab saja, tetapi ning yang sekarang menjadi istriku ini adalah sosok yang sangat patuh sekali dengan aku. Suaminya. Dia pasrah sepenuhnya atas dirinya kepadaku, dan akupun menghargai kepasrahannya. Ku pandang wajahnya yang aduhai … Lentik bulu matanya, merah muda pipinya, tipis dan merah bibirnya, dan aaah sempurna!&lt;br /&gt;Dan akhirnya ku dapatkan ia diatas keindahan ini. Gadis ning yang dulu hanya bisa ku nikmati dari kaca ndalem sehabis sorogan Pak Kyai. Ku dapatkan puteri yang jika malam datang, seolah purnama malu dan berkata, “Gantikan aku wahai puteri cantik, sebagai hiasan malam.” Aku sungguh beruntung. &lt;br /&gt;Soal keluarganya, mereka sangat menerimaku dengan tangan terbuka. Mereka tak membedakan menantu-menantunya yang dari keempat menantunya hanya aku yang bukan gus (semua puteranya bukan putera, tapi puteri). Mungkin karena pandangannya tentang sekufu sama denganku. Aku sangat beruntung mempunyai keluarga baru ini. Seolah surga ditumpahruahkan ke hadapanku.&lt;br /&gt;Pak Yai (kalau sekarang sih bapak mertua) menawarkanku untuk menjadi penerus di pondok ini, maksudnya pengasuh selanjutnya. Namun aku merasa aku bukanlah orang yang layak, dan banyak yang lebih layak dari ketiga menantu yang memang punya darah ke kyai-an.  Kyai memaklumi, dan akhirnya aku tinggal bersama beliau untuk membantu-bantu mengembangkan pondok.&lt;br /&gt;Namun karena rasa ingin berbakti dengan orang tua dan kampung di rumah, aku tak begitu menikmati keadaan ini. Karena tempatku disitu namun hatiku di rumah bersama simbok dan bapak. Akhirnya aku pindah dengan restu mertua dan atas pertimbangan Khumairaku. &lt;br /&gt;“Yang engkau inginkan, aku pun sangat menginginkannya.” Katanya tersenyum, lalu ku kecup keningnya. &lt;br /&gt;Awalnya aku khawatir dia akan sangat sulit hidup di desa dengan fasilitas yang sangat minim. Namun ia tak seperti anggapanku. Ia cepat beradaptasi dan sangat tanggap (tidak manja). Dan walaupun ia tampak lelah dengan aktifitas gerak yang padat, namun ia sungguh tak pernah mengeluh. Bayangkan saja, ia mencuci baju sendiri, menimba air, memasak memakai kayu bakar, sampai harus mencari ranting-ranting kering untuk memasak. Padahal dulu semua itu tak pernah dilakukannya karena dia sibuk mengurusku dan para santriwati untuk setoran hafalan Al-qur’an kepadanya ketika Bu Nyai berhalangan. &lt;br /&gt;Namun lambat laun masalah itu muncul satu persatu menjejali otakku dan terus menggangguku. Masalah itu bukan datang darinya yang tak rela dengan kehidupan sekarang, bukan darinya yang kurang melayaniku, bukan dari orangtuaku yang kurang sreg, bukan dari para tetangga yang tak cocok. Bukan dari itu semua!. &lt;br /&gt;“Kamu di rumah saja nduk.” Begitu kata simbok membujuknya. Ditangannya tertenteng tambang panjang, serta makanan bontot (nasi sayur, lauk yang dibungkus dengan pohon pisang), dan pada kepalanya bertengger caping. Ya, musim ini memang musim tanam padi. Ia tak tega jika menantu rembulannya ikut ke sawah.&lt;br /&gt;Tanpa jawaban. Ia malah tersenyum dan langsung berlari kecil ke dalam rumah. Simbok lega.&lt;br /&gt;Namun yang terjadi bukan itu, ia keluar dengan seragam tanam padi yang serba lusuh. Ternyata ia sudah persiapan membawa baju yang layak untuk dipakai ke sawah. Ku lihat dengan sudut mataku, oh rembulanku … kau terbalut kabut yang tebal.&lt;br /&gt;Tapi simbok, bapak, dan juga aku sendiri terus membujuk sang rembulan untuk tinggal di rumah. Perasaan kami sama, dia tak layak untuk itu. Tapi ia tetap saja memaksa agar kami menyerah.&lt;br /&gt;“Aku ikut ya? Nanti aku diajari yang mbok?”. Rengeknya seperti anak kecil yang manja. Oooh … rembulan berkabutku, kau terlihat manis dengan rengekan dan sikap manjamu itu. Tapi bukan di sini, saat pakaianmu tak pantas untukmu.&lt;br /&gt;Akhirnya kami kalah. Sesampai di sawah dia tampak serius belajar menanam dengan Simbok. Dan sekali-kali melambai padaku dengan tersenyum manis sekali. Dan otakku saat itu mulai berfikir keras. &lt;br /&gt;Ning, kau tak layak hidup di sawah! Kau bukan gadis sawah! Kau adalah calon bu nyai yang setiap hari mengajar, jika saja bukan aku jodohmu. Kau harusnya berontak dengan semua keadaan ini, dengan keputusan ayahmu mengijinkanku untuk menikahimu waktu itu. Kau harusnya berontak dengan keputusanku pindah tempat tinggal. Kau harusnya minta aku untuk membuatkan rumah yang layak, bukan rumah itu yang mulai bocor sana-sini dan retak yang akut. Kau seharusnya tak bahagia di sini, disawah yang penuh terik, tapi kau sesekali menatapku dan mengacungkan tanganmu dari kejauhan dengan senyummu. Tapi kau tak pernah mengatakan bahwa kau ingin mengajar walaupun keilmuanmu sudah tak diragukan, namun kau tak pernah mengeluh dengan semua ini. Kau tetap tersenyum dan tak pernah terkikis pasrahmu padaku. Namun kau tak pernah menuntut apa-apa dariku. &lt;br /&gt; “Yang engkau inginkan, aku pun sangat menginginkannya.” Itulah ujarmu yang sering sekali ku dengar dari bibir merah tipismu.&lt;br /&gt;Aku harus bilang apa jika nanti aku ditanya malaikat tentang kedzalimanku karena tak menempatkanmu pada tempat semestinya. Apakah aku akan menyalahkanmu, bukankah penyebab utamanya adalah aku. Aku harus bilang apa?&lt;br /&gt;Tapi masalah itu datang dari diriku sendiri.&lt;br /&gt; “Kita ini orang biasa le … mbok kamu cari istri yang sederajat saja.”&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja kata-kata simbok terngiang-ngiang di telinga kanan dan kiriku. Aku jadi ragu dengan prinsipku bahwa “sekufu’ bukanlah kesesuaian ning dengan gus”. (If. Terpaksa cerpen ini saya kirimkan ke As-Sibaq yang tentunya pasti diterima. Ini bukan karena saya Krubaq(kru As-Sibaq), tapi lebih karena tak ada tulisan lagi yang masuk sehingga papan yang cukup besar itu ra kebak-kebak. Tapi tetep ga’ popo, siap dan sangat menunggu komentar apa saja dari pembaca mana saja. Bisa lewat lisan, tulisan tangan, ataupun via elektronik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplek B&lt;br /&gt;28 April ‘08&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-8347954739766672317?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/8347954739766672317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/8347954739766672317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/8347954739766672317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/blog-post.html' title='الكفاءة'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-4791915652262439336</id><published>2009-01-27T11:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:49:35.062-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Sebuah Renungan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPANYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia belajar memaki&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, Ia akan belajar berkelahi&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia akan belajar gelisah&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan iri hati, Ia belajar kedengkian&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, Ia belajar merasa bersalah&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan toleransi, Ia belajar menahan diri&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan pujian, Ia belajar menghargai&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, Ia belajar mencintai&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan dukungan, Ia belajar menyenangi diri&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, Ia belajar mengenali tujuan&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan kejujuran, Ia belajar keadilan&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan keterbukaan, Ia belajar kebenaran&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan dalam kehidupan&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, Ia belajar berdamai dengan fikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(DOROTHY LAW NOLTE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu Malam&lt;br /&gt;‘Bila aku tak tidur untuk menunggu sunyinya’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada malam selalu kita bercerita …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bila malam tak lagi membisikkan kesunyian&lt;br /&gt;Masihkah malam setia pada kegelapannya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-4791915652262439336?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/4791915652262439336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/sebuah-renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/4791915652262439336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/4791915652262439336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/sebuah-renungan.html' title='Sebuah Renungan'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-3051602036479470364</id><published>2009-01-27T11:45:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:46:01.132-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nguyahi Segoro'/><title type='text'>MENBUMIKAN AL FATIHAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : ASR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal lagi, Surat Al Fatihah merupakan surat yang sangat familiar bagi kalangan umat muslim di seluruh penjuru jagad ini.  Surat Al Fatihah adalah "bahasa" persatuan bagi ukhuwah islamiyah yang secara ekplisit di perintahkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam penyunahan sholat berjamaah. Namun apakah Surat Al Fatihah sudah sesuai dengan fungsi yang diharapkan? Apa rahasia yang terkandung dari mother of holy Quran ini? &lt;br /&gt; Bukan hal yang asing bagi kita umat Islam dengan surat pertama dari Al Qur'an ini. Ya, ke-familiarannya didukung oleh beberapa hal, antara lain;&lt;br /&gt;1.adanya kewajuiban untuk membacanya di tiap shalat maktubah (fardlu).&lt;br /&gt;2.sering menjadi doa singkat yang umum oleh sebagian umat islam.&lt;br /&gt;3.surat yang mudah  dihafal, yang terdiri hanya 7 ayat saja.&lt;br /&gt;4.sering juga digunakan sebagai wasilah bagi sebagian umat Islam.&lt;br /&gt;5.dan beberapa hal lain .&lt;br /&gt;maka tidak ada lagi alasan seorang muslim untuk tidak kenal dan tahu tentang surat pertama Al Qur'an ini.&lt;br /&gt; Secara historis, Surat Al Fatihah merupakan surat makkiyah yaitu surat-surat yang diturunkan di Makkah Al Mukarromah. Karakteristik umum darii surat makkiayah adalah; ayat-ayatnya pendek dan menggandung 'ijaz (untuk melemakkan), kandungan surat pada umumya berisi tentang tauhidullah. Latar belakang seperti ini tentu terkandung maksud yang di sesuaikan oleh sang Pembuatnya- Allah SWT-. Selain itu, format dan pemilihan katanya mengandung nilai sastra yang tinggi. Hal ini, ditujukan untuk memetahkan perlawanan dari kaun Quraisy pada saat itu yang begitu mendewa-dewakan sastra sebagai keahlian yang notabene terhormat pada saat itu.&lt;br /&gt; Terlepas dari itu, Surat Al Fatihah memiliki beberapa nama lain yang juga dikenal oleh sebagian umat Islam. Nama-nama itu antara lain ;&lt;br /&gt;1.Al Fatihah (pembuka), karena kedudukannya sebagai surat pertam dari Al Qur'an.&lt;br /&gt;2.Ummul Qur'an (induk Qur'an), karena kandungan isinya yang mencakup semua isi Al Quran.&lt;br /&gt;3.Al Matsani (yang diulang), karena surat ini dibaca berulang-ulang dalam shalat fardlu seorang muslim.&lt;br /&gt;4.ummul  kitab (induk Al Qur'an).&lt;br /&gt;5.Asy Syifa' (penyembuh)&lt;br /&gt;6.dll.&lt;br /&gt; Menurut pendapat seorang ulama' karismatik Yoyakarta , KH Asyhari Marzuki dalam bukunya yang berjudul Memikat Hati Dengan Al Qur'an, di sebutkan bahwa Surat Al Fatihah memiliki nama lebih dari sepuluh buah nama. Sedang dalam kitab Ayatul Ahkam di sebutkan bahwa Surat Al Fatihah memiliki sekitar sepuluh buah  nama.&lt;br /&gt; Terlepas dari beberapa kontroversi tentang surat ini, kandungan Surat Al Fatihah telah mencakup isi al Qur'an secara 'ijmal (global) yaitu; tauhid, ibadah, dan sejarah. Surat ini menjadi rukun utama dalam ibadah shalat seseorang. Menurut jumhurrul ulama shalat seseorang dikatakan batal jika ditak membaca surat ini di dalamnya. Fatihah menjadi salah satu "ruh" shalat seseorang muslim. Namun yang terpenting dari Surat Al Fatihah adalah adanya pernyataan keharmonisan hubungan seseorang kepada sang Khaliq (habluminallah) dan kepada sesama manusia (habluminannas).&lt;br /&gt;Jika kita telaah ayat per ayat maka akan kita temuakan sebuah filosofi hidup yang ideal dan tentunya up date untuk segala zaman apalagi zaman sekarang yang oleh Kuntowijiyo disebut sebagai zaman postmodern dengan informasi sebagai tumpuan untama tidak lagi berbasic pada industri seperti pada zaman modern.&lt;br /&gt; Pada ayat pertama, bismillah hirrohmanirrahim, memberi pembelajaran pada kita bahwa dalam tiap awal aktivitas kita harus selalu menghadirkan sosok Tuhan –Allah SWT- dan juga adanya penetapan misi. Hal ini sangat penting agar langkah seseorang itu menjadi berorentasi positif sehingga manusia tidak lagi diperbudak oleh sistem yang dibuatnya sendiri, seperti yang kita lihat para penganut kapitalis dan matrealis yang diperbudak oleh filosofi "sesat" mereka sendiri. Pada ayat kedua, Alhamdulilahi robbil alamin, ayat ini adalah sebuah implikasi tentang segala sesuatu adalah milik Allah SWT, sehingga tidak ada ketamakan dan opsesi mengekangi terhadap segala sesuatu. Arrahmanirrahim, mengajarkan kepada kita untuk berjiwa sosial terhadap sesama dan mau untuk saling menyayangi serta ajaran untuk mandiri melangkah dan hanya bergantung pada Allah SWT semata.&lt;br /&gt;Pada ayat Malikiyaumiddin, terkandung ajaran tentang manajemen waktu (usia) karena hidup tidak hanya mementingkan kenidupan sekarang saja, tetapi juga kehidupan esok dan yang paling utama adalah kehidupan diakhirat, karena tiap detik adaalh modal kita. Iyyakana' budu wa Iyya kanastain, juga melatih kita untuk memanfaatkan tiap peluang yang ada baik itu peluang ibadah namupun peluang dalam kehidupan dengan selalu meminta petunjuk dari Allah SWT. Pada ayat Ihdinasshirathal mustaqim, adalah sebuah misi ideal dari kehidupan, menurut Nabi sebaik-baiknya seseorang adalahy mereka yang memberi manfaat bagi manusia yang lain. Shirthal ladzina an'amta alaihim ghoiril magdlubialaihim waladlooliin, ayat ini mengajarkan kepada kita untuk memilih segala sesuatu yang baik dan menolak yang buruk. Ayat ini juga mengajarkan untuk hidup efisien dan efektif dengan mempertimbangkan segala sesuatu agar sesuai deng tujuan dengan modal yang ada dan meminimalkan adanya kerusakan.&lt;br /&gt;Namun Surat Al Fatihah bisa saja hanya menjadi kata-kata manis kala kita tidak mampu untuk menghayati apa kandungan dan filosofi apa yang ada untuk diaplikasikan dalam dunia nyata seperti saat ini. Sebenarnya, cukuplah untuk menciptakan sebuah pranata sosial yang yang ideal (madany community) dengan cara merenungkan dan mengaplikasikan Surat Al Fatihah ini dalam hidup. Tidak dipunggkiri seperti yang penulis paparkan di depan, bahwa Surat Al Fatihah mencakup seluruh isi Al Qur'an. Otomatis pengamalan surat ini merupak pengamalan kaidah-kaidah pokok Islam.&lt;br /&gt;"Saya menemukan Islam di dunia Barat, Namun saya tidak menemukan Islam di Dunia Timur" itulah salah satu statemen dari cendikiawan Nur Cholis Majid tentang kita sebagai umat Islam yang mempinyai sebuah ajaran yang begitu ideal namun kita tak mampu mengaplikasikannya. Akan tetapi, ajaran itu malah teraplikasi bagus di umat non-Islam, apa kita tidak malu??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis &lt;br /&gt;Ahmad Syamsul Ridlwan &lt;br /&gt;Koodinator divisi Intelektual dan Ke-Islaman&lt;br /&gt;Badan Esekutif Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga&lt;br /&gt;e-mail : syam_rd005@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-3051602036479470364?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/3051602036479470364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/menbumikan-al-fatihah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/3051602036479470364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/3051602036479470364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/menbumikan-al-fatihah.html' title='MENBUMIKAN AL FATIHAH'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-521629078201082155</id><published>2009-01-27T11:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:43:38.663-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lapsus'/><title type='text'>REKONSTRUKSI GEDUNG ASRAMA</title><content type='html'>Malam itu suasana di asrama mahasiswa sunyi senyap. Hanya terdengar sayup-sayup obrolan lirih dari segilintir santri yang sedang piket ronda. Di sebelah mereka berderet beberapa santri yang tergeletak tidur. Lelah telah membuat mereka tak kuasa menahan kantuk yang menyerbu kelopak mata. Mereka seolah lupa pada tugas ronda yang di emban. Sementara di dalam aula terdapat banyak santri yang terbaring melepaskan penat setelah seharian penuh melakukan akfitas yang padat. Mereka tampak berjajar rapi. Jika diamati, posisi tidur mereka tak ubahnya deretan ikan pindang yang biasa tersedia di kantin.&lt;br /&gt; Itulah sedikit dari sekian banyak gambaran fenomena nyata yang terjadi di pesantren kita akibat adanya rekonstruksi gedung bangunan asrama mahasiswa. Perbedaan suasana pondok pada saat sesudah dan sebelum dilakukan rekonstuksi gedung terlihat jelas. Salah satunya adalah seperti yang tercover pada paragraph di atas. Piket ronda yang sebelumnya dilakukan para santri di pos ronda, kini beralih tempat setelah dilakukan rekonstruksi bangunan. Para santri lebih memilih tempat yang berada  di depan bangunan komplek B baru. Praktis, pos ronda yang ada sekarang ini tidak banyak dimanfaatkan dan terkesan banyak nganggurnya. Jika pos ronda itu mampu berbicara, mungkin ia akan berteriak sekeras-kerasnya, memprotes para santri yang sudah tidak lagi memperdulikan eksistensinya. Ia akan menuntut haknya untuk diperlakukan sebagaimana mestinya. Dulu pada saat sebelum rekonstruksi, pos ronda dipenuhi para santri yang sedang ronda. Suasana lebih terlihat agak ramai karena mayoritas dari santri yang sedang ronda dalam keadaan terjaga, bahkan tak jarang mereka menyempatkan diri untuk memasak. Sekarang, jika kita lihat teman-teman santri yang sedang ronda mereka lebih memilih terbang ke alam mimpi dari pada sekedar ngobrol, membaca buku atau bahkan memasak. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena lokasi ronda yang sangat mendukung dan representative untuk dijadikan tempat tidur. &lt;br /&gt; Tak dapat dielakkan, bahwa dengan adanya rekonstruksi gedung asrama, para santri memperoleh kenyamanan tersendiri. Sebagai salah satu bukti adalah bahwa saat ini, para santri bisa dengan sangat leluasa membawa computer atau laptopnya ke dalam pondok. Tentu hal ini mempermudah mereka dalam hal pengerjaan tugas-tugas kampus. &lt;br /&gt; Sejauh ini  memang proyek renovasi asrama masih belum rampung seratus persen, kendati demikian suasana nyaman sudah dapat dirasakan. Saat ini para tukang bangunan sedang menyelesaikan bangunan komplek yang berada di sebelah paling timur atau biasa disebut dengan kamar wetan. Rencananya bangunan baru tersebut akan digunakan sebagai kamar tidur para santri dan bagian belakang gedung akan dimanfaatkan sebagai tempat parkir sepeda motor dan pit onthel. Untuk parkirnya sekarang sudah dapat digunakan, tetapi kenyataannya teman-teman santri lebih suka memarkir motornya di halaman depan kantor yang baru. Tindakan mereka inilah yang beberapa waktu lalu sempat disesalkan ketua keamanan pondok dalam sambutannya di sela-sela acara rutin tiap malam jumat. &lt;br /&gt;“Yo’ opo arek-arek iki wong wes angel-angel digawekno parkiran kok gak gelem marker neng nggone” begitulah sang ketua keamanan dengan bahasa khas jawa timur menyampaikan keluhannya. Sebenarnya dari segi penempatan, letak parkiran kurang begitu strategis. Para santri harus menuntun motornya jauh ke belakang kamar wetan, sehingga merekapun malas untuk memarkirnya di tempat yang telah disediakan. Mereka lebih memilih memarkirnya di halaman pondok karena lebih praktis. Biasanya para santri akan mau memarkirkan kendaraanya di parkiran tersebut ketika hujan turun. &lt;br /&gt;Terkait dengan proyek pembangunan tersebut, crew as sibaq sempat menanyakan komentar beberapa santri. “ Terus terang saya pribadi merasa bertambah nyaman dengan adanya pembangunan gedung asrama yang baru, tapi di satu sisi dampak negative dari adanya proyek tersebut dikhawatirkan kang-kang santri bisa dengan sangat leluasa mengarahkan pandangannya ke arah barat, maksudnya ya itu loh kang-kang santri inceng-inceng kompleke mbak-mbak santri, itu kan nggak etis” begitulah komentar dari Kang badar seorang santri yang mempunyai banyak status, dari mulai status mahasiswa, santri, guru, single, jomblo ( eh..tapi dua status yang disebut terakhir ini guyon lo kang..disensor). Mbah faiz, salah satu artis idola santri yang pernah diekspos di madding ini enggan berkomentar ketika ditanyakan masalah proyek pembangunan ini, begitu juga kang bey ratomi santri nyentrik asal magelang inipun tak mau mengucapkan sepatah kata pun dari bibirnya. Penyebab pastinya belum diketahui, entah karena takut, pekewuh atau karena malas tur isin, yang jelas mereka berdua no koment. &lt;br /&gt;Akibat dari adanya rekonstruksi bangunan, berbagai masalah pun muncul, di antaranya adalah masalah buku-buku yang ada di komplek A. Banyak di sana tercecer berkardus-kardus buku yang membuat pemandangan jadi tak sedap. Sebelumnya banyak juga buku yang mangkrak di depan kamar wetan yang masih dalam pembangunan. Apalagi kondisinya basah dan banyak kitabnya. Kitab-kitab itu bahkan terinjak-injak. Maka diambillah keputusan untuk dibakar. &lt;br /&gt;Entah itu buku-buku yang ada di komplek A itu milik siapa, yang jelas ternyata penghargaan kita kepadanya masih sangat minim. Padahal buku menjadi salah satu sumber keilmuwan kita. Karena diakui ataupun tidak, ilmu kita masih di suthur, belum di sudhur. Jika memang buku-buku itu adalah kepemilikan para alumni (kalau melihat nama-nama tua yang banyak tertera di halaman pertama), lalu bagaimana cara penyelesaiannya? Terus terang banyak santri yang enggan memanfaatkannya jika tidak ada kerelaan dari pemilik. Tapi ini masalahnya agak lain, pemilik belum tentu tidak rela, mungkin saja rela tetapi tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;Terlepas dari masalah-masalah tersebut di atas, selayaknya kita semua  bersyukur karena dengan adanya rekonstruksi gedung asrama kita semua dapat merasakan kenyamanan., Namun yang perlu diingat adalah masalah peningkatan kwalitas dari pondok kita tercinta. Peningkatan sebenarnya tidak cukup dilakukan dari segi fisik dan bangunannya saja. Percuma saja jika gedung dibangun semewah mungkin, tapi dari segi kwalitas dan mutu pendidikannya masih kurang maksimal. Yang penting adalah  perbaikan dan perombakan gedung asrama tersebut bisa sejalan dengan pembangunan mutu pendidikan dan moral para santri. Semoga. (El_Ch, If, adm)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-521629078201082155?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/521629078201082155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/rekonstruksi-gedung-asrama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/521629078201082155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/521629078201082155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/rekonstruksi-gedung-asrama.html' title='REKONSTRUKSI GEDUNG ASRAMA'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-2002289244648708475</id><published>2009-01-27T11:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:42:38.269-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komplek B'/><title type='text'>NOTEBAR n BAU</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NOTEBAR DI KOMPLEK B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam rangka menyambut hari raya idul adha beberapa waktu lalu, pihak pengurus madrasah diniyah meliburkan para santrinya. Tak tanggung-tanggung libur yang ditetapkannya  kurang lebih satu minggu, sehingga santri untuk sementara bisa bersantai ria, melepaskan kepenatan dan kesibukannya. Beberapa santri ada yang pulang kampung, tetapi yang masih menetap dipondokpun banyak.&lt;br /&gt; Untuk mengisi liburan, biasanya pengurus memberikan kebebasan bagi kang-kang santri yang memilih liburan di pondok untuk menonton tv di luar jam-jam shalat.&lt;br /&gt;Tak seperti hari-hari biasanya NOTEBAR (Nonton Televisi Bareng) kali ini tak digelar di komplek A melainkan dialihkan ke komplek B yang sekarang dijadikan kantor pondok.&lt;br /&gt; Dari segi tempat, komplek B memang jauh lebih memberikan kenyamanan tersendiri dari pada di komplek A mengingat komplek B adalah komplek yang terbilang gress. Inilah yang mungkin menjadi pertimbangan adanya pengalihan tempat NOTEBAR.&lt;br /&gt; Fasilitas NOTEBAR di komplek B sangat lengkap, dari mulai karpet yang memberikan kehangatan para santri di saat dinginnya malam, Bantal walaupun bantal yang digunakan bukan bantal kapuk tapi bantal buntelan karpet, pakaian bahkan bantal jimbai (alat musik yang biasa dipakai teater sangkal saat show) yang sudah rusak. &lt;br /&gt; Di siang hari biasanya suasana NOTEBAR tidak begitu ramai. Hal ini mungkin dikarenakan pada siang hari kang-kang santri sibuk menjalankan aktivitasnya masing-masing. Entah itu kesibukan kampus, umbah-umbah baju, meeting, maupun apel…(Eh  sory disensor) masak santri kok apel Dzalika mamnu’ .&lt;br /&gt; Suasana lebih terlihat lebih ramai pada waktu malam hari, sebab waktu malam adalah waktu senggang, santai dan melepas penat teman-teman santri setelah seharian penuh beraktivitas. Nah, Untuk mengisi saat-saat santai itu kang-kang santri memilih duduk manis atau bahkan ada yang duduk pahit (karena duduknya kayak orang udunen gak bisa tenang) sambil NOTEBAR, apalagi kalau kebetulan acara yang ditonton adalah acara bola, wuuih rame banget kayak nonton di studio 21 ambarukmo loh!(El_ch)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;BAU TAK SEDAP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beberapa waktu yang lalu, ketika komplek B selesai direnovasi, bau tak sedap sering muncul menyerang hidung. Tiap kali masuk ruang yang diperuntukkan untuk penerimaan tamu, hidung tak kuasa membentengi diri dari bau pesing yang berasal dari kamar mandi. &lt;br /&gt; Bau itu muncul karena memang penempatan kamar mandi yang kurang representative dan strategis. Seharusnya kamar mandi itu tidak ditempatkan di dalam ruangan yang bersebelahan langsung dengan ruang tamu supaya bau yang muncul tidak tercium. Bau itu tentu saja menggangu kenyamanan para tamu dan juga santri.&lt;br /&gt; Berbagai upaya telah dilakukan demi meredam bau tak sedap itu, dari mulai memasang  pengharum ruangan sampai memberi sekat dengan memasang kelambu. Upaya itu ternyata membuahkan hasil, Alhamdulillah sekarang bau itu perlahan mulai berangsur hilang walaupun tak seratus persen. (El_ch)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-2002289244648708475?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/2002289244648708475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/notebar-n-bau.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/2002289244648708475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/2002289244648708475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/notebar-n-bau.html' title='NOTEBAR n BAU'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-4386132763458372010</id><published>2009-01-27T11:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:39:34.884-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor Santri'/><title type='text'>... .Humor Des 08'</title><content type='html'>Santri tidak akan pernah ketinggalan dengan selera humornya, banyak orang berkata kalau santri memang jarang bersedih, setelah kita fikir bersama-sama ternyata memang benar, padahal mereka harus mengaji setiap harinya, sekolah, kuliah setiap paginya, apa yang membuat santri baas enjoy ya…, silahkan kalian semua berfikir dan memberi alasan riilnya. Bila sudah ketemu jawabanya akan kami masukkan dalam humor santri terbitan berikutnya. Jangan lupa kirimkan kritik dan saran kalian semua wahai santri yang kami hormati dan kami banggakan. Kasihan pemikiran yang ada difikiranmu bila tidak kamu kirimkan. Salah tidak bayar, benar kami terbitkan. Waktunya kalian berkarya.&lt;br /&gt;Maaf jika harus kami panjang-panjang-kan perkataan kami, pada humor santri ini adalah sebuah kejadian yang terjadi dikalangan santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dua Langkah Lebih di Depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini sangat lucu. Maka tertawalah….!&lt;br /&gt;Mbeeeeeek…..! Tepatnya di bulan penuh kambing tahun ini, masjid Al-Faruq seperti biasa melaksanakan sholat asar berjamaah. Seperti biasa lagi, putra di masjid utama sedang putri di bagian selatan. Kebetulan aku waktu itu ada di deretan makmum paling selatan shof pertama. Yaah, walaupun sedikit tapi gerakan mbak-mbak putri tetap bisa terlihat oleh ujung mataku, apalagi waktu sujud dan rukuk. Walau memang tak bisa melihat wajahnya, kecuali kalau memang niat ngintip. Husssh, batal nanti lho sholatnya!&lt;br /&gt;Sampai pada takbiratul ihram masih seperti apa adanya, tak ada yang aneh bin ajaib. Tapi yang aneh …. Waktu imam melakukan ruku’, otomatis makmum mengikutinya kalau tak mau batal. Tapi tidak dengan kidul tembok (maksudku mbak-mbak putri). Ternyata mungkin karena saking khusuknya atau kebanyakan makan sama kambing sehingga aliran darahpun naik dengan drastis, mereka ternyata dua langkah lebih cepat dari kami (imam dan makmum putra). Yah… mereka telah melakukan sujud bersama. Selang beberapa rukun, mereka menyadari kekeliruannya, dan akhirnya keributan dan bisik-bisik kecil pun kudengar. &lt;br /&gt;Dalam dugaan kuatku mereka membubarkan diri dari jamaah yang kemudian mungkin mereka melakukan jamaah sendiri.. Kalau tak percaya coba saja tanyakan sama mereka, soalnya saya sendiri juga belum kroscek.&lt;br /&gt;Oh ya, sekalian nitip saran buat yang berwenang, katanya salah seorang mahluk kidul tembok ‘suara imam memang kurang keras. Sehingga …. Kalau dibiarkan terus, bisa-bisa akan ada lagi kejadian seperti di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Satu satu Satu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini mungkin masa-masa humor memang sedang melanda dan kerasan di masjid Al-Faruq. Yang satu ini juga lelucon yang tak kalah lucu dengan humor kental yang terjadi ketika jamaah di masjid. Bedanya kalau ini terjadi di masjid putera.&lt;br /&gt;Seperti yang kita tahu, biasanya makmum berada tepat di belakang imam dengan shof yang berderet-deret kesamping. Kaya antri sembako sih, tapi beda karena arah menghadapnya yang beda, dan tentu saja harapannya juga beda. Tapi ini beda bro!&lt;br /&gt;Seorang santri yang masbuq sebut saja Budi (memang namanya itu) merampungkan sholatnya setelah imam usai. Dengan khusuk dia menghadap robb. Nah, dibelakangnya dengan agak di bagian kanan ada Pak Mun berbaju biru juga sedang sholat. Gerakannya di belakang (mengikuti) gerakan Budi. Yang lucu, di belakang Pak Mun ada lagi Kang Arif yang sedang makmum Pak Mun.&lt;br /&gt;Bisa bayangkan nggak posisi mereka saat itu? Yaitu satu satu satu. Kontan para jamaah yang memang sudah usai wiridannya pun terkekeh-kekeh melihat keajaiban dunia ini. Wekekekekek… qiqiqiqiqiqiqik …&lt;br /&gt;Perlu diketahui oleh para santri bahwa Budi bukanlah menjadi Imam Pak Mun. hal itu kami simpulkan ketika Budi sudah selesai dan pak Mun tidak mengikutinya. (If, sory ya namaku minta diinisialkan. Biar terlihat misterius. He he …)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-4386132763458372010?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/4386132763458372010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/humor-des-08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/4386132763458372010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/4386132763458372010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/humor-des-08.html' title='... .Humor Des 08&apos;'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-3210263517061074979</id><published>2009-01-27T11:36:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:37:22.542-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GEGURITAN'/><title type='text'>Geguritan Des..08'</title><content type='html'>Alhamdulillah kali ini kami akan menambah rubric baru yang tidak terpikirkan oleh redaksi sebelumnya. Ini mungkin ada, karena kami rasa ini perlu diadakan, karena ini menurut opini kami, Geguritan ini adalah sebuah refleksi makna dalam sebuah kandungan kata yang sudah mulai pudar dan sudah akan hilang, yang bukan orang jawa kami minta maaf dan silahkan Tanya kepada temen anda yang faham Bahasa Jawa (Jantune Wibawa). &lt;br /&gt;Kami hanya ingin sedikit memberitahukan kepada khalayak ramai bahwa setiap kata bahwa kalimat yang berbahasa jawa pasti mempunyai makna dan artikulasi tentang kehidupan di dunia ini, mungkin orang luar jawa akan terkagum-kagum melihat para leluhur jawa yang mempunyai filosofi tersendiri dari setiap bahasa yang mereka keluarkan, kami mencoba mengambil dari “kumpulan sajak dan geguritan Handoyo Wibowo”, darisini kita bisa memahami huruf perhuruf kemudian kata perkata yang kemudian artikulasinya kami serahkan kepada para santri, yang mayoritas orang jawa. dalam kutipan atau ditulis ulang oleh Taufiq selaku pimred Yang kami temukan di almari kumpulan buku yang sudah tak terpakai yang hamper lusuh bahkan musnah. Semoga ada Manfaatnya… Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUWASA&lt;br /&gt;(Kuwat lan Prakosa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala katalenan ati jalaran rasa&lt;br /&gt;Punapa iku kasebut anane tresna&lt;br /&gt;Sing tenanan angel le endha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maneh gematine akehe sasegoro&lt;br /&gt;Malah luwih gedhe saka donya&lt;br /&gt;Isih nggubet pijer anget manjelma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lan menep takon sajroning dhadha&lt;br /&gt;Kuwi lho yen wis garise maha kuwasa&lt;br /&gt;Kang mestine dipuja aja nganti sirna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngayogyakarta, 27 Desember 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRESNA&lt;br /&gt;(Trep ing rasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajatine thukule trisna&lt;br /&gt;Tenan ra bisa dipeksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ning metu saka aluse rasa&lt;br /&gt;Sing aleman nastiti menjelma&lt;br /&gt;Lan trep tekane dhadha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula padha rumangsa a&lt;br /&gt;Kuwi ukume alam dunya&lt;br /&gt;Kang uga sumeleh ditampa&lt;br /&gt;Sarampunge umur jagat raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngayogyakarta, 28 Desember 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KANGEN&lt;br /&gt;(Kangelan ilang saben dinten)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumetese ruh jalaran kangen&lt;br /&gt;Iku bisane mung dingen ngen&lt;br /&gt;Karo saka tresna sing kalelepen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulo bukaen ati lan pikiren&lt;br /&gt;Yen kangelan ngayomi saben dinten&lt;br /&gt;Saengga apik gematine kayata inten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramila bok ya dipun eklasaken&lt;br /&gt;Uga kalbu boten kalarakaken kapinten pinten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngayogyakarta, 01 Januari 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada yang tidak bisa kita pelajari kecuali jika kita malas untuk mempelajarinya”(Ahmade’)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-3210263517061074979?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/3210263517061074979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/geguritan-des08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/3210263517061074979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/3210263517061074979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/geguritan-des08.html' title='Geguritan Des..08&apos;'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-5447520568137153044</id><published>2009-01-27T11:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:35:51.135-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Cinta Sekejap, Penambah Semangat</title><content type='html'>Oleh: …..Anntobuu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati Terasa putus ku ingatmu&lt;br /&gt;Rasa Tak  kuat ditolak cintamu&lt;br /&gt;Walau ku  bukan pilihan idaman&lt;br /&gt;Ku tetap  kuat sepanjang  zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ialah pemuda idaman&lt;br /&gt;Sekejap asa tiada lihat&lt;br /&gt;Tertolak cinta tiada tercengang&lt;br /&gt;Hasrat semakin geliat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-5447520568137153044?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/5447520568137153044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/cinta-sekejap-penambah-semangat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/5447520568137153044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/5447520568137153044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/cinta-sekejap-penambah-semangat.html' title='Cinta Sekejap, Penambah Semangat'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-9191512711469643294</id><published>2009-01-27T11:32:00.001-08:00</published><updated>2009-01-27T11:32:45.440-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artis Lokal'/><title type='text'>OSAMA bukan bin LADEN</title><content type='html'>Pria kelahiran Palembang yang saat ini masih menempuh kuliah di  salah satu universitas negeri ternama di Yogyakarta ini adalah salah satu di antara sekian banyak santri yang tergolong mempunyai charisma dan aura yang terbilang beda plus unik. Betapa tidak, dari segi performance, idola kita ini berperawakan tinggi besar dan kekar. Inilah yang kemudian menjadikan beberapa teman santri yang belum kenal dekat dengan dia ketika berpapasan atau sekedar melihat akan sedikit merasa takut n grogi lantaran penampilannya. Padahal di balik tubuh kekar n wajah yang terkesan angker,….he he he (kuburan kale….!) di dalamnya tersimpan kepribadian halus nan ramah.&lt;br /&gt;Mau tau ga? Siapa sich idola kita edisi kali ini? Dia bernama lengkap KHOLID ALI USAMAH. Karena namanya yang tersusun dari tiga kalimat, ia pun mempunyai banyak nama panggilan. Di lingkungan pondok misalnya, ia terkadang di panggil dengan nama Kholid, ada juga yang memanggil Usamah, di lingkungan sekolahnya dulu ia populer dengan panggilan Ali atau Aliong, Bahkan saat ini beberapa teman-teman santri ada yang memanggilnya dengan sebutan Suko. Entah mengapa ia bisa dipanggil demikian dan apa maksud dari panggilan akrab tersebut, untuk sementara pertanyaan itu belum bisa dijawab. Di antara sekian banyak nama dan julukannya, yang paling menarik untuk di bahas adalah nama belakangnya itu loh yang mirip salah satu tokoh kelompok al Qaedah. Tau kan? Kalo gak tau, ya kebangeten n pasti jarang baca koran. Iya kan? Nggak usah ngaku udah kelihatan kok dari posisi anda yang saat ini membaca tulisan ini dengan mata melotot. &lt;br /&gt;Semua pasti pernah mendengar nama Osama bin Laden. Dia adalah salah seorang tokoh internasional yang paling dicari lantaran  keterlibatannya dengan aksi terorisme, lantas Osama local yang menjadi artis kita kali ini apakah juga termasuk dalam deretan tokoh-tokoh yang paling dicari? Jawabannya adalah kemungkinan iya. Mengapa demikian, sebab Osama kita ini orangnya unik, lucu n humoris. Nah karena beberapa sifat inilah teman-teman santri banyak yang mencarinya untuk sekedar ngobrol, curhat ataupun ngopi bersama.   &lt;br /&gt;Ngomong-ngomong soal pendidikan, cowok asli Palembang ini ternyata semasa aliyah, dia ngambil jurusan bahasa n dia juga sempat belajar bahasanya pemain bola legendaries Zinedine Zidane loh…….! Jadi kalo pembaca setia As-sibaq pengen belajar bahasa Prancis, bisa langsung kontak ke Nomor HPnya. Bagi pembaca yang belum tau nomornya, disarankan untuk berusaha mencari sendiri soalnya As-sibaq nggak akan mencantumkan nomor tersebut di rubric ini lantaran takut nglanggar kode etik jurnalistik santri. Bisa-bisa As-sibaq dimeja hijaukan gara-gara masalah ini. Ya nggak? &lt;br /&gt;Dalam kesehariannya, artis kita ini dikenal mempunyai kepribadian yang baik, humoris, srawongan, tak pilih-pilih teman, gak gampang nesu, selalu sumeh dll. Yang gak kalah penting dan unik adalah kebiasaannya yang selalu elus elus rambut sirahe teman tatkala tidur. Kok iso?? Maksude opo?? Gini ceritanya, usut punya usut ternyata kebiasaan elus elus rambut tersebut sudah bawaan sejak kecil. Semasa kecilnya ia selalu bobo di temani ibunda tercinta, nah secara tidak sadar tangannya bergerak menuju kepala sang bunda -saking sayangnya mungkin- lantas iapun megnelus elus mustaka ibundanya. Kebiasaan tersebut sampai sekarang pun kadang-kadang masih terjadi, banyak teman sekamarnya yang kebetulan tidur bersebelahan menjadi korban elusan dan belaian lembut dari idola kita ini. Hii…. Ngeri banget tuch! Bahkan salah satu crew As sibaq pernah jadi salah satu korbannya loh…!Eit tapi jangan takut  elusannya tuh gak da maksud lain kecuali sekedar sebagai bentuk perwujudan rasa sayangnya  pada seorang teman.&lt;br /&gt;Penting untuk diketahui oleh pembaca, bahwa cowok maniez ini kalo kuliah selalu mengendarai kuda, tapi kudanya kuda besi cah, mosok kuda tenanan, angel ngrawate now…! Lah kudanya ini loh yang sangar, merknya Honda tiger –sak pondok ra ono seng ngembari- elok to??&lt;br /&gt;Sekedar informasi, jika teman-teman santri berminat untuk mengenalnya  lebih dekat, bisa langsung sowan ke kamar A5, kamar yang belum lama ia huni. Sebelumnya ia pernah singgah di kamar B3 yang sekarang tinggal kenangan dan sudah almarhum karena menjadi korban penggusuran. Syaratnya nggak sulit-sulit amat kok. Nggak perlu bawa gula ataupun kopi, yang penting anda tersenyum saat sowan ke kamarnya sebab idola kita ini sangat suka dengan senyuman. Yang penting anda jangan tersenyum terus ntar capek, dan fatalnya lagi jika anda selalu tesenyum tanpa sebab berarti kesehatan anda perlu dipertanyakan.(El_Ch)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-9191512711469643294?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/9191512711469643294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/osama-bukan-bin-laden.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/9191512711469643294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/9191512711469643294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/osama-bukan-bin-laden.html' title='OSAMA bukan bin LADEN'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-6660137227319896477</id><published>2009-01-27T11:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:31:17.497-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ultah'/><title type='text'>UltahDes.. 08'</title><content type='html'>Horeee! Ada yang ulang tahun lagi! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Nur Syahid B. &lt;br /&gt;1 Desember 1994&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Prayoga&lt;br /&gt;3 Desember 1994 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andri Irawan&lt;br /&gt; 6 Desember 1990&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajang Husni Hidayat&lt;br /&gt; 7 Desember 1985&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reza Ali Ashar&lt;br /&gt;7 Desember 1987&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihan Ali Ashar &lt;br /&gt;7 Desember 1987&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Tsulasi H.&lt;br /&gt; 7 Desember 1989&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lathif Fathoni &lt;br /&gt;11 Desember 1989&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arya Damar&lt;br /&gt; 13 Desember 1994&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfi Almohdzami&lt;br /&gt; 14 Desember 1991&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayatulloh&lt;br /&gt;18 Desember 1989&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Fahmi&lt;br /&gt; 18 Desember 1989&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmudin Ridlo&lt;br /&gt; 20 Desember 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Yasin&lt;br /&gt; 26 Desember 1988&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun kepada teman-teman santri yang pada bulan ini “kebetulan” lahir beberapa tahun yang lalu, semoga panjang umur, murah rizki de el el. Ojo lali syukurane… .&lt;br /&gt;   adm-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-6660137227319896477?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/6660137227319896477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/ultahdes-08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6660137227319896477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6660137227319896477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/ultahdes-08.html' title='UltahDes.. 08&apos;'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-2695119585473630919</id><published>2009-01-27T11:28:00.001-08:00</published><updated>2009-01-27T11:30:08.404-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Request'/><title type='text'>Request Des.. 08' II</title><content type='html'>Diminta memberi itu biasa, tapi tidak diminta tetap memberi itulah yang luar biasa. Itulah yang mendorong kami untuk mencantumkan lagu milik band pendatang baru pemilik single ‘Suara’ pada edisi kali ini. Yups! Benar sekali, Hijau Daun. Walaupun tak ada yang ngrequest lagu ini, namun kami pikir kami perlu menyuguhkan kepada anda pembaca budiman, mengingat masih seringnya kita mendengar santri-santri nyanyinya pas reff-nya saja. Itupun nggak bener.&lt;br /&gt;Coba saja bayangin, akan kami contohin:&lt;br /&gt;Suara dengarkanlah aku&lt;br /&gt;Apa kabar dunia bila kau tak di sampingku &lt;br /&gt;Apa kabar dunia, bila kau tak bersamaku&lt;br /&gt;Kan nggak wagu kalau nyanyinya sudah fals bin sumbang sekali, eh … liriknya juga salah pisan. Pokoknya kami berharap lagu-lagu yang sering ngelantur dari satu judul ke judul yang lain sudah nggak ada lagi setelah ini. Kami takut anda dituntut oleh ‘Hijau Daun’ karena dikira menyelewengkan lagu yang sudah susah-payah mereka ciptakan. Tak usah banyak komentar, langsung saja kami suguhkan.&lt;br /&gt;Suara ‘di sini aku menunggu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijau Daun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini aku masih sendiri &lt;br /&gt;Merenungi hari-hari sepi &lt;br /&gt;Aku tanpamu … masih tanpamu&lt;br /&gt;Bila esok hari datang lagi &lt;br /&gt;Ku coba tuk hadapi semua ini &lt;br /&gt;Meski  tanpamu meski tanpamu&lt;br /&gt;Bila aku dapat bintang yang berpijar &lt;br /&gt;Mentari yang tenang bersamaku disini &lt;br /&gt;Ku dapat tertawa menangis merenung &lt;br /&gt;Di tempat ini aku bertahan&lt;br /&gt;Suara dengarkanlah aku &lt;br /&gt;Apa kabarnya pujaan hatiku &lt;br /&gt;Aku disini menunggunya &lt;br /&gt;Masih berharap didakam hatinya&lt;br /&gt;Suara dengarkanlah aku &lt;br /&gt;Apakah aku slalu dihatinya &lt;br /&gt;Aku disini menunggunya &lt;br /&gt;Masih berharap di dalam hatinya &lt;br /&gt;Dan aku masih tetap disini &lt;br /&gt;Melewati semua yang terjadi &lt;br /&gt;Aku menunggumu … aku menunggumu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kejahatan dibalas dengan kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas dengan kebaikan, itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah dzalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kehawatiran untuk masa depan, kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kehilangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya. Tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.&lt;br /&gt;Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat terus-menerus.&lt;br /&gt;Rasa takut bukan untuk dinikmati, tetapi untuk dihadapi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-2695119585473630919?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/2695119585473630919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/request-des-08-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/2695119585473630919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/2695119585473630919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/request-des-08-ii.html' title='Request Des.. 08&apos; II'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-1772322804037798637</id><published>2009-01-27T11:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:27:55.565-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Request'/><title type='text'>Request Des.. 08' I</title><content type='html'>Lagi-lagi masih saja banyak santri yang ketika menyanyi hanya dengan siul atau tepuk-tepuk atau mantuk-mantuk saja, atau paling banter nyanyi reff-nya saja. Maka dari keprihatinan itu muncullah rubric ini.  Silahkan bagi siapa saja yang kepingin nge-request lagu apa saja yang diinginkan, kemudian kami akan mencarikan teksnya dengan jelas, jadi sambil disamping radio depannya kopi serta rokok djarum, bisa sambil membaca atau menghafalkanya. Nanti kalau sudah hafal bisa bisa diamalkan di depan teman-teman atau sambil muthola’ah. Siapa tahu dengan hafalnya lagu yang di senengin bisa nambah semangat ngajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk satu yang kemudian harus tercerai-berai, &lt;br /&gt;‘tak ada yang abadi di sini,&lt;br /&gt;pertemuanku dengannya, pertemuanku denganmu , pertemuan kita, &lt;br /&gt;pertemuanku dengan kalian, bahkan pertemuanku dengan aku.&lt;br /&gt;Jika saja tak disandarkan kepada Zat Yang Maha Abadi,&lt;br /&gt;lalu untuk apa kefanaan jasad ini, &lt;br /&gt;akankah ada setetes guna yang mengalir dalam darah’. &lt;br /&gt;Kepadanya atau mereka, atau bahkan kalian, ku requestkan lagu milik Peterpan yang menyedihkan dan termehek-mehek ini. Ambil MP3, pejamkan mata lalu hayati apa yang terkandung di dalamnya. Kalo b’lom apal, baca teks ini lalu kembali mendengarkan MP3. Sumonggo …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau Habis Terang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tak biasa tersenyum tenang &lt;br /&gt;walau a a a a hatiku menangis &lt;br /&gt;Kaulah cerita tertulis dengan pasti &lt;br /&gt;selamanya dalam fikiranku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluk tubuhku untuk sejenak &lt;br /&gt;dan biarkan kita memudar dalam kasih&lt;br /&gt;Biarkan semua seperti seharusnya &lt;br /&gt;tak kan pernah menjadi milikku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepaskan semua tinggalkan ini&lt;br /&gt;Ku kan tenang dan kau kan pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalanlah walau habis terang &lt;br /&gt;Ambil cahaya cintaku terangi jalanmu&lt;br /&gt;Diantara beribu lainnya kau tetap &lt;br /&gt;kau tetap benderang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Masrur&lt;br /&gt;Buat : semua temen-temen sekamar yang cool abis.&lt;br /&gt;Ucapannya : met berantem dan met gojlog2an. Aku ngrequest lagu barat biar kalian nggak katrok dan kuper kaya kutu kupret. Mbok kali2 denger lagu yang bukan bahasa kita. Meski tak tahu artinya, yang penting casingnya meyakinkan ….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helloween - Forever And One&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What can I do?&lt;br /&gt;Will I be getting through?&lt;br /&gt;Now that I must try to leave it all behind&lt;br /&gt;Did you see what you have done to me?&lt;br /&gt;So hard to justify&lt;br /&gt;Slowly it's passing by&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forever and one &lt;br /&gt;I will miss you&lt;br /&gt;However, I kiss you&lt;br /&gt;Yet again&lt;br /&gt;Way down in Neverland&lt;br /&gt;So hard I was trying&lt;br /&gt;Tomorrow I'll still be crying&lt;br /&gt;How could you hide your lies&lt;br /&gt;Your lies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here I am&lt;br /&gt;Seeing you once again&lt;br /&gt;My mind's so far away&lt;br /&gt;My heart's so close to stay&lt;br /&gt;Too proud to fight&lt;br /&gt;I'm walking back into night&lt;br /&gt;Will I ever find someone to believe?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forever and one &lt;br /&gt;I will miss you&lt;br /&gt;However, I kiss you&lt;br /&gt;Yet again&lt;br /&gt;Way down in Neverland&lt;br /&gt;So hard I was trying&lt;br /&gt;Tomorrow I'll still be crying&lt;br /&gt;How could you hide your lies&lt;br /&gt;Your lies&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-1772322804037798637?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/1772322804037798637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/request-des-08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/1772322804037798637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/1772322804037798637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/request-des-08.html' title='Request Des.. 08&apos; I'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-196720413995801829</id><published>2009-01-27T11:24:00.001-08:00</published><updated>2009-01-27T11:24:33.344-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NGETEL'/><title type='text'>Bajigur</title><content type='html'>Untuk kamu yang suka ngopi, sekali-sekali bisa nyoba campur kopi itu dengan sesuatu, mulai dari yang normal-normal seperti campur dengan susu jadi Kopi Susu, campur dengan susu dan cokelat, jadi Kopi Mocca, campur dengan jahe, jadi Kopi Jahe, atau yang agak ekstrem… .dengan jeruk nipis misalnya, akan jadi Kopi Kemaren, ganti gulanya dengan madu, jadi Kopi Madu, atau tambah kopi dengan kayu manis jadi  Kopi Kayu Manis, campur dengan areng (mowo) jadi Kopi Joss… (konon bisa menyembuhkan sakit perut, tapi mungkin kalo nggak cocok malah sakit perut, tapi kenyataannya laku keras di jual di Jogja).. Coba sensasi rasa nya.. . Selain itu, kamu bisa juga mencoba resep yang biasanya qta ucapkan saat qta sedang mangkel, sebel, de el el. Yaitu BAJIGUR, berikut resepnya:&lt;br /&gt; Bajigur &lt;br /&gt;adalah minuman khas Indonesia dari daerah Jawa Barat. Minuman ini biasa dijual dengan menggunakan gerobak yang menyertakan kompor sebab minuman ini lebih enak bila diminum dalam keadaan hangat. Bajigur sering diminum pada sore hari apalagi di hari yang hujan. Makanan yang sering dihidangkan bersama bajigur adalah pisang rebus dan kacang rebus.&lt;br /&gt;Resep yang biasa dipakai dalam membuat bajigur adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Bahan&lt;br /&gt;5 sendok teh kopi. &lt;br /&gt;¼ sendok teh garam. &lt;br /&gt;125 cc sirup gula jawa. &lt;br /&gt;750 cc santan dari ½ butir kelapa. &lt;br /&gt;1 bungkus vanili. &lt;br /&gt;150 gram buah atep (kolang-kaling), dicuci bersih dan diiris tipis memanjang, direbus hingga matang. &lt;br /&gt;Cara membuat&lt;br /&gt;Campur kopi, garam, gula jawa dan santan, lalu aduk rata. Kemudian masak campuran ini sambil diaduk-aduk sampai mendidih dengan api sedang. Tambahkan vanili. Masukkan irisan buah atep yang sudah lunak dan matang. Aduk rata. Angkat dan hidangkan panas-panas dalam cangkir/gelas dengan pisang rebus atau kacang rebus. –adm-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-196720413995801829?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/196720413995801829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/bajigur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/196720413995801829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/196720413995801829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/bajigur.html' title='Bajigur'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-6199743413474250294</id><published>2009-01-27T11:07:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:08:02.414-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laput'/><title type='text'>IDUL ADHA FIL MA’HAD</title><content type='html'>Allahu Akbar…Allahu akbar…Allahu akbar Laa ila ha illallah Huwallahu akbar Allahu akbar Walillahil Hamd. Gema suara takbir para santri mengalun merdu di masjid Al-Faruq. Dengan semangat 45 mereka mengerahkan segenap kemampuan untuk mengeluarkan suara takbir. Tak peduli tenggorokan kering dan kantuk yang menyerang mata. Semalam suntuk tak henti-hentinya takbir berkumandang, mengingat akan kebesaran sang Khaliq.&lt;br /&gt; Di tempat lain, beberapa santri lainnya memilih duduk manis di depan televisi berukuran 21 inch. Sorak soraipun terdengar jelas. Malam itu memang kebetulan acara tvnya menarik. Acara yang paling ditunggu-tunggu kang-kang santri, ya apalagi kalau bukan tayangan live sepak bola. Saat itu tim yang bermain adalah timnas Indonesia berhadapan dengan timnas Kamboja yang akhirnya dimenangkan tim nasional kita dengan skor cukup telak 4-0. Itulah gambaran dua suasana di pondok yang tampak kontras. Kendati demikian ber idul adha di pondok menyisakan kesan tersendiri bagi para santri. Tak seperti malam idul fitri, Malam idul adha di pondok masih dipenuhi para santri. Jumlah teman-teman santri yang lebih memilih pulang kampung tak sebanyak yang berada di pondok.&lt;br /&gt;Walaupun suasana pondok pada malam itu tak terlihat sepi, masih ada beberapa santri yang merasa kesepian dan teringat keluarga di kampung. “Wah kalo denger suara takbiran kayak gini, aku jadi teringat rumah, rasanya pengen balik” ujar salah seorang santri asal jabar ini. Ketika ditanya alasan mengapa ia tidak pulang, ia menjawab “ Tanggung banget soalnya kampusnya kan Cuma libur sehari doank, jadi ya dengan agak terpaksa aku nggak pulang”. Komentar lain dilontarkan santri asal magelang, ketika ditanya mengenai hal yang sama ia menjawab “ lah aku nek idul adha neng omah, ra seru tur sepi soale biasane neng desoku seng korban meng wong siji, otomatis weduse yo siji.” Sedangkan di pondok, seperti yang kita tahu, tercatat 1 (satu) sapi dan 9 (sembilan) kambing pada ronde pertama yaitu pada hari-H idul Adha dan dilanjutkan 3 (tiga) kambing pada ronde ke dua pada hari tasyrik ke dua. Totalnya bisa di hitung sendiri.&lt;br /&gt;Sholat idul adha memang sempat diwarnai dengan hujangerimis ditengah dinginnya pagi yang mencubit kulit. Tapi tetap saja masjid dipenuhi orang-orang yang hendak melakukan shalat yang dilakukan setahun sekali itu. Walaupun banyak santri yang pulag, setidaknya suasana masjid tidak kalah dengan suasana ketika shalat Jumat. Kesemarakan juga terlihat di dapur depan komplek C yang pada saat pekerjaan potong memotong daging hampir selesai, dikupas dua butir kelapa muda untuk diminum airnya dan dimakan dagingnya. Tulang belulang yang dagingnya tinggal secuil di masak tanpa bumbu dan ternyata habis di santap para santri. Selain itu juga kepala beberapa kambing di bakar. Entah bumbunya apa. Tercatat kurang lebih santri putra, putri baik itu pelajar ataupun mahasiswa sejumlah kurang lebih 250 orang.&lt;br /&gt;Pagi itu, pada saat prosesi penyembelihan hewan qurban akan dilaksanakan memang hujan turun rintik-rintik. Jadi panitia berinisiatif untuk memasang terpal diatas tempat penyembelihan. Tapi tak lama setelah terpal terpasang, ternyata hujan gerimis sudah berhenti. Ow, ya, tidak kalah seru dalam pencucian jeroan hewan qurban itu, jeroan yang diantaranya adalah usus dan anduk (babat) itu dicuci di sungai yang juga telah banyak orang juga melakukan hal yang sama. Sungaipun berubah warna menjadi kehijau-hijauan. Jika ada kotoran yang terapung dari atas, ada yang mengkomando, “ minggir minggir… ono tai”.&lt;br /&gt;Sore hari yang dilanjutkan lagi dengan hujan gerimis tetap meriah dengan para santri yang nyunduki daging jatah yang diperolehnya dengan bilah bamboo kecil untuk disate. Tempat pembakaranyapun cukup unik. Diprakarsai oleh kang Pepi, tempat areng untuk memanggang sate terbuat dari seng yang dipotong dan dilipat sedemikian rupa sampai akhirnya menjadi tempat nangkringnya potongan daging yang berjajar. Bumbu untuk sate diambil dari santri putri, terdiri dari kecap, irisan bawang-brambang-lombok, dan beberapa buah sambal kacang yang telah dibungkus plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar…Allahu akbar…Allahu akbar Laa ila ha illallah Huwallahu akbar Allahu akbar Walillahil Hamd –adm,If,el-Ch-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-6199743413474250294?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/6199743413474250294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/idul-adha-fil-mahad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6199743413474250294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6199743413474250294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/idul-adha-fil-mahad.html' title='IDUL ADHA FIL MA’HAD'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-6056895566373672150</id><published>2009-01-27T11:05:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:06:37.936-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komplek C'/><title type='text'>Popok Basah, Menjadi Sampah?</title><content type='html'>Lagi-lagi urusan yang satu ini tak kunjung usai, setelah beberapa kali ada pengurus yang merelakan diri mengelondrikan pakaian-pakaian mangkrak yang ada di sekitar sumur dekat kamar C4, kini pakaian-pakaian itu bermunculan lagi. Malah jumlahnya bisa lebih banyak daripada yang dulu. Sungguh menjijikkan.&lt;br /&gt;Popok-popok itu kalau diamat-amati sebenarnya ada penghuninya yang mbahu rekso, tapi seringkali sang pemilik itu malas untuk mencucinya. Dalam istilah kitab gebresnya yaitu ngende-ngende yang berakibat fatal, yaitu bisa-bisa lupa dan dibuat rumah para kodok dan bakteri-bakteri penyebar bintik-bintik hitam yang kalau dalam bahasa penulis yaitu endog kremo. Ada yang sama? He &lt;br /&gt; Setelah berlama-lama mangkrak di sekitar sumur, maka bau yang tak sedap pun akan bermunculan. Akibatnya yang terkena dampak terparah adalah kamar C4 tentunya. Untung saja kamar ini tak punya jendela, karena konon katanya kamar ini dulu adalah gudang. Selanjutnya kamar-kamar sebelah utaranya yaitu komplek A bagian selatan. &lt;br /&gt;Setelah bau yang tak sedap bermunculan, yang lebih parah lagi adalah komentar tak sedap dari para santri yang berdiam diri di sekitar lokasi sumur ketika ada seorang santri yang nyuci dengan kum-kuman cucian lebih dari satu pekan. Airnya itu lhoo yang menimbulkan bau seperti comberan tujuh sumber. Bacin! Kata-kata umpatan ples gojlogan yang membuat rendah diri dan minder tapi sejatinya sebagai penyemangat dan motivasi untuk meningkatkan daya cuci yang tinggipun keluar dari mulut-mulut licin mereka. Tanpa adanya komando yang menggerakkan.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana solusinya? Inilah sebenarnya yang mau kita rampungkan bersama. Ya kan?&lt;br /&gt;Kalau tidak dari kesadaran kita masing-masing memang rasanya sulit menghilangkan kebiasaan seperti ini. Dan kesadaran itu membutuhkan latihan yang serius. Bayangkan pakaian kita adalah hasil jerih payah orangtua kita di rumah yang banting tulang sampai tak kenal waktu. Artinya, kalau kita membiarkan pakaian kita mangkrak yang bisa-bisa disemayamkan di Pokar (Pojok Karang) oleh santri yang piket, maka tulang orangtua kita akan habis karena dibanting terus. Padahal harga tulang lumayan mahal, kalau nggak percaya tanyalah di Ortopedhi. &lt;br /&gt;Jika opsi yang pertama gagal, maka kita dapat melakukan alternative kedua. Yaitu dilondri dan dikasih di komplek biar yang merasa memiliki mengambilnya. Tapi harus dengan bayar! Dan tarifnya pun harus dua kali lipat, kan untuk bisyaroh orang-orang yang rela melondrikannya.&lt;br /&gt;Opsi terakhir yaitu diikut sertakakan dalam baksos. Seperti di Gunung Kidul atau yang lainnya. Bukankah masih banyak yang membutuhkan baju layak pakai, tetapi mereka nggak memilikinya. Ini lebih bermanfaat dan membuat sumur kita menjadi bersih dan nyaman.&lt;br /&gt;Akhirnya masalah yang kita hadapi harus kita selesaikan dengan segera. Kalau tidak, maka pondok bisa jadi ternak kodok.&lt;br /&gt;Maaf, ketika nulis berita ini keadaan masih seperti deskripsi di atas. Namun sayang sekarang sudah bersih dan sudah terselesaikan masalahnya. Akhirnya walaupun belum terbit As-Sibaq sudah menginspirasi pembersihan itu. He… he … If&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-6056895566373672150?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/6056895566373672150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/popok-basah-menjadi-sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6056895566373672150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/6056895566373672150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/popok-basah-menjadi-sampah.html' title='Popok Basah, Menjadi Sampah?'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-8329524648028236443</id><published>2009-01-27T11:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:05:26.971-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KILAS BERITA'/><title type='text'>PROGRAM BARU PSDM</title><content type='html'>Baru-baru ini suasana kegiatan malam jumat di pondok putra terlihat beda dengan sebelumnya. Divisi PSDM, telah membuat program baru sebagai pelengkap dari kegiatan-kegiatan yang sudah ada yakni mujahadah, shalat tasbih, barzanji dan komplek mandiri.Program baru tersebut adalah  kegiatan muhadlarah. Muhadlarah ini diisi dengan pidato empat bahasa yang meliputi bahasa local-tradisional yakni jawa, bahasa internasional-modern yakni inggris, bahasa nasional Indonesia dan terakhir adalah bahasa Al-quran yaitu bahasa Arab. Teknis pembagian tugasnya  dilakukan secara bergilir dari kamar ke kamar. Tiap kali pertemuan, yang bertugas langsung dua kamar dan wajib mengirimkan empat delegasi untuk maju unjuk gigi.&lt;br /&gt; Hari pertama pelaksanaan, suasana telihat gayeng. Kebetulan saat itu kamar yang bertugas adalah A1 dan A2. Namun sayang, kamar tersebut Cuma mengirimkan 3 delegasi yakni kang Farid arek jombang kebagian tugas pidato bahasa Indonesia, kang Aji Triyantopo bertugas pidato bahasa jawa dan kang Arif west prog diberi mandat untuk berpidato bahasa inggris, khusus untuk nama arif ini biasanya selalu di beri embel-embel panggilan untuk membedakan arif yang satu dengan yang lain mengingat nama arif di asrama mahasiswa sangat buanyak Sekalipun demikian suasana riuh dan gaduh tetap terjadi. Gojlokan terus dilancarkan oleh para santri yang menghadirinya. Tak pelak hal itu membuat bapak bapak pengurus agak jengkel. Pada sambutannya, Bpk Aris Sadzily selaku ketua umum menghimbau agar para santri tidak membuat gaduh dan ramai di dalam masjid.&lt;br /&gt;  Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya pelaksanan muhadlarah yang ke dua dilaksanakan di serambi masjid tidak di dalamnya. Kamar yang mendapat jatah untuk berpidato adalah kamar A5 dan A6. Kali ini kamar tersebut lengkap mengirimkan empat delegasinya yakni Erick santri asal LA yang punya nama keren, sesuai dengan namanya yang agak ke inggris-inggrisan, ia diberi tugas pidato bahasa inggris. Di saat tampil, kang Erick ini kebanjiran gojlok. Yang mengherankan adalah pada saat digojloki mukanya terlihat merah. Ini menandakan bahwa ia juga merasa minder n malu ketika digojlok, padahal biasanya kang Erick terkenal sebagai penggojlok yang paling ganas. Satu lagi delegasi dari kamar A5 dan A6 yang sangat menarik perhatian kang-kang santri, di adalah Kang Kukuh seorang santri baru CAKEB (cah kebumen). Ia membawakan pidato dalam bahasa jawa. Ketika nama kang kukuh dipanggil oleh sang pembawa acara untuk maju ke depan mimbar, spontan sorak sorai dan siulan nakal dari teman-teman  santri pun saling bersahut-sahutan. Tak heran jika siulan nakal itu muncul dari mulut para santri, soalnya kang kukuh ini di kenal mempunyai suara yang sangat halus dan lemah gemulai.&lt;br /&gt; Itulah sedikit gambaran suasana progam baru yang dicetuskan PSDM. Semoga dari pihak PSDM ke depan mampu membuat program-program baru lain yang lebih baik lagi.(El_ch)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-8329524648028236443?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/8329524648028236443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/program-baru-psdm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/8329524648028236443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/8329524648028236443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/program-baru-psdm.html' title='PROGRAM BARU PSDM'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-7436381378687375757</id><published>2009-01-27T11:03:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:04:10.800-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komplek A'/><title type='text'>Genk Kopi Setan</title><content type='html'>Asap keluar dari celah-celah jendela dan pintu yang sedikit terbuka di komplek A kamar nomor 6. Hampir setiap hari. Setiap sore, siang, bahkan pagi hari. Bukan karena wingit alias angker. Kebakaran? Mungkin ada benarnya. Kebakaran. Tapi bukan kebakaran besar yang memerlukan tenaga pemadam ebakaran, hanya kebakaran kecil sebesar ujung jari kelingking alias kebakaran rokok.&lt;br /&gt;Dalam kamar itu, beberapa santri sedang menikamati obong-obong congor ditemani dengan segelas besar cairan berwarna hitam pekat kecoklatan yang masih mengeluarkan kepulan uap diatasnya. Bukan es Badeg yang terbuat dari sari tape ketan hitam, bukan juga es Cincau alias Cao (bahasa: Jawa Timur) yang juga berwarna hitam, melainkan kopi. Rasanya?Enak? Coba saja.&lt;br /&gt;Alkisah, Toni yang konon kini sedang cuti, suatu hari tergerak hatinya untuk mencoba barang sesruput dua sruput kopi yang masih terlihat uap membumbung dari gelas yang tergeletak tak berdaya di lantai kamarnya. Sedikit ragu, atau tidak ada keraguan—mungkin bisa ditanyakan sendiri kepada beliau ketika sudah kembali ke pondok—dia meneguk sesruput cairan kental ini. Lidahnya bergetar hebat … . komentarnya?&lt;br /&gt;“Kopi Setan! Kopi kok paite eram-eram… .”&lt;br /&gt;Yah, itulah salah satu komentar cacian terhadap kopi yang malang dan tak bersalah itu. Meskipun bagi para peracik dan penikmatnya, lidah mereka sudah “terlatih” untuk merasakan kopi mana yang enak dan mana yang tidak (menurut versi mereka). Rasa kopi itu adalah rasa yang ideal.&lt;br /&gt;Mungkin karena kisah tadi, santri-santri yang betah berlama-lama di situ, menikmati kopi yang paite eram-eram itu bisa disebut sebagai genk Kopi Setan. Lalu timbul pertanyaan, Racikannya bagaimana, apa saja bahannya? Siapa yang meracik? Kopi dari mana? Apa yang dilakukan mereka?&lt;br /&gt;Setelah dilihat dengan mata telanjang, ternyata kopi itu diracik dari Kopi dengan merk terkenal yang namanya merupakan salah satu alat transportasi laut, meskipun dulu sempat menggunakan kopi dengan merek yang namanya merupakan nama salah satu jari. Tapi itu dulu. Bahahannya selain kopi itu yang dibeli secara  urunan alias patungan atau yang lebih dikenal dengan bantingan, juga gula secukupnya. Kira-kira 4 (empat) sendok lebih (munjung) banding 1 (satu) sendok lebih, yang meracik gantian antar “anggota”, biasanya yang lain nggodok air.&lt;br /&gt;Ngopi, mungkin itu satu hal yang “wajib” bagi mereka. Gojlokan, ngerumpi, diskusi, tukar pendapat merupakan sedikit hal yang dilakukan mereka. Biasanya setelah adzan atau qomat setelah dioprak-oprak oleh pak Topek—keamanan yang ehm ehm itu—mereka membubarkan diri, entah itu wudhu lalu ke masjid, jamaah atau bakar rokok lagi trus menikmati BAB di qulah.  Juga ada yang ambil handuk untuk mandi (maklum, antrinya sudah tinggal dikit atau bahkan sudah tidak antri) de el el tergantung nafsi nafsi. Wallahu a’lam bisshowaf. –adm-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-7436381378687375757?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/7436381378687375757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/genk-kopi-setan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/7436381378687375757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/7436381378687375757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/genk-kopi-setan.html' title='Genk Kopi Setan'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-3037796455198366769</id><published>2009-01-27T11:01:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:02:45.572-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Raci</title><content type='html'>Entah kenapa hujan  yang tidak semestinya  ini tidak juga kunjung berhenti, tidak semestinya. Bukankah seharusnya bulan ini belum memasuki musim hujan? Tapi kenapa hujan begitu lebat, bahkan disertai petir yang bersahut-sahutan memekakkan telinga. Apa mungkin ini akibat dari pemanasan global yang sering diomongkan orang–orang di tv itu? Atau  karena alam memang sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya? Ah .... wallahualam bisawab.&lt;br /&gt;Aku hanya duduk termenung dibalik kaca reiben mengamati gejala alam yang tak lumrah ini. &lt;br /&gt;”Bukankah hidupmu juga ngak lumrah?” Bisik hatiku. &lt;br /&gt;Kubiarkan alam pikiranku mejelajah kembali kemasa silam yang telah terlewati. Masih kuingat dengan jelas kala itu hujan juga sangat deras seperti halnya hujan kali ini. Saat itu datang seorang wanita yang tidak lain adalah pacarku, yang dengan bercucuran airmata  meminta pertanggung jawabanku atas hubungan kami yng memang sudah melangkah cukup jauh, kami sudah terjebak dalam hubungan tanapa batas norma dan moral sehingga hal-hal yang tidak semestinya kami lakukanpun kami lewati bersama dengan dalih cinta.&lt;br /&gt;Kini dalam rahim wanita itu sudah tertanam benih yang didasari nafsu dan diselimuti dosa kami berdua.&lt;br /&gt;”Mas kamu sesegera mungkin harus menikahi aku! Aku ngak mau perutku semakin membesar sementara kita belum resmi menikah!” pintanya.    &lt;br /&gt;”Aku malu mas! Aku nggak tahu bagaimana nanti keluargaku ketika mengetahui hal ini. Tapi bukannya selama ini kita melakukannya selalu pakai pengaman? lantas bagaimana ini bisa terjadi?” &lt;br /&gt;Apakah aku benar-benar harus menikah dikala usiaku masih muda? lantas bagaimana studiku? bagaimana aku memberi makan anak istriku sementara aku sendiri belum becus cari duit? Apakah aku siap membina sebuah keluarga? Aku benar-benar bingung tak tahu harus berbuat apa, hanya menyesal yang bisa kuperbuat. Betapa bodohnya aku, kenapa ini sampai bisa terjadi. &lt;br /&gt;”Sudahlah de’.. mari kita cari jalan keluarnya, tenang-tenang....” kucoba menenangkan perasaannya.&lt;br /&gt;”Bagamana aku bisa tenang! mas..pokoknya kita harus segera menikah!”. nadanya mulai meninggi. &lt;br /&gt;”Menikah itu perkara gampang de’! tapi apa kamu ngak malu nikah dalam keadaan sudah hamil gara-gara kecelakaan? Trus nanti mau ditaruh mana muka orang  tua kita? Kalau cuma nikah aja kecil.. Tidakkah kaupikirkan bagaimana nantinya kita hidup, bagaimana membiayai anak kita. Apa mungkin keseharian kita dikirimi terus sama orang tua? Ingat de’ kita ini belum kerja, kuliah saja ngak kelar-kelar bagaimana nanti  kalau sudah nikah?” Berbagai alasan kukemukakan untuk menenangkannya.&lt;br /&gt;”Lantas kalau tidak nikah mau apa? Mau dikemanakan bayi ini mas..? Kamu mau aku mengaborsi kandungan ini? nggak nggak...mas.. Aku nggak mau berbuat dosa lagi mas”. Kupegang wajahnya kuhadapkan wajahnya menghadap wajahku &lt;br /&gt;”Dengar de’.. coba kau pikirkan apa yang aku katakan tadi, bagaimana nati kita menjalani hidup?” Kucoba terus untuk meyakinkannya.&lt;br /&gt;”Aku nggak mau tau mas...yang kuinginkan saat ini agar kamu segera menikahiku. Titik!” Dengan penuh emosi kukatakan padanya. &lt;br /&gt;”Apa kamu yakin kalau bayi itu benar-benar anakku?”  Aku hilang ingat. Kalut dengan segala tuntutannya.&lt;br /&gt;Plak....! Tiba-tiba sebuah tamparan mendarat di sebelah  kiri pipiku, dengan penuh emosi ganti kutampar wajah perempuan yang ada didepanku. Bahkan tidak cuma taparan, dengan membabibuta pukulan demi pukulan kuhujamkan pada wajahnya disertai dengan makian-makian yang tidak seharusnya ditujukan pada seorang perempuan.&lt;br /&gt;Kulihat lebam kebiru-biruan diwajah ayu wanita yang pernah memberikanku kebahagiaan itu. Kasihan juga aku melihatnya, kudekati dia coba kuraih wajahnya yang dibasahi air mata kesedihan dan ketakutan. &lt;br /&gt;”Sory... maafkan aku, aku tidak bermaksud begini”. Berbarengan dengan suara petir yang mengelegar tiba tiba sebuah benda keras menghantam pelipis kananku, seketika itu juga dunia menjadi gelap.&lt;br /&gt;Kudapati tubuhku terbaring diatas lantai, samar-samar kulihat tembikar tempat bunga  edelwaise hancur berantakan. Kurasakan perih pada dahiku dan pelan-pelan kuraba, kulihat tanganku belumuran darah. Kucoba untuk bangkit, kuraih kaca spion yang tergeletak di atas meja, kulihat luka menganga di pelipis sebelah kananku. Kuedarkan pandangan mataku ke setiap sudut ruangan, tapi tak kudapati perempuan yang tadi bersamaku kupanggil namanya berulang kali tapi tidak ada jawaban, hanya suara petir dan derasnya air hujan yang bisa ditangkap indera pendengaranku. Kucari dia diluar, disekitar kontrakan tapi tak kutemuka,n seolah-olah hilang lenyap ditelan derasnya hujan.&lt;br /&gt;”Mas..mas...mas Raci..” Sebuah suara membuyarkan lamunanku, kulihat istriku berdiri didekat pintu tengah memanggil-manggil namaku, kulihat ditangannya membawa tatakan yang diatasnya ada segelas kopi panas.&lt;br /&gt;”Kopinya mau ditaruh mana?” Tanya istriku, dengan sedikit isyaratku diletakkannya kopi diatas meja tepat didepanku,&lt;br /&gt;” Kok saya lihat mas tadi ngelamun? Ada apa mas..?” &lt;br /&gt;”Ah tidak..tidak ada apa-apa” Kucoba  tetap menyembunyikan masalah ini dari istriku, dan entah kapan rahasia kelam yang mewarnai perjalanan hidupku ini akan  kuberitahukan padanya.&lt;br /&gt;”Kalau mas ngantuk mbok ya istirahat, tidur, nanti malah sakit lho..” Sangat kurasakan betapa ia sangat memperhatikan diriku selama ini. Tak berapa lama ia kembali kedalam dan  membiarkanku kembali larut dalam lamunan.&lt;br /&gt;De’ dimana kini kau berada? Masihkah kau menghiasi hamparan bumi ini? bagaimana dengan anak kita? Segala usaha telah kulakukan untuk mencari keberadaanmu, tapi hasilnya selalu nihi. Maafkan aku yang telah menyakiti perasaanmu, sehingga kau harus menanggung penderitaan itu sendiri.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;                                                                                                    Kotagede 29 Februari08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen ini kami temukan berserak diantara file-file As-Sibaq dengan tanpa menyertakan nama penulis. Mungkin saja penulis punya moto bahwa dia ingin yang dikenal karyanya, bukan penulisnya. Apresiasi tinggi dari kami untuk anda sang penulis!.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-3037796455198366769?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/3037796455198366769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/raci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/3037796455198366769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/3037796455198366769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/raci.html' title='Raci'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-5205142617865013364</id><published>2009-01-27T10:58:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T11:00:37.637-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Personality Picu Kesuksesan</title><content type='html'>IDENTITAS BUKU&lt;br /&gt;Judul    : Belajar Kepribadian&lt;br /&gt;Penulis  : James Julian M. dan John Alfred&lt;br /&gt;Penerjemah  : Tom Wahyu&lt;br /&gt;Penerbit  : Pustaka Baca!&lt;br /&gt;Cetakan  : I, Maret 2008&lt;br /&gt;Tebal          : iv+310&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan merupakan sebuah kata yang diidam-idamkan setiap orang. Hanya saja tidak semua orang memperoleh kesuksesan. Ada orang yang telah menata jalan hidupnya dengan rapi, namun kenyataannya dalam perjalanan menyimpang dengan apa yang telah ditatanya.&lt;br /&gt;Berbagai macam jenis orang dapat menjadi sukses. Orang gemuk-kurus, laki-laki-perempuan, kaya-miskin, pejabat-rakyat, semua berpotensi menjadi orang yang sukses. Namun demikian yang menjadi persamaan utama atau kunci kesuksesan yang mendasar adalah kepribadian.&lt;br /&gt;Kepribadian, alias personality, macam apakah yang dimiliki para eksekutif sukses ini? Kepribadian macam apakah yang tidak dimiliki umumnya orang-orang biasa? Tidak gampang menjawab pertanyaan itu karena kepribadian terdiri atas satu kualitas tertentu atau sekumpulan kualitas. Kepribadian itu terbentuk dari campuran atau perasaan dari keseluruhan kualitas. (Hlm.1).&lt;br /&gt;Pembagian kepribadian dibagi menjadi dua bagian. Diantaranya adalah fixed personality atau kepribadian yang tegas sehingga tidak mudah diubah orang lain dan flexible personality. Flexible personality adalah kepribadian yang lebih adaptif atau dengan bahasa lain kepribadian yang luwes.&lt;br /&gt;Yang pasti kedua bagian tersebut tidak dapat klaimkan kepada satu orang atau golongan. Bisa saja orang gemuk mempunyai fixed personality. Namun ada juga orang yang sama-sama gemuk namun mempunyai kepribadian  berbeda atau flexible personality. Singkat kata, semua orang, bagaimana pun keadaannya, mereka mempunyai potensi yang beragam pula.&lt;br /&gt;Sehingga dari sini titik keberhasilan seseorang bukanlah pada ketampanan, kecantikan, kepemilikan harta, jabatan dan lain sebagainya. Sebagai contoh, seorang yang melakukan pidato pasti tidak dinilai baik-buruknya wajah, namun apa yang diucapkan adalah power terhadap dirinya. Dan hal ini tidak luput dari kepribadian seseorang.&lt;br /&gt;Nah, buku ”Belajar Kepribadian”, yang meliputi; berfikir, bersikap, berbicara, bertindak, dan berkarakter akan menghantarkan pembaca untuk lebih mengenal dan menggunakan potensi-potensi yang ada pada dirinya. Akhirnya kesuksesan akan terwujud. Walohu a’lam&lt;br /&gt;(A. Pras, Peserta Book Club Radar Joga)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-5205142617865013364?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/5205142617865013364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/personality-picu-kesuksesan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/5205142617865013364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/5205142617865013364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/personality-picu-kesuksesan.html' title='Personality Picu Kesuksesan'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1178187476695046090.post-892231232718683150</id><published>2009-01-27T10:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T10:58:05.611-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lain-lain'/><title type='text'>Renungan</title><content type='html'>RENUNGAN…………….!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa saya tidak bisa memaksa orang lain mencintai saya, saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa butuh waktu tahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa orang yang saya kira adalah orang jahat adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian terhadap saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa persahabatan sejati akan senantiasa tumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh, beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa seseorang tidak memberikan perhatian seperti yang saya inginkan bukan berarti dia tidak mencintai saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya dan untuk itu saya harus memaafkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa saya harus mengampuni diri sendiri dan orang lain kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tetapi saya harus bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi terkadang dari sudut pandang yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting siapa saya ini sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini semua butuh proses dan pertumbuhan kecuali kalau saya ingin sakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa saya harus memilih, apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa saya punya hak untuk marah, tapi bukan berarti saya harus harus benci dan berlaku bengis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa kata-kata manis tampa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar untuk sadar bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera  dari kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(red: angve)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1178187476695046090-892231232718683150?l=sibaqjogja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/feeds/892231232718683150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/renungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/892231232718683150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1178187476695046090/posts/default/892231232718683150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sibaqjogja.blogspot.com/2009/01/renungan.html' title='Renungan'/><author><name>AS-SIBAQ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02587830030713658420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
